Sepi

Semua hal di dunia ini pasti mempunyai lawan seperti api dan air, panas dan hujan, hidup dan mati, dan seterusnya. Kalian juga pasti tahu bahwa ada lawan dari kata ‘ramai’. Ya, sepi. Mungkin sebagian dari kalian semua yang membaca tulisan ini pernah mengalami kesepian bukan?

Ada beberapa alasan mengapa kesepian itu terjadi kepada kalian semua. Ketika kalian tak ada teman, ketika teman kalian sedang pergi meninggalkan kalian, atau ketika kalian putus. Ya, semua akan terasa sepi. Oh iya, ada satu lagi, kalian akan merasakan kesepian ketika di goa sendirian. Gak ada teman, gak ada setan. Sepi.
Dan kali ini, gue mau kasih tahu kalo handphone gue yang biasanya ramai, menjadi sepi. Bukan gue yang kesepian tapi handphone gue, kasian dia kesepian. Gue aslinya udah paham gimana agar ramai. Ikut grup-grup gosip atau sering denger lagu hardcore biar ramai atau pecahin aja layarnya biar ramai. Kayaknya sih yang terakhir gak akan pernah gue lakukan. :D

iPhone X features a new all-screen design. Face ID, which makes your face your password. And the most powerful and smartest chip ever in a smartphone.
Sumber: Apple Official Website
Jawaban dari kenapa handphone gue sepi adalah karena tidak ada satu pun pesan dari kamu. Iya, jangankan pesan, DM aja juga gak ada. Karena sepi, gue pun jadi sering gabut dengan handphone. Kadang gue malah buka yang gak penting, yang membuat kuota gue seharusnya untuk mengerjakan tugas atau hal berguna lainnya malah jadi terbuang sia-sia.

Gue adalah orang yang tangannya gatel. Jadi suka buka apa aja ketika kuota lagi banyak. Entah itu instagram, facebook, twitter, blog orang-orang, dan masih banyak lagi. Kenapa gue ngelakuin itu? Karena gue mencari sesuatu agar gak kesepian di handphone.

Sampai akhirnya, gue sadar bahwa malahan kegatelan tangan gue yang membuat handphone gue jadi kesepian lagi. Ketika kuota abis, gue kesepian lagi. Mau beli kuota, pasti diomelin dulu sama nyokap karena boros.

Gue pun akhirnya sadar bahwa smartphone sekarang sudah canggih, hal apa aja bisa dilakukan di-smartphone. Mau manggil tukang pijit lah, mesen makanan lah, cari hotel lah, semua bisa. Gue pun sadar kenapa ketika sepi gue gak mengaji aja di handphone? Selain mengisi waktu luang, bisa nambah pahala juga bukan?

Jadi, buat kalian yang merasa handphone-nya sepi, mending gunakan smartphone-nya untuk melakukan hal yang berguna seperti mendekatkan diri kepada Tuhan. Buat yang muslim, kita bisa mengaji dengan smartphone daripada cuma buang-buang kuota aja.

Yuk mengaji! :)

Pemuja Rahasia

Melihat tawamu, mendengar senandungmu..
 
Eh, kayaknya salah lagu, ya?

*nyanyi lagi*
 
Kuawali hariku dengan mendoakanmu agar kau selalu sehat dan bahagia disana.
Sebelum kau meninggalkanku lebih jauh.
Sebelum kau melupakanku lebih jauh.
Ku tak pernah berharap kau kan merindukan keberadaanku,
yang menyedihkan ini.
 
Udah deh nyanyinya. Gue tahu pasti kalian gak bakalan mau dengerin suara gue. Padahal, kalo gue ikutan kompetisi suara tingkat internasional, gue pasti gak akan menang. Jadi, gue bukan mau nyanyi karena kalo nyanyi itu pasti ada suaranya, sedangkan gue sekarang lagi nulis.

Siapa diantara kalian yang sering jatuh cinta? Jujur, jatuh cinta itu menurut gue adalah hak segala bangsa. Dalam pelajaran PKn, sepertinya guru gak pernah menjelaskan bahwa ada juga hak penting bagi kita, hak untuk mencintai dan dicintai.

Tapi, terdapat sebuah masalah ketika kalian sudah mencintai seseorang. Hak mencintai sudah terpenuhi tetapi hak dicintai belum. Akhirnya, karena kalian punya hak untuk mencintai, kalian pun asyik mencintai orang itu sebagai pengagum rahasia atau kata SO7 adalah pemuja rahasia.

Sumber gambar: Pinterest.

Kayak sekarang, nih, gue lagi jadi pemuja rahasia. Jangan kasih tahu siapa-siapa, ya, kan rahasia. Kalo misalnya orang yang gue omongin baca tulisan ini, yaudah gak apa-apa. Anggep aja masih rahasia dan semoga aja dia yang gue omongin pura-pura gak tau. Hehe.

Jadi, gue suka sama itu orang, kita panggil aja Suti, ya. Btw, Suti itu adalah sebuah suku kata pertama nama nyokap gue. Oke, jadi ini kita misalkan aja, ya, cewek yang gue sukain itu Suti. Iya, suti. Gak tau ini cuma suka atau kagum, pokoknya demen, deh. :D

Suti ini adalah adik kelas gue. Gue tau dia dari, gak tahu dari mana tiba-tiba tau aja kalo gue punya adek kelas kayak Suti. Gue kira dia bukan adek kelas gue di sekolah. Eh setelah gue stalk-stalk lebih dalam, ternyata dia adek kelas gue.

Oh iya, gue kenal Suti itu dari sosial medianya. Jadi, beberapa hari setelah putus, gue coba cari-cari adek kelas yang masuk ke dalam selera gue *anjay*. Gue pun cari cewek yang kalo bisa pesek karena pesek itu lucu. Setelah ngabisin kuota kurang lebih sebanyak 30gb untuk cari adek kelas, akhirnya gue menemukan sosial medianya Suti. Dalam hati gue, dia itu udah pas deh kayak apa yang gue cari gitu. Nah, mulai dari situ lah gue coba follow sosial medianya dan hampir setiap dia update instastory, selalu gue reply sebagai bahan omongan di DM.

Akan tetapi, semua itu gak bertahan lama aja. Setelah gue telaah lebih dalam, sepertinya dia masih jomblo tetapi dia udah demen sama orang lain. Ya, daripada gue nanti disukain karena kasihan atau terpaksa, lebih baik gue diam dulu aja. Pastinya, nanti gue akan langsung DORRR!! ketika suasananya sudah bisa dikondisikan.

Makanya, sekarang gue mau jadi secret admirer alias pemuja rahasia aja dulu. Lagi pula, walaupun gue juga punya hak untuk dicintai, selagi kita belum membutuhkan hak itu, mending kita lakuin aja dulu hak mencintai. Urusan orang yang gue suka, suka balik ke gue, itu belakangan karena sekarang gue lagi menikmati kesendirian gue setelah putus di awal tahun.

Jadi, siapa nih yang sekarang juga jadi pemuja rahasia? Santai, ada temennya, yaitu gue kalo kalian jadi pemuja rahasia. Hehe.

Gagal Itu Santai

Selamat pagi, siang, sore, petang, malam, dini hari, dan seterusnya. Pokoknya halo buat kalian semua. Udah dua minggu gue gak ngeblog disini. Bisa dibilang lama. Ibaratnya rumah nih, ya, kalo misalkan blog gue ini kayak rumah terus ditinggalin selama dua minggu, pasti ketika balik lagi ke rumah itu, rumahnya udah kotor. Maka dari itu, sebelum gue melanjutkan tulisan ini, izinkanlah gue untuk bersih-bersih blog gue dulu biar gak kotor kayak rumah yang ditinggal dua minggu.

*nyapu*

*ngepel*

*nunggu kering lantai habis dipel*

*lantai udah kering, lanjut bersih-bersih kaca*

*mandi, soalnya gerah habis bersih-bersih*

*balik lagi ngetik*

Oke, udah selesai bersih-bersihnya. Jadi, ada alasan kenapa gue gak ngeblog selama dua minggu ini. Pertama, karena gue lagi fokus untuk ikutan lomba vlog dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. Lombanya adalah membuat sebuah video di YouTube gitu. Supaya hasilnya maksimal, maka dari itu gue fokus untuk membuat video itu dulu.

Gue bikin video yang berdurasi lima menit dengan persiapan yang sangat matang, membuat skrip, baca skrip terus diubah-ubah lagi, lalu baru shoot. Ya, seperti sebuah film yang membutuhkan persiapan matang. Alhasil, Alhamdulillah, gue bisa memenangkan lomba vlog itu menjadi pemenang mingguan. Hadiahnya juga gak nanggung-nanggung, yaitu Xiaomi Yi Cam. Itu adalah barang pertama yang menurut gue lumayan wah tetapi bisa gue dapetin secara cuma-cuma.

Setelah memenangkan itu, gue aslinya mau nulis blog lagi. Tapi, baru juga mau buka Word, gue buka email dulu, gak taunya gue diwajibkan untuk ikutan kompetisi video Grand Final dimana pemenangnya Juara 1, 2, dan 3 bisa terbang ke Raja Ampat. Gue pun ikutan dan membuat sebuah video sama dengan video sebelumnya teknik-tekniknya. Persiapan secara matang. Berikut adalah salah satu foto dalam video kompetisi vlog Grand Final.

Akan tetapi, pertama upload video gue kurang dari 3 menit. Untuk kompetisi video Grand Final, harus 3 menit dan maksimal 3 menit lewat 10 detik. Gue pun bikin video lagi untuk menambahkan durasi yang kekurangan. Buat kalian yang mau tahu video gue dalam kompetisi vlog ini kayak gimana bisa liat aja di Youtube gue, youtube.com/ilhamkape.

Hasilnya, gue gak jadi juara yang bisa pergi ke Raja Ampat. Tapi, Alhamdulillah, gue bisa jadi Juara 2 Favorit. Yang gue liat-liat, sih, dari info lombanya, juara favorit Grand Final ini akan mendapatkan Xiaomi Yi Cam. Jadi, tau lah kira-kira gue bakalan dapat apa.

Kurang lebih tiga minggu yang lalu, gue juga mencoba untuk menulis sebuah essai. Gue menulis essai itu bukan karena sedang bosan atau untuk mengisi waktu luang melainkan untuk ikutan acara Parlemen Remaja 2017. Gue pun menulis essai itu selama satu malam seperti lagu cinta. Cinta satu malam.

Singkat cerita, beberapa hari yang lalu diumumkan siapa yang lolos seleksi untuk mengikuti Parlemen Remaja 2017 ini. Dan, gue gak lolos seleksi. Ada kekecewaan pada diri gue. Dalam kompetisi vlog, gue gak bisa jadi juara 1 dan dalam seleksi Parlemen Remaja 2017 gue gak lolos.

Untuk Parlemen Remaja 2017, menurut gue sih wajar karena saingan gue cukup banyak, eh, banyak banget, deh. Sebanyak 6000 orang lebih yang mendaftar dari seluruh siswa SMA di Indonesia dan yang keterima cuma empat orang setiap provinsinya. Gue sempet down ketika tahu bahwa gue gak lolos seleksi Parlemen Remaja ini dan gue gak bisa menang juara 1 lomba vlog.

Gue akhirnya buka twitter mencari motivasi. Dan gue menemukan twit-nya @takdos, yaitu Adis. Gue tahu dia dari blognya whateverbackpacker. Ada sebuah twit tentang kegagalan. Setelah membaca twit itu, akhirnya gue pun menerima kegagalan gue ini, yaitu gagal lolos juara 1 kompetisi vlog dan gagal jadi peserta Parlemen Remaja 2017.

Dari twit Adis itu, gue menyimpulkan bahwa gak apa-apa kita gagal. Selagi muda, banyakin coba ini itu, bebas. Selama itu masih positif, lanjutin aja. Walaupun misalkan nanti lo gagal, no problem. Karena lebih baik lu pernah gagal daripada lo gak pernah nyoba sama sekali. Sekian.

Razia Di Sekolah

Jakarta, 8 Agustus 2017

Hari ini, gue sekolah seperti biasanya. Sampai sekolah sebelum pukul setengah 7 dan mengenakan seragam. Sesampainya di sekolah pun hanya duduk-duduk saja karena sedang tidak ada tugas yang harus dikerjakan.

Jam pertama pun dimulai, pelajaran pertama adalah matematika minat. Wali kelas gue yang berperan sebagai guru matematika minat. Namanya adalah Pak Wit tapi sering dipanggil Pak Wits. Ya, tambah s karena ciri khasnya mengajar dengan bahasa yang nyeleneh, bahasanya adalah setiap ucapannya ditambahkan dengan huruf ‘s’ seperti toilets, matematiks, liats-liats dan masih banyak yang lain atau huruf j menjadi huruf z seperti zadi. Hal itu lah yang membuat pelajarannya menjadi tidak bosan.

Ketika Pak Wits sedang mendikte pelajaran, “Zadi, refleksi terhadap..” Omongannya pun terpotong oleh sebuah ketukan pintu dari luar kelas.

Sumber gambar: Google

“Assalamu’alaikum. Permisi, pak. Kami ingin merazia murid-murid,” ucap seseorang yang mengetuk pintu itu. Tak lain tak bukan itu adalah guru bidang kesiswaan.

Gue pun langsung melepas atribut yang ada di tubuh gue seperti gelang. Seragam enggak karena takutnya nanti pornografi. Semua anak laki-laki pun disuruh maju ke depan kelas.

Ternyata, razianya itu lengkap mulai dari atas tubuh sampai barang yang dibawa ketika sekolah, yaitu tas. Kalo kalian bawa hewan, gak boleh, karena sekolah itu tempat buat menuntut ilmu bukan buat berternak.

Semua anak laki-laki baris di depan kelas dan langsung pada menunduk. Ya, semuanya diperiksa rambutnya. Kebetulan rambut gue saat itu panjang. Dengan santainya saat giliran gue diperiksa, guru yang mencukur langsung memotong rambut gue bagian depan atau biasanya disebut poni tanpa pikir panjang. Alhasil, rambut gue yang panjang hanya bagian tengah, samping, dan belakang. Depannya sangat lah pendek.

Sontak seluruh anak-anak yang melihat gue pada tertawa karena rambut gue lucu. Bukan gue yang lucu, tapi rambut gue. Gue pun hanya tersenyum-senyum aja melihat mereka yang tertawa.

Tas pun juga digeledah oleh para perazia itu. Ada temen gue yang bawa langsung disita. Gelang juga disita. Untung gue menaruh gelang di kolong meja bukan di tas. Jadinya aman. Temen-temen cewek gue ada yang bawa buat warnain bibir, apa sih itu namanya, disita juga.

Bener-bener dari atas tubuh sampai barang yang dibawa. Kaos kaki yang warnanya bukan putih pun juga disita. Bener-bener razia yang amat sangat kejam tapi ada bagusnya sih, biar disiplin. Setelah razia selesai, perazia yang berjumlah kurang lebih 7 orang itu pun keluar kelas. Ya iyalah keluar kelas, masa ikut pelajaran.

Ini adalah pertama kalinya gue kena razia. Tahun lalu, ketika razia gue lagi jam pelajaran olahraga. Jadinya gak diperiksa apa-apa. Aman. Sekarang, boro-boro aman, udah di-skakmat duluan sama perazia.

Kampretnya, temen sebangku gue gak kena razia rambut. Jadi, pas pada baris dan mulai potong memotong rambut dia pindah posisi ke belakang perazia, gak keliatan deh. Hmm.. Sebuah usaha yang harus dilestarikan.

Gue pun menerima razia ini dengan ikhlas, 2 hari setelah razia, gue langsung potong rambut di pangkas rambut. Ya, pangkas rambut, masa di toko bangunan. Kan gak lucu potong rambut disitu. Kalo di tukang batagor baru lucu.

Alhasil, rambut gue sekarang menjadi seperti angkatan. Bisa dibilang cepak tetapi tengahnya gak pendek banget. Kejadian ini pun memberikan pelajaran bahwa kita harus mematuhi aturan yang ada di sekolah terutama kalo kalian yang sekolahnya negeri. Untuk yang swasta, juga harus patuh walaupun kalian sudah bayar karena kalian sekolah di swasta juga untuk dididik bukan hanya sebagai tempat untuk mendapatkan ijazah.

See you, razia, next time!

Ada yang tahu Shampoo yang bisa mempercepat pertumbuhan rambut? :D

3 in 1 Itu Berat

Kalian pernah mendengar istilah 3 in 1? Ya, buat kalian anak kota Jakarta pasti tahu hal itu. Tapi, untuk kali ini gue gak ngebahas tentang 3 in 1 itu tetapi gue mau cerita-cerita tentang hal yang gue jalani akhir-akhir ini.

Sebagai kelas sulung di sekolah, pasti akan merasakan kebingungan yang berlebihan. Bingung nantinya mau kemana setelah lulus sekolah. Gue pun juga bingung mau kemana tetapi akhirnya gue memutuskan insyaAllah mau ambil jurusan Ilmu Komputer atau Teknik Sipil untuk universitasnya, yang pastinya adalah perguruan tinggi negeri. Karena gue gak boleh keluar Jabodetabek, jadinya gue mau di perguruan tinggi negeri di Jabodetabek dimana jurusannya antara kedua itu. Bantu doanya, ya, teman-teman! :)

Di kelas sulung ini pun gue bukan hanya menjadi pelajar aja tetapi juga harus menjadi digital storyteller dan Youtuber. Maka dari itu postingan ini pun gue kasih judul 3 in 1. Menurut gue, ini sangat lah sulit dijalanin. Bingung bagi waktunya antara mau belajar dan berkarya.

Gue takutnya nanti gak konsisten untuk berkarya karena udah capek duluan karena belajar. Tapi, gue akan ubah mindset gue tentang itu. Gue berniat supaya tahan banting dalam belajar dan berkarya demi menghibur kalian dan demi masa depan gue juga. Capek-capek dahulu bersenang-senang kemudian.

Gue mau kasih tau, sulitnya menjadi digital storyteller adalah ketika ide yang mau lo tulis itu gak ada. Mungkin kalian pernah denger istilah 'Writer's Block' dimana penulis itu lagi mandeg, gak ada ide dan di monitor pun hanya melihat background putih dengan garis yang berkedip-kedip.

Untuk hal itu, sering terjadi sama gue karena mungkin otak gue sudah lelah dengan belajar-belajar-belajar. Apalagi, gue sekarang ikut bimbingan belajar dimana seminggu tiga kali gue harus mengikuti itu.

Sedangkan kesulitan menjadi YouTuber adalah gue sulit mencari waktu kosong untuk shoot, apalagi ditambah waktu buat meng-edit yang bisa memakan waktu lama. Belum lagi waktu luang gue sekarang udah dikit banget.

Itu lah keluhan gue akhir-akhir ini dimana gue mau berkarya tetapi suka bingung karena mungkin gue udah lelah sama belajar. Btw, gue ambil judul 3 in 1 juga karena nanti gue akan buat sebuah series berjudul 3 in 1 di YouTube bersama temen-temen gue. So, silahkan tunggu, ya, series gue. Semoga aja jadi dan berhasil. Aamiin.

Mungkin cukup segini dulu tulisan gue. Gue udah jarang banget nulis jadinya agak susah buat bercerita sesuatu. Bahkan, ketika nulis ini pun nyokap gue sampe nanya, "Gue nulis buat apa?" Sejarang itu kah gue nulis sampe ditanya nyokap kayak gitu? Mungkin iya.

Oh iya, pengumuman pemenang Launching UPIL GAUL sudah ada, ya. Jadi, buat kalian yang tidak di-mention oleh @_upilgaul di Twitter berarti kalian belum beruntung. Tunggu info kuis selanjutnya di blog ini. :)

Sekian dan terima kasih.