TKJC: Masakannya Membunuh Kameraku eps. 2


Di postingan kali ini, gue akan menyambungkan cerita TKJC yang kemarin yaitu eps. 1. Dan sekarang, gue akan menyambungkan ceritanya.

***TKJC***

Kring!! Kring!! Kring!! Suara jam wekerku berbunyi kencang. Aku aslinya sih masih malas bangun karena masih lelah. Lelah kemarin membeli kamera dan mengantar Ibuku shopping.

Kring!! Kring!! Kring!! Suara jam wekerku berbunyi lagi. Aku tetap ingin tidur. Tiba-tiba, *byurrrr* Ada adik sepupu yang nakal sekali. Saat aku sedang asyik-asyik tidur, dia langsung menyiramku tanpa perasaan.

"Bangun mas. Udah siang!! Jam weker mas berisik banget!!" kata adik sepupuku dengan agak kesal.

"Loh, kok kamu ada disini?" tanyaku kebingungan karena aku tidak serumah dengannya.

"Itu, tadi Mamaku menyuruhku untuk mengantarkan kue. Kue buatan Mamaku. Akhir-akhir ini Mamaku sering membuat kue. Dan kuenya sebagian dikasih ke tetangga-tetangga," jawab dia dengan nada seperti orang curhat.

"Oh, gitu. Rumahmu dan rumahku kan jauh?" tanyaku lagi.

"Hari ini aku libur. Kelas 6 SD sedang UN. Ibuku menyuruhku untuk mengantarkan kuenya sebagian ke rumah, mas." Jawab dia lagi.

"Oh."

Aku pun kembali tidur lagi. Ingin melepas rasa lelahku. Aku masih sangat ngantuk. Tiba-tiba, *byurrr* Adik sepupuku menyiramku dengan air lagi. Seperti orang yang tak bersalah, dia malah ketawa-tawa setelah menyiramku.

"Kamu ini apa-apaan sih!!" kataku dengan nada yang kesal.

"Hehehe. Kata Bude, mas suruh bangun. Siap-siap buat kuliah," jawab adikku sepupuku sambil ketawa kecil.

"Oh iya." Kataku kaget.

Aku baru ingat. Di hari Senin ini, aku masuk kuliah jam 8 pagi. Biasanya sih jam 9 pagi. Dan yang paling parah adalah.. pelajaran pertama nanti akan diajari oleh dosenku yang killer. Aku baru inget.

Setelah melihat jam, ternyata sekarang sudah jam 07.25. Aku sangat panik. Aku pun langsung Mandi dengan kecepatan mobil seperti yang di Fast and Furious dengan kecepatan maksimal.

Akhirnya, jam 07.55, aku sudah selesai siap-siap seperti mandi, sarapan, menyiapkan buku, minum dan lain-lain. Aku pun langsung berangkat menaiki motorku. Perjalanan ke kampus bila tidak macet hanya 20 menit. Bila macet bisa 30 menit. Sedangkan sekarang, waktuku untuk sampai ke kampus, harus bisa 5 menit. *bruummm*

Aku menaiki motorku dengan kecepatan penuh. Dan ternyata, tiba-tiba bensinku habis baru setengah perjalanan. Aku bingung saat ini ingin ngapain. Pom bensin masih jauh, dekat kampus. Dengan berat hati, aku pun ke kampus dengan jalan kaki. Bila aku pulang lagi, aku nanti dimarahi oleh Ibuku. Aku pun tetap pergi ke kampus dengan berat hati.

Akhirnya, aku sampai juga.. di Pom bensin. Pom bensin ini tidak jauh lagi dari kampusku.

Setelah mengisi bahan bakar, aku langsung mengendarai motor lagi. Dan akhirnya, aku sampai di kampus. Aku melihat ke jam tanganku, ternyata sekarang sudah pukul 08.40. Aku panik karena nanti pasti aku dimarahi oleh dosenku. Dan nanti yang keluar dari mulut dosenku, ada kalimat seperti ini, "jangan ulangi lagi ya."

Tok.. tok.. tok..

"Selamat pagi, Pak. Maaf saya terlambat tadi motor saya bensinnya.." Kataku yang belum selesai tiba-tiba dosenku langsung memarahi aku.

"Bensinnya kamu apain? Kamu minum?"

"Iya, pak. Eh, enggak, pak. Tadi bensin motor saya habis."

"Kamu ini, seenakmu saja kuliah. Sekarang kamu sudah telat untuk pelajaran saya 40 menit!!! Tau!!"

"I..iya, pak."

"Kamu ulangi saja perbuatanmu ini!"

"Iya, pak? Asyik besok saya ulangi lagi deh. Eh, enggak, pak. Keceplosan."

"Kamu sekarang keluar!!"

"Keluar mana, pak? Keluar kelas? Kan saya sudah bayar masa keluar?"

"Dibilang keluar-keluar!! Jangan ikut pelajaran saya!! Kamu ini anak siapa sih!!"

"Lah, saya kan anak orang tua saya. Bu Sri sama Pak Agus, pak. Bapak gimana sih."

"Heh, kamu dibilangin malah jawab. Sudah sana keluar jangan mengganggu pelajaran saya!!"

"Iya, pak."

Sudah bersusah payah untuk ke kampus, eh, malah tidak boleh masuk kelas. Padahal kan aku sudah bayar uang SPP. Memang dosen itu aneh. Buktinya saja, aku malah disuruh mengulangi perbuatanku ini. Ternyata benar, banyak anak-anak kampusku bilang kalau dosen killer itu aneh. Tapi tak apalah. Dosen killer-ku ini hanya sampai jam  saja. Jadi, jam 9 aku bisa masuk kelas.

Jam 9 pun tiba. Dosen killer-ku keluar dari kelas. Aku baru ingat. Aku kan membawa kamera baruku.

Saat dosenku keluar kelas, dia melototiku dan aku hanya tersenyum. Lalu aku ambil kamera dan *jepret* Dosenku ke foto oleh kameraku.

"Rizky. Kamu memfoto saya ya?" tanya dosenku dengan nada yang cukup menyeramkan.

"Eng.. Enggak, pak. Tadi kepencet." Alasanku supaya tidak dimarahi.

"Kamu bilang aja, kalo kamu mau foto saya. Biar nanti saya pose dulu baru difoto. Tadi malah saya belum pose sudah difoto."

"I.. iya, pak."

Ternyata, dosen killer-ku ini narsis sekali. Minta aku foto. Lain waktu, aku tidak akan memfotonya deh. Mungkin nanti dia pose sambil menunjukkan giginya seperti anak alay jaman sekarang.

Aku pun langsung masuk ke kelas. Saat sudah sedang berjalan ke tempat dudukku, teman-temanku menyambutku.

"Weh.. Rizky. Udah punya kamera nih," kata temanku, si Robert sambil tersenyum.

"Hehehe, iya, Bert," jawabku sambil membalas senyumnya.

"Keren kan? Gue udah cool kan? Udah ngalungin kamera?" sambungku dengan PD-nya.

"Lo tau monyet yang disebelah kampus itu kan?" kata temanku sambil menunjuk ke arah sebelah kampus.

"Iya," jawabku.

"Nah, lo mirip sama monyet itu. Kalo monyet itu kan sering ngalungin pisang. Dan lo ngalungin kamera, hahahaha." Kata Robert sambil tertawa terbahak-bahak.

Satu kelas pun ikut tertawa. Semua anak dikelasku tertawa terbahak-bahak. Sedangkan aku tidak tertawa. Karena aku solid, aku pun ikut tertawa juga.

"Hahahaha. Lucu banget ya?" Kataku sambil tertawa yang dibuat-buat.

Tiba-tiba, anak-anak di kelasku mulai bingung melihatku tertawa. Dan lama kelamaan tertawanya semakin kecil. Sedangkan aku, aku masih tertawa terbahak-bahak.

Tangan Robert, tiba-tiba memegang jidatku. Kemudian, keluarlah suara dari mulut Robert, "panas."

Satu kelas terbahak-bahak lagi. Aku bingung. Apa memang anak-anak satu kelas hari ini ingin memusuhiku. Aku pun tertawa lagi mengikuti mereka. Anak-anak di kelas sudah berhenti tertawa aku masih tertawa.

"Ternyata, Rizky sekarang sepertinya mau masuk RSJ ya.." kata temanku si Arya sambil tertawa kecil.

"Loh, lo baru tau kalo gue gila? Eh, salah. Maksudnya kok gue mau masuk ke RSJ. Sok tau lo!!" Jawabku dengan nada kesal.

Teman-teman di kelasku tertawa lagi. Karena dia mendengar perkataanku yang keceplosan yaitu, "loh, lo baru tau kalo gue gila?"

"Jangan nangis, Ky. Cuma bercanda kok. Ke kantin yok, makan. Gue bayarin deh," kata Robert sambil tersenyum.

"Emang sehabis dosen killer, gak ada dosen lagi?" tanyaku kebingungan karena biasanya sehabis dosen killer ada dosen lagi yang juga killer tapi tidak se-killer yang pertama.

"Dia gak dateng hari ini. Anaknya sakit." Jawab Robert.

"Oh."

bersambung...

20 comments:

  1. usil banget tuh adik sepupu lo, banguninnya ga tanggung-tanggung langsung di siram aja pake air haha

    haha kayaknya hari itu lo sial banget deh. udah kehabisan bensin, di usir sama dosen killer, ditertawain sama temen-temen lo. tapi btw tuh dosen killer tapi kok aneh banget ya (?)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ini bukan pengalaman gue bro. Ini cuma cerita aja. Cerita fiksi gitu. :D

      Di cerita ini, dosennya emang aneh, hahaha. :D

      Delete
  2. "Keluar mana, pak? Keluar kelas? Kan saya sudah bayar masa keluar?"

    Asli kalimat di atas bikin ngakak. Hahaha.

    ReplyDelete
  3. Absurd ceritanya.. ini bukan kisah nyata kan? ditunggu kelanjutannya vroh.

    Pesan moral : jangan pernah ngatain temen kalian itu monyet. mengaku gila jauh lebih baik. wahahahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bukan kisah nyata kok. Tunggu kelanjutannya ya.

      Pesan moralnya gak gitu juga kali, hahaha. :D

      Delete
  4. Wkakakak, dosen killer liat kamera langsung terbalik 180 derajat sifatnya. Lain kali kalo telat masuk kelas langsung foto tuh dosen pas lagi marah. Terus tunjukin deh :v

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha~ Ini cuma cerita aja kok. Bukan kisah nyata.

      Delete
  5. haha~ aku kira ini nyata. ternyata fiksi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha. Kalo nyata, gak bakalan ada dosen killer kayak gitu. :D

      Delete
  6. Masih ada kelanjutannya? Gantung euy. :|

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya. Masih ada kelanjutannya. Tunggu aja ya~ :)

      Delete
  7. huahhahah kocak nih.. Ini beneran lu ya? wah wah wah ceritnya lucu parah nih..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ini bukan cerita asli bro. :D
      Makasih. :)

      Delete
  8. ceritanya simpel, ya cukup menarik. ini cerita fiksi yah?

    kalo postingan fiksi gini gue bingung mau komen apaan, eheheh. tapi, ehm, diperhalus lagi aja rentetan kejaidannya. duh itu sitilahnya apa lagi gue lupa.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih. Iya, fiksi.

      Iya-iya. Makasih komennya. :)

      Delete
  9. haha, aku udah baca yang part 1. Ceritanya asik sih kayaknya, tapi masih belum ada konfliknya ya? keren.

    Itu kalimat yang 'aku sudah susah-susah berusaha malah disuruh keluar', ya sebenernya yang lebih susah berusaha adalah mereka yang bersusah-susah bangun pagi, bersusah-susah melawan rasa malas, dan bersusah-susah untuk datang tidak telat lah yang telah bersusah-bersusah berusaha. jadi kalo telat dan ga dibolehin ikutin pelajaran, jangan salahkan dosen :p

    btw tkjc itu apa?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Konfilknya mungkin di eps. selanjutnya.

      Iya. Makasih atas komentarnya. Gue akan berusaha lebih baik lagi.

      TKJC = Tiga Kata Jadi Cerita. :)

      Delete
  10. Wkwkwkwkw <-- gue ngakak tapi mulut gue ketutup..

    Iya sih... ceritanya sih asik...blo..
    Cumann...terkadang absurdnya terkesan ada yang dipaksain jadi yang niatnya buat ngakak, malah mengerutkan kening karena ngga dapet... hehe (kritik gue sihh)

    But... untuk nulis cerita dari 3 kata udah panjang seperti nih... lo emang punya imajinasi super blo....hua hua hua huaaa (y)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wkwkwkwk.

      Makasih, bro, komentarnya. Gue akan lebih baik lagi.

      Makasih banyak, bro. :D

      Delete

Buat kalian yang mau komentar, silahkan saja, mau panjang apa pendek. Kalo lo mau komentar pake anonymous, harap jangan spam. Kasian sama yang lain.

Dan yang terpenting adalah jangan jualan di kotak komentar blog gue, terutama jualan yang gak penting kayak alat vital atau video bokep. Lebih baik elu tulis link blog lo daripada jualan.

Komentar kalian sangat gue butuhkan. So, komen aja yaa. Terima kasih. :)