TKJC: Masakannya Membunuh Kameraku eps. 3


Setelah gue liat-liat komentar di TKJC: Masakannya Membunuh Kameraku eps. 2, banyak yang mau liat lanjutan ceritanya. Dan sudah banyak juga yang gak sabar. Mumpung gue beberapa hari ke depan libur sekolah, gue pun berencana untuk melanjutkan ceritanya. Dan, inilah TKJC: Masakannya Membunuh Kameraku eps. 3. Cekibrot!!

***TKJC***

Karena lelah menertawaiku di kelas, Robert dan Arya mengajakku ke kantin belakang kampus. Saat sudah sampai di kantin, ternyata banyak sekali yang tersenyum bila melihatku. Mungkin ini efek aku mengalungin kamera. Kegantenganku jadi bertambah.

"Ky, kok semua pada senyum sama lo?" tanya Robert kebingungan.

"Mau tau kenapa?" balik tanyaku lagi sambil tertawa kecil.

"Iya, Ky," jawab Arya yang juga sama ingin tahu seperti Robert.

"Liat gak, apa yang beda dari gue?" tanyaku kepada mereka berdua.

"Hmmm.. Nah. Itu, di mata lo sekarang ada belek-nya, hahaha," jawab Robert sambil tertawa. Arya pun juga ikut tertawa.

"Emang iya?" tanyaku sambil mengucek-ngucek mataku.

"Gak ada. Hahaha. Satu monyet ketipu, hahaha." Jawab Robert sambil tertawa geli.

Aku bingung mengapa hari ini aku diledeki terus sama teman-temanku. Padahalkan aku aslinya ke kampus untuk menambah kegantengan.

Kami pun langsung mencari meja kosong di kantin. Saat aku sedang mencari-cari, tiba-tiba ada wanita cantik yang melambai-lambaikan tangannya. Aku pun langsung menghampirinya dan meninggalkan Robert dan Arya.

"Maaf. Siapa ya?" tanyaku kebingungan.

"Kenalin namaku Cantika. Murid baru di kampus ini," jawabnya sambil tersenyum.

"Oh.. Namaku Rizky," kataku dengan gugup. Aku pun bersalaman dengannya.

"Hmm.. Itu kameranya bagus gak?" tanya Cantik sambil menunjukkan tangannya ke kameraku.

"Lumayan sih," jawabku dengan gugup. Sudah kukira. Sepertinya dia mau meminjam kameraku.

"Minjem kamera boleh?" tanya dia. Tuh kan, bener. Dia pasti akan minjam kameraku.

"Boleh." Jawabku.

Aku pun langsung mengasih kameraku ke dia. Saat itu, aku seperti sedang dihipnotis oleh kecantikan Cantika. Apa yang dia mau saat itu, aku kasih. Salah satunya adalah kamera. Iya, kamera yang baru aku beli kemarin.

"Mau dibawa kemana??"

"Enggak kok. Cuma disini aja. Sini, kamu aku foto."

Dengan gaya sok cool, aku langsung berpose layaknya artis Hollywood. JEPRET!! Ternyata, dia salah memegang kamera. Dan ternyata, dia baru pertama kali memegang kamera. Dengan layaknya dosen yang sangat baik di kampusku, aku pun langsung mengajarinya.

Ternyata, setelah bisa memegang kamera, dia langsung memfoto sekitar. Si Arya dan Robert hanya melihatku dari kejauhan dan mereka kebingungan bingung aku ini dengan siapa.

"Cantika, maaf. Aku ke teman-temanku dulu ya," kataku dengan malu-malu.

"Silahkan." Jawab dia sambil memegang kamera.

Aku langsung ke meja si Robert dan Arya.

"Siapa itu?" tanya Robert kebingungan.

"Oh. Itu Cantika. Dia murid baru disini," jawabku sambil tersenyum.

"Cantik juga ya, Ky," kata Arya sambil melihat Cantika.

"Hmm.. Bener juga sih. Tapi anehnya, dia kok murid baru bukannya nanya-nanya tentang kampus malah minjam kamera gue ya?" kata gue kebingungan.

"Hati-hati, Ky. Jangan melihat orang dari penampilan," kata Arya menasehatiku.

"Ya udah. Ayo, kesana aja. Kebetulan ada bangku 2 kosong." Ajakku.

Kami pun ke Cantika lagi. Si Arya matanya tidak berkedip ketika melihat Cantika dari dekat.

"Hai. Cantika. Ini temanku. Arya dan Robert." Kataku sambil tersenyum. Mereka berdua pun bersalaman ke Cantika sambil memperkenalkan diri.

Saat Cantika ingin memfoto Arya dan Robert. Pengantar makanan datang ke meja kami. Tangan si Cantika, tersenggol tangan pengantar makanan. Pengantar makanan itu, ternyata membawa sup dan soto. Ternyata, makanan itu untuk Robert dan Arya.

Karena tersenggol, mangkok yang ada di tangan pengantar pun kelepas. Dan, mangkok sup yang mempunyai banyak kuah itu, kuahnya terkena kameraku. Otomatis, terkena tangan Cantika. Tangan Cantika pun langsung melepas kameraku.

TAK!! Suara jatuhnya kameraku bersamaan dengan mangkok sup. Tak berapa lama kemudian, mangkok soto pun jatuh juga. Selain kameraku jatuh, kameraku juga terkena air panas.

Dengan menahan rasa panas, aku langsung mengambil kameraku. Dan ternyata, kameraku mati. Ya, mati. Aku pencet-pencet semua tombol yang ada di kameraku dan ternyata kameraku tetap mati.

Cantika langsung lari entah kemana. Tiba-tiba, dari belakang terdengar suara manusia tertawa. Ternyata itu gengnya si Boby. Anak yang paling nakal di kampusku. Semua anak pasti takut dengannya. Karena, bila macem-macem dengannya, kalian langsung di bully-lah, di tonjokinlah, dan lain-lain.

"Ini pembalasan lo. Cantika gue bayar buat minjem kamera lo. Pengantar makanan juga gue bayar." Katanya dengan sok. Selain jagoan, dia juga mempunya banyak uang. Tapi, itu bukan uangnya tapi uang orang tuanya.

"Emang gue pernah isengin lo?" tanyaku kebingungan.

"Lo pernah melerai gue dan Robert saat lagi berantem. Iya kan? Kenapa lo lerai?" jawab dia dengan agak kesal.

"Sudah, ayo kita pergi aja. Bawa kamera lo." Bisik Robert kepadaku.

Aku, Arya dan Robert langsung kabur meninggalkan Boby and the geng. Boby and the geng hanya teriak-teriak gak jelas. Sehabis dari kantin, aku langsung pulang karena aku sudah sangat kesal dengan Boby and the geng.

Di perjalanan, aku menahan tangisku. Kameraku yang baru saja dibeli kemarin, sudah rusak dan mati. Aku bingung nanti bilang ke Ibuku bagaimana. Aku juga pasti tidak akan dibelikan kamera lagi karena Ibuku sudah bilang bahwa ia mau membelikan kamera kepadaku cuma sekali saja.

Sesampainya di rumah, aku langsung masuk kamar. Baru saja duduk di kamar, Ibuku masuk ke kamarku.

"Rizky," suara Ibuku mendekatiku.

"Apa, bu?" jawabku.

"Kamu kenapa?" tanya Ibuku karena melihat aku dengan muka sedih.

"Kameraku sudah tidak bisa, bu. Sudah mati." Jawabku sambil menunjukkan kameraku.

Melihat kamera yang sudah rusak, Ibuku kaget. Mungkin beliau kaget karena baru saja dibelikan kemarin, besoknya sudah rusak.

"Maaf ya, bu," kataku dengan menahan tangis.

"Iya. Kok bisa rusak?" Tanyanya sambil memegang kameraku.

Aku pun menjelaskannya dengan detail. Setelah dijelaskan, Ibuku jadi tau, bahwa di kampusku ada anak yang sangat nakal yaitu Boby and the geng.

Gara-gara masakannya Cantika, kameraku jadi mati. Yang aku bingung mengapa si Cantika wanita yang cukup cantik, mau saja disuruh oleh Boby and the geng. Semoga Boby and the geng dibalas sama sang pencipta. Amin..

***SELESAI***

TKJC part 1 selesai juga. Nanti gue akan kasih TKJC part. 2. Bagi kalian, yang mau menyumbangkan kata-katanya, silahkan komen.

Mohon komen ya, bagaimana ceritanya. Seru atau tidak. Kalo kalian mau baca cerita ini dari awal, nih gue kasih postingannya.

18 comments:

  1. Aku nggak sempet ngikutin dari awal sih ceritanya, tapi ngebaca dari part ini aja rasanya kok ngenes banget ya. Nyebelin banget sama Boby. Btw, ini kisah nyata? Berasa sinetron gitu nggak sih ada orang macam Boby dan geng-nya. Iya, semoga aja si Boby dan gengnya itu dapet balasan yang setimpal.

    Semoga juga Cantika sadar kalo dia udah salah, mau aja jadi cewek "bayaran" :| eh, sama ibu kantin juga.

    Jadi sekarang belum dapet kamera lagi dong? Semoga cepet dapet penggantinya yaa.

    Aku udah berasa ibu-ibu pengajian nih banyak berdoanya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ini bukan kisah nyata kok. Jangan dibawa serius, hehehe.

      Hahaha, berasa ibu-ibu pengajian. :D

      Delete
  2. Aduh baca ini kok berasa di drama korea banget ya, kan biasanya ada gitu anak-anak yang di bulyly oleh genk tertentu.

    Kasian banget, beli kamera baru aja eh udah ada yang ngerusak. Dari awal aku cukup heran sama Cantika tiba-tiba deketin si Rizky gitu. Dan ternyata nggak nyangka bangert si Cantika itu mau aja di bayar sama Boby and Genknya buat ngerjain Rizky :(

    Semoga si Boby and Genk, dan juga Cantika cepet insyaf deh. Amin

    Btw, alur ceritanya bagus. Tertata rapi. Ditunggu part selanjutnya :D

    ReplyDelete
  3. ceritanya kenapa ngenes banget, kamera baru satu hari udah rusak. Tapi anehnya ibu rizky kok gak marah, kalo ibu gue mungkin udah ngamuk kali hihihi
    Mungkin ada baiknya, kamera baru jangan di pamerkan, itu membuat orang lain merasa sirik..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha. Iya.

      Iya, jadi orang jangan sombong. :)

      Delete
  4. tkjc apaan sik? aku nggak ngikutin cerita dari awal..

    drama banget ceritanya hahaha

    menurutku cerpennya banyak typo juga bro. ceritanya sering kemana mana.. sering sering buat cerpen yak. tetep semangat :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tiga Kata Jadi Cerita.

      Iya, gue akan sering buat cerpen. Makasih komentarnya, gue akan berusaha supaya lebih baik lagi. :)

      Delete
  5. Lagian pakek ngalungin kamera... Pantesan banyak yang senyum... Dikiranya tuh kamu wartawan kontroversi... hahaha

    Yaelah... ternyata si Cantika cewek bayaran... Ini ceritamu kayak di sinetron - sinetron... Ada geng - geng reseknya juga...

    Kenapa gak coba santet aja tuh si Boby ? biar kelar semuanya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha. Iya, kayak sinetron yaa..

      Santet? Hahaha :D

      Delete
  6. keren sih bro... gue tadi sempet kaget ada kepala melayang-layang mengikuti gerakan mouse gue.. ternyata itu cursor ya, haha..

    pelajaran yang bisa gue ambil dari cerita ini adalah, jangan suka pamer. Udah gitu aja, meskipun ceritanya agak enggak masuk akal juga sih, gimana bisa si anak geng tahu kamu punya kamera kan kamera itu baru dibeli kemarin? apalagi udah ngerencanain hal jahat kayak gitu... eh apa aku yang ga baca cerita sebelumnya ya.. hnn

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, hahaha.

      Yaps. Jangan suka pamer. Kan ceritanya ada mata-mata tapi gak ditulis. Gitu. :D

      Delete
  7. Ini cerita fiksi yak?
    Kok rada aneh sih...

    Anak kampus kok kelakuannya kayak anak SD gitu...
    Dan apapula itu ada Cantika yang dibayar cuma buat ngejatuhin kamera?

    Boleh aja sih bikin cerita fiksi ala kamu, tapi realitas fiksinya juga jangan diabaikan. Masa mahasiswa kok dilerai berkelahi balas dendam sih? Mungkin kalau rebutan cewek bisa aja..
    Dan lagi... aku baca sekilas, mahasiswa juga jangan cuman minta ini itu donk. Coba kalau kameranya itu dibeli dengan keringat sendiri. Pasti efeknya lebih dramatis gitu. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih komentarnya. Gue akan berusaha lebih baik lagi. Ini cerita fiksi.

      Wah, iya bener. Pasti dramatis. :)

      Delete
  8. wahahaha... ada ya di kampus orang2 kayak boby and the gank gitu?? nabung lagi aja deh buat beli kamera baru, ato coba bawa ke tempat servis kali aja msh bisa dibenerin :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya. Ini cuma cerita fiksi aja kok..

      Delete
  9. haiii, aku baru baca yang ini sih dan udah baguss cuman kayak sinetron aja gituu, yang part soal Cantika ternyata dibayar, dan tukang makanannya juga dibayar tu aku jadi ketawa sambil handstand soalnya kalo guling guling udah mainstream. tapi bagusss, lanjutkaaann!! btw, salam kenal yaaa :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Banyak yg bilang begitu sih.
      Hahaha, ketawa sambil handstand, KEREN!!
      Makasih. Salam kenal. :)

      Delete

Buat kalian yang mau komentar, silahkan saja, mau panjang apa pendek. Kalo lo mau komentar pake anonymous, harap jangan spam. Kasian sama yang lain.

Dan yang terpenting adalah jangan jualan di kotak komentar blog gue, terutama jualan yang gak penting kayak alat vital atau video bokep. Lebih baik elu tulis link blog lo daripada jualan.

Komentar kalian sangat gue butuhkan. So, komen aja yaa. Terima kasih. :)