Sambungan dari postingan sebelum ini yang bisa kalian klik disini.


Setelah gue salim ke admin-admin lain, gue pun duduk dan masih pada gak nyangka orang-orang kalo gue ini masih bocah. Gue pun hanya tertawa kecil aja dan bingung mau ngapain. Takutnya gerak-gerak dikit salah, terus nanti dibilang songong. Tak berapa lama kemudian, admin yang lain berdatangan dan musyawarah pun dimulai.

Sebagai seorang blogger yang udah ngeblog dari tahun 2013, gue gak tahu banget tentang apa seluk beluk dunia perblogger-an. Karena dari dulu sampai sekarang, gue ngeblog gak pernah sama sekali ngeblog untuk mencari duit. Paling hanya untuk berbagi cerita dan olahraga jari supaya nanti pas mau ujian atau try out gitu gak pegel ngebuletin data diri dan jawaban di lembar kertas ujian. #MAKLUMDIKITLAGIUJIAN

Banyak dari admin-admin yang dateng itu ngomongin masalah job dan konten. Selain bingung untuk ngomong apa, gue juga masih malu-malu untuk menyuarakan pendapat. Akhirnya, gue pun menjadi sebuah notulen atau bagian nyatet-nyatet hasil rapat.


Berhubung ini adalah rapat komunitas blog, yaitu Warung Blogger, jadinya gue dan admin-admin lain mementingkan semua hal yang berhubungan dengan Warung Blogger. Dari mulai website-nya, sosial medianya, dan untuk event-nya baik online maupun offline. Semuanya dibahas disini. Gue sebagai blogger yang cuma nulis hal personal aja dan isi blog gado-gado, merasa ingin berubah agar fokus untuk blog gue dan gue nulisnya tentang apa. Saat jam makan siang, rapat pun ditunda dulu karena perut sudah bernyanyi.

Setelah istirahat makan dan sholat, rapat dimulai kembali. Masih membicarakan sosial media dan akhirnya kami semua sepakat ada beberapa hal yang akan diubah untuk sosial media Warung Blogger. Pastinya menjadi lebih baik.



Selanjutnya, dilakukan pembicaran untuk keuangan Warung Blogger. Sedih melihatnya bahwa ternyata Warung Blogger adalah komunitas dengan rate card paling bersahabat harganya. Ya, sangat-sangat-sangat bersahabat dibanding komunitas lain. Lucunya, masih ada beberapa brand yang gak mau sama Warung Blogger untuk mengadakan kerja sama.

Di masalah keuangan ini pun gue bekerja lebih fokus karena ini juga masalah masa depan Warung Blogger. Semakin banyak uang bisa dibilang semakin sukses. :D

Untuk lebih lanjut cerita-cerita tentang #MubesWB2018 ini bisa kalian lihat di postingan Warung Blogger. Langsung aja buka yaa disitu: Musyawarah Besar Komunitas Warung Blogger Berbalut Staycation di Maharani Guesthouse, Tebet.



Sebelum pulang ke rumah, kami seluruh admin Warung Blogger pun pada foto-foto. Gak semuanya tapi, kurang satu admin. Admin yang datang adalah Bu Susi, Bu Idah, Bu Evi, Kak Eva, Kak Andhika, Kak Wanda, Kak Ajen, Kak Nuri, Kak Nova, Kak Uni, dan orang ganteng kata ibu-ibu kantin, yaitu saya. Selain itu juga ada penambahan admin dan salah satu admin baru yang datang adalah Kak Yos. Selamat bergabung!

Karena hari sudah malam, gue pun langsung pulang tidak makan malam dulu, takutnya kemaleman. Berhubung ada uang transport yang dikasih sama Warung Blogger, gue pun langsung pulang naik Go*Jek dari lokasi musyawarah sampai rumah gue.

Di perjalanan, gue ngobrol banyak sama yang bawa motor. Gue kaget ketika gue jalan ke arah rumah gue tetapi malah lewat Bandara Halim Perdanakusuma. Ya, gue gak pernah sama sekali lewat situ. Tak peduli dengan jalanan, gue asyik ngobrol-ngobrol sama Go*Jek-nya. Dari obrolan itu, gue jadi tahu istilah DUIT TERBANG. Walaupun sebenarnya gue gak paham banget, gue iya-iya-iya aja ketika abag Go*Jek-nya ngejelasin.

Tiba-tiba ada sebuah dugaan. Kalo lewat Halim, kayaknya nanti gue bakalan lewat sekolah, ekhem, mantan, deh. Gue pun langsung buka maps yang ada di handphone. Dimanakah gue berada dan apakah nanti abang Go*Jek ini akan melewati sekolah mantan? Dan ternyataaaaaaaaa......IYA. Obrolan dengan abang Go*Jek juga udahan karena gak ada topik. You know lah what i do. Ya, tiba-tiba jadi kepikiran mantan. Tempat pertama kali gue ketemu adalah di depan sekolahnya, pagi-pagi, gue waktu itu minjem bukunya dia yang padahal itu adalah buku kakaknya, tapi kakaknya udah lulus. Dia masih malu-malu, gue apalagi. Katanya gue gak denger-denger padahal dia ngomong ke gue. Maaf. Tapi, sekarang udah sering korek kuping, kok. :D

Seandainya aja....eh enggak-enggak. Lanjutin, deh. Seandainya aja gue tadi makan dulu, gak langsung pulang, gak bakalan tuh gue lewat sekolah mantan, hehe. Muncul lah malam itu sebuah rasa rindu tapi tidak untuk diberi tahu.

Sampai rumah, gue langsung makan dan masih kepikiran lewat sekolah mantan lagi. Gue buka laci meja belajar gue dan masih ada sebuah kotak dari mantan yang tidak pernah gue apa-apakan kotak itu. Setelah gue buka, langsung gue taruh lagi itu kotak itu. Mantan, kamu apa kabar? :D

Sekian postingan tentang musyawarah atau rapat Warung Blogger. Jadi kangen mantan lagi euy nulis ini. Gue mau nanya ke kalian, nih. Pernah gak sih kalian musyawarah besar dan musyawarah masalah apakah itu? Kalo gue, kayaknya ini pertama kali, deh ngikutin musyawarah besar gitu. Maklum, gak pernah ikut organisasi-organisasi gitu soalnya, hehe.

Satu kali, gue mau nanya deh. Kalo kamu kepikiran, ekhem, mantan, apa sih yang kamu lakukan? :D

Jawab di kolom komentar, yaw. Terima kasih. :)

Salam UPIL GAUL! :D

Selasa, 6 Februari 2018
Gue mulai aja dari hari ini. Karena kemarin gue ke sekolah cuma bawa laptop tapi gak dipake buat apa-apa, jadi abaikan saja walaupun setiap hari adalah sebuah kenangan. #APASEH

Karena kemarin gak jadi simulasi, simulasi pun diadakan hari ini. Rencananya hari ini tapi ternyata hari ini bukan simulasi. Hanya mengecek spesifikasi laptop dan meng-install software untuk ujian nasional. Istilahnya itu TO (Try Out). Tapi, karena sekarang pake komputer, namanya simulasi. Biar keren dan gaul juga.

Walaupun cuma install aplikasi untuk ujian nasional, gak apa-apa. Yang penting laptop gue kepake dan gue gak sia-sia bawa laptop seperti kemarin. Dampak dari install aplikasi adalah gue free class di pelajaran setelah istirahat kedua sekitar pukul setengah 12 siang sampai pulang. Ya, free.

Rabu, 7 Februari 2018
Hari ini adalah hari simulasi pertama. Pelajaran yang diujikan adalah pelajaran Bahasa Indonesia dan Matematika. Satu kelas gue pada senang karena nanti akan ada free class karena dilakukan simulasi. Pukul 8, simulasi dimulai.

Sayangnya, aplikasi yang sudah di-install kemarin, gak bisa dibuka. Alhasil, satu per satu laptop pun di-install ulang kembali. Ya, yang seharusnya dimulai pukul 8 jadi mundur menjadi kira-kira pukul 10 pagi karena sibuk install ulang lagi.

Hari ini juga sekolah gue kedatangan Gatsby. Biasa lah, promosi produk. Waktu itu Mizone, waktu itu Teh Pucuk, dan masih banyak lagi. Pasti diantara kalian semua pada tahu kan atau pernah denger Gatsby itu apa? Ya, gue juga tahunya itu adalah minyak rambut. Karena berhubungan dengan rambut, Gatsby pun juga mengadakan cukur gratis setiap pembelian produk minimal 30 ribu. Gue awalnya gak mau ikut cukur di sekolah, tapi karena ada dorongan dari temen-temen, jadinya mau. Temen-temen gue juga ikhlas patungan untuk membeli produk Gatsby. Huh..

Alhasil, gue pun potong rambut di sekolah. Itu adalah pertama kalinya di sekolah gue cukur tetapi RAPIH. Biasanya mah asal-asalan aja karena biasanya pas potong rambut di sekolah itu saat razia.

Kamis, 8 Februari 2018
Hari ini akan ada simulasi Ujian Nasional lagi. Kalo kemarin Bahasa Indonesia dan Matematika, hari ini adalah Bahasa Inggris dan mata pelajaran peminatan. Kalo gue milih Fisika. Kenapa, karena milih yang lain berat, kayak..hayo kayak siapa berat. :D

Tidak seperti kemarin yang ada kendala karena harus install ulang, simulasi hari ini berjalan lancar-lancar saja. Kepala Sekolah pun bilang kalo simulasi sekarang dan kemarin itu asal-asalan gak apa-apa karena nilainya itu gak penting. Yang penting nama kita terdaftar disana saat nanti sudah ada hasilnya.

Ada temen gue yang sedang kurang aqua hari ini. Jadi, saat guru pengawas simulasi bertanya, “Ketua kelas mana ketua kelas?” Dengan sigap dan tegas temen gue itu jawab, “Saya, Pak. Nomor belakangnya dua belas.” Maksudnya adalah dua nomor belakang dari nomor pesertanya adalah dua belas. Setelah tahu bahwa ketua kelas yang dipanggil, dia pun malu-malu. Akhirnya, orang itu pun menjadi candaan karena yang dipanggil ketua kelas tetapi dia malah jawab dua belas. :D

DAMN! Mungkin karena sering menertawakan temen gue yang kepedean tadi, akhirnya gue pun mendapat sebuah balasan. Salah satu ATM gue kena blokir karena salah PIN. Jadi, ATM gue ada dua, yang satu dari media, yaitu Provoke! dan yang satu emang gue bikin, Nyokap gue sih yang bikin, pas gue SMP. ATM yang dari Provoke! itu lah yang ke blokir. Mungkin, karena ATM itu sudah setengah tahun gak gue pake jadinya PIN yang seharusnya benar menjadi salah. Gue pun langsung dimarahin sama Nyokap. Padahal, yang ke blokir adalah ATM dari Provoke! bukan ATM gue yang utama.

Jumat, 9 Februari 2018
Karena kejadian semalam, hari ini gue mau langsung konsultasi alias ngadu ke saudara gue yang kerja di bank untuk benerin ATM gue yang ke blokir. Ya, saudara gue kebetulan kerjanya di bank yang ATM-nya gue gunakan. Dia pun langsung membuka blokirannya.

Saat pulang sekolah, gue pun mencoba untuk mengecek ATM gue yang ke blokir kemarin. Dan ternyata, tetep salah PIN. Padahal, PIN-nya itu udah gue ganti jadi 000000 sejak 6 bulan terakhir. Tapi, gak bisa. Gue pun ngadu lagi ke saudara gue dan katanya dia mau berhentiin ATM gue yang sering ke blokir itu ke ATM yang utama. Kita pun janjian akan bertemu di hari Minggu.

Sabtu, 10 Februari 2018
Setelah direncanakan berbulan-bulan, akhirnya hari ini terjadi juga. Hari dimana para blogger dari beberapa kota berkumpul. Ya, hari ini adalah hari dimana gue dan orang-orang yang ikut kumpul menyebutnya #MubesWB2018. Apa sih maksudnya? Maksudnya adalah musyawarah besar Warung Blogger. Buat kalian yang gak tahu apa itu Warung Blogger, itu adalah salah satu komunitas blogger di Indonesia (yang mendunia).

Karen ague menjadi salah satu admin komunitas itu, gue pun diundang untuk berkumpul dan bergabung dalam acara musyawarah itu. Kemarin sih gue biasa-biasa aja, tapi pas mau berangkat kok gue jadi ragu-ragu, ya. Takut karena nanti pasti gue yang paling bocah.

Setelah selesai cuci baju, gue langsung mandi dan makan. Habis makan, gue pun langsung berangkat ke tempat musyawarah itu di Tebet, Jakarta Selatan. Dugaan gue benar, ternyata gue emang yang paling bocah. Karena paling bocah, gue pun menyalami admin-admin disana bak sedang salim sama guru les. :D

(Bersambung di postingan selanjutnya…)

Gue lanjut di postingan selanjutnya aja, ya, tentang musyawarah Warung Blogger ini. Intiya, gue jadi tahu seluk beluk blogger di zaman now, bahwa blogger kayak gue gini bisa dibilang blogger gembel. Soalnya banyak blogger di luar sana yang sudah membuat blogger menjadi profesi. Sedangkan gue? Cuma buat cerita-cerita aja. HAHA.

Minggu, 11 Februari 2018
Seperti yang sudah kalian baca, hari ini ketemuan sama saudara gue yang kerja di bank. Jadi, dia menyarankan untuk membuat ATM gue jadi satu aja. Saldo di ATM Provoke! dialihkan ke ATM gue yang udah dari lama dibuat. Setelah gue kasih ATM, ternyata ATM gue itu masih ATM Junior.

“ATM kamu ini masih yang Junior, ya? Harus dibuat ke yang dewasa, nih. Udah 17 tahun kan?” tanya saudara gue seperti sedang bertanya ke nasabah.
“Iya, Pakde. Tapi, KTP-nya belum jadi. Gimana, tuh?” tanya balik gue.
“Gak apa-apa. Bawa aja resi KTP-nya. Habis itu nanti ATM ini dua-duanya Pakde bawa. Saldonya dipindahin ke ATM yang mau dibuat ke ATM dewasa.”

Kebetulan saat itu gue ajak Nyokap, Nyokap dan gue mengiyakan saran dari saudara gue itu. Setelah selesai konsultasi tentang ATM, gue dan keluarga pun family time ke acara reunian Bokap di TMII. Kebetulan deket rumah gue dan kebetulan temen Bokap gue ada yang kerja disana. Jadi, sabi lah masuk kesana free. Enaknya lagi, bisa masuk ke Museum Air Tawar di TMII gratis karena salah satu pengelolanya adalah temen Bokap gue. Indahnya silaturahmi dengan orang-orang, pasti ada hikmahnya.

Senin, 12 Februari 2018
Cuma sekolah aja. Habis itu latihan nyanyi untuk Ujian Praktek SBK yang padahal prakteknya itu masih dua minggu lagi.

Selasa, 13 Februari 2018
Cuma sekolah juga. Ditambah les dan di tempat les cuma Try Out. Padahal, lebih baik belajar daripada Try Out melulu.

Rabu, 14 Februari 2018
Banyak temen gue yang ulang tahun hari ini. Sayangnya, tidak ada satu pun yang mau traktir. Ya, ngarepbanget.com. HAHA. Di hari ini juga banyak banget orang-orang yang ngerayain Valentine. Gue gak tahu banget itu apa. Yang gue tahu, nanti ada orang yang ngasih cokelat gitu.

Maklum juga gue gak terlalu paham sama itu karena gue gak pernah ngerayain Valentine. Pasti, waktu Valentine itu setelah gue putus dari pacar atau pas gue belum pacaran. Alhamdulillah, gak pernah ngerayain itu. Lagi pula, kan katanya hari kasih sayang. Toh, apakah cuma di hari itu aja aku sayang sama kamu? Ya enggak lah. :D

Jadi, gue yang jomblo ini, tidak merayakan hari kasih sayang itu. Buat kamu yang mau cokelat, berarti kamu mau aku karena kulitku cokelat. Hehe.

Kamis, 15 Februari 2018
Setelah membuat sebuah status kayak gini: Buat kamu yang mau cokelat, berarti kamu mau aku karena kulitku cokelat. Ada orang yang ngebales status gue itu di WhatsApp. “Cokelat beneran dongg,” balasnya.

Setelah obrolan singkat, ternyata cokelat bisa menghilangi stress. Dan intinya, dia mau cokelat beneran. Karena tidak tahu menahu tentang cokelat, ketika di sekolah gue pun beli BengBeng rasa cokelat. Bentar, emang ada BengBeng yang rasanya bukan cokelat? :D

Gue pun bingung ngasih ke orang itu gimana. Rencana ini harus rahasia. Hanya gue dan Tuhan yang tahu. Dan juga kalian yang pada baca ini. Jangan sampai rencana ini tersebar ke orang-orang karena takutnya kalo kesebar nanti jadi HOAX. Rencana ini harus berhasil. Bentar, jangan kasih tahu siapa-siapa, ya, rencana ini. Apalagi ke orang yang mau gue kasih. Ya, walaupun udah kejadian, tetep aja jangan dikasih tahu ke siapa-siapa.

Untungnya, ketika pulang sekolah gue bertemu dengan orang itu. Sempat ada perdebatan di dalam otak, kasih langsung atau kasih secara diam-diam. Setelah debat kurang lebih satu menit, gue simpulkan bahwa ini hanya sebuah benda sederhana, jangan dikasih dengan cara yang biasa.  Akhirnya, dengan jurus yang gak akan gue kasih tahu gimana, gue langsung taruh cokelat itu ke tasnya dan ketika sudah sampai rumah, gue pura-pura nge-broadcast tentang beasiswa ke Jepang.

Di dalam broadcast beasiswa ke Jepang itu, di akhirannya ada sebuah PS (Pesan Singkat) yang isinya adalah pemberitahuan bahwa ada cokelat sederhana di tasnya. Setelah memberi tahu berkali-kali, akhirnya orang itu baru baca. Dan, ya, gue pun berhasil memberinya cokelat sederhana.

Dan ingat, pemberian cokelat ini bukan rangka merayakan Valentine atau apa lah itu. Cuma karena dia mau cokelat aja. Tidak ada maksud apa-apa dan untuk seluruh umat, harap tenang, tidak ada yang menyinggung kalian semua. Ini hanya urusan gue, dia dan Tuhan yang tahu.

***

Itu aja #SOTW kali ini. Ya, gak kayak biasanya. Biasanya dari Senin sampai Jumat, tapi sekarang lebih. Gak apa-apa, lah, ya. Mumpung gue lagi semangat nulis. Kenapa enggak? Cukup sekian aja, kalo ada komentar, sok atuh komen. Jangan lupa mandi. Selamat berlibur panjang, walaupun 3 hari doang.

Sekian, SALAM UPIL GAUL! :D


Senin, 22 Januari 2018
Sudah memasuki minggu ketiga sekolah. Semua sudah menjadi terbiasa. Gak kayak pas awal-awal masuk sekolah, masih agak berbeda suasana. Tapi, sekarang udah biasa. Gak ada bangun kesiangan lagi. Semua aktivitas dimulai seperti saat sekolah sebelumnya.

Hari ini, rencananya gue ulangan kimia. Ngomong-ngomong, kimia adalah salah satu mata pelajaran yang susah banget gue pahami. Harus gue baca puluhan kali baru bisa paham. Untungnya, gak semua materi kimia kayak gitu. Ada beberapa materi kimia yang bisa mudah gue pahami. Sayangnya, kebanyakan susah gue pahami. Oleh karena itu gue gak ngambil Kimia untuk mata pelajaran yang dijadikan ujian nasional. Yang ada malah nanti gue tambah gak paham. Cukup kamu aja yang paham kimia, aku mah ogah. :D

Alhamdulillah, materi yang sekarang mau diujikan itu masih aman. Gue masih ngerti dikit-dikit, lah. Walaupun gitu tetep aja gue panik. Gue sudah berserah diri kepada Allah SWT aja mau gimana pun hasilnya. Semoga aja dapet yang terbaik.

Kabar baik pun tiba-tiba hadir. Katanya, ulangan kimia gak jadi hari ini tetapi diundur hari Rabu. Itu semua berkat temen gue Rio. Jadi, katanya dia papasan sama guru kimia. Guru kimia pun bertanya kepada Rio kalo ulangan kelas gue kapan. Dengan pura-pura gak tahu, Rio pun menjawab, “Hari Rabu, Bu, ulangannya.”

Satu kelas yang lagi belajar kimia padahal lagi pelajaran ekonomi pun langsung pada tutup buku kimia. Dengan ini, gue bisa baca lagi dan memahami materi kimia lagi karena ulangannya diundur. Alhamdulillah.

Selasa, 23 Januari 2018
Selasa kali ini akan gue habiskan waktu di kelas dengan bernyanyi dan mendengarkan musik. Kok bisa? Soalnya, ada dua pelajaran hari ini yang tugasnya adalah bernyanyi, yaitu Bahasa Inggris dan Seni Budaya. Tapi, tugas yang menurut gue sangat menantang adalah Bahasa Inggris. Soalnya, kita dituntut untuk membuat sebuah lagu Bahasa Inggris.

Ya, membuat sebuah lagu. Nada dari kita sendiri. Lirik pun juga sama. Untungnya ini dikerjakan per kelompok, jadi gak ribet-ribet amat. Tapi, kelompok gue mulai mengerjakan itu H-1. Iya, kemarin. Setelah gonta-ganti lirik, Selasa pagi pun baru jadi lirik yang sesungguhnya.

Lirik sudah jadi, tinggal membuat nadanya. Sedangkan tugas ini akan dikumpulkan sekitar 3 jam lagi. Gue sama temen gue, Dafa, mencoba membuat nada yang enak didengar. Berbekal tiga buah kunci gitar, yaitu F, C, dan G. Akhirnya kami bisa membuat sebuah nada yang enak didengar. Ketika gue kasih tau ke anggota kelompok gue, mereka pun setuju dan Alhamdulillah sukses.

Oh iya, gue juga membuat nada bersama Arvid yang punya gitarnya. Awalnya dia yang bermain gitar, gue hanya mengucapkan nadanya lewat mulut. Akhirnya, cara main gitarnya dia gue tiru dan Alhamdulillah berhasil. Kebetulan kelompok gue tampil terakhir, jadi gue masih bisa siap-siap dulu. Gak panik-panik amat, lah.

Setelah kelompok gue tampil, ada sebuah kebahagiaan tersendiri untuk gue dan kelompok gue, gurunya bilang kalo ending dari lagu gue itu bagus, ending-nya pas gitu, gue juga gak tahu maksudnya apa, pokoknya katanya pas aja dan (maaf) gak kayak kelompok sebelum-sebelum gue tampil yang gak tahu ending-nya gimana. Bukannya sombong, loh, ya, ini, tapi emang bener gurunya bilang gitu. Gak sia-sia 3 jam gue mikirin nada.

Untuk pelajaran Seni Budaya, hanya nyanyi-nyanyi dikit aja. Soalnya gak ditunjukkan ke depan kelas tetapi hanya latihan. Oh iya, saat pelajaran Seni Budaya, ada sesuatu yang menggemparkan sekolah gue. Gempa bumi. Katanya, sih, gitu. Tapi, gue gak ngerasain gempa itu. Yang gue tahu, saat itu gue lagi kebelet buang air besar, lalu tiba-tiba guru Seni Budaya gue langsung kabur keluar kelas. Ketika sudah di luar kelas baru berkata ada gempa. Ya, guru gue mementingkan dirinya sendiri, tidak mempedulikan muridnya yang masih ada di dalam kelas. Gue yang gak ngerasain gempa langsung ikut keluar kelas juga.

Oh iya, waktu itu handphone gue masih di charger, jadinya cabut charger dulu baru keluar kelas. Bukannya sayang handphone, takutnya nanti kalo handphone-nya ditinggal, gak bisa chat sama kamu dong? Eaaaa. :D

Untungnya, gempanya aman dan tidak ada korban jiwa. Mungkin itu semacam peringatan dari Allah SWT agar kita lebih mendekatkan diri lagi kepada-Nya.

Rabu, 24 Januari 2018
Minggu ini adalah minggu yang dinamakan Pekan Maulid di sekolah gue. Namanya gitu karena dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, sekolah gue mengadakan lomba dan lombanya itu ada di minggu ini. Gue gak tahu banget lombanya apa aja. Yang gue tahu, gue ikutan lomba Nasyid bersama teman-teman gue. Jadi, lomba itu diwajibkan untuk membawa 5 orang siswa dari tiap kelas.

Gak ada persiapan sama sekali untuk lomba Nasyid kali ini. Karena kita semua sibuk sama ulangan kimia. Aslinya, gue gak sibuk-sibuk amat, sih. Bisa aja latihan, itung-itung refreshing setelah pusing belajar kimia. Tapi, sebagian temen gue ada yang tetep mau fokus belajar.

Setelah istirahat kedua, lomba pun dimulai. Gue dan temen-temen gue dateng telat karena belajar dahulu beberapa menit. Ketika sampai di tempat lomba, yaitu Ruang Audiovisual (AVI), Dafa dan Machfut temen gue ke meja registrasi dan mengambil nomor tampil. Emang udah rejekinya atau gimana, gue dan temen-temen gue maju keempat. Ya, dateng terakhir tapi maju keempat. Dan saat itu sedang ada penampilan kedua.

Mungkin karena grogi atau apa, di awal Sholawat kami salah semua. Ya, nada sholawatnya berbeda daripada saat kita lagi latihan. Sudah hampir setengah jalan, akhirnya diulang kembali. Penonton pun pada tertawa. Banyak yang mengira bahwa kesalahan ini adalah kesalahan yang dibuat-buat. Padahal, memang ini nyatanya, kita salah.

Alhamdulillah, penampilan berhasil dengan lancar. Walaupun ada kendala sedikit.

Kamis, 25 Januari 2018
Hari ini adalah hari dimana film Dilan 1990 tayang. Gue mau nonton tapi masih bimbang. Ya, bimbang sama siapa. Palingan juga nanti ujung-ujungnya nonton sendirian. Untuk kamu, jangan nonton Dilan sendirian, gak akan kuat, ajak aku aja. :D

Pagi hari, hujan deras turun ke bumi. Sebuah keberkahan bagi siswa di sekolah gue kalo hujan turun. Soalnya, hampir setiap hujan gak apa-apa kalo telat. Biasanya, sih, gitu. Sayangnya, hujan sudah berhenti sebelum pukul 06:30. Jadi, sudah dipastikan nanti yang telat akan dihukum. Gue pun dengan santainya berangkat ke sekolah sekitar pukul 06:15. Ternyata, tak diduga-duga, jalanan sangat-sangat macet.  Gue berdoa semoga aja gak telat, eh, gak taunya sudah lewat dari pukul 06:30 gue masih di jalanan terkena macet.

Alhasil, gue telat. Untungnya, pelajaran pertama olahraga, pasti gurunya sering telat dikit, jadi menurut gue masih aman. Gue pun mengisi buku telat di depan gerbang setelah itu langsung pergi ke kelas. Padahal, seharusnya gue harus ke meja piket dahulu untuk meminta surat izin masuk kelas. Berhubung gak ketauan, langsung cabut aja, hehe. Boleh ditiru tapi jangan sering-sering.

Sesampainya di kelas, ternyata guru gue belum masuk. Jadinya, masih aman. Rejeki di pagi hari, hujan dan gak usah ngisi buku telat di meja piket yang bisa nambah poin. :D

Jumat, 26 Januari 2018
Seperti minggu sebelumnya, hari ini adalah hari ulangan matematika minat. Jadi, setiap hari Jumat sudah dipastikan kelas gue ulangan matematika minat. Udah fix gak bisa diganggu gugat. Sayangnya, ulangan matematika minat kali ini, soalnya haduhh… Angkat tangan deh gue. Mungkin, karena emang malamnya gue gak belajar. Jadi, gak semua soal gue jawab, hanya beberapa aja. Itu pun gak tahu apakah sudah benar atau masih salah. Hanya Allah dan guru matematika minat yang tahu.

Udah hari Jumat, besok adalah hari Sabtu, ya, Sabtu besok berbeda dari Sabtu biasanya karena ada Try Out SBMPTN dari Universitas Bakrie. Gak usah gue ceritain panjang-panjang, pokoknya soalnya sulit. Sekian.

***

Cukup sekian #SOTWKAPE kali ini. Maaf sekali kalo gue jarang nulis #SOTWKAPE. Cuma kalo ada hal-hal yang menarik aja, ya, gue tulisnya. Paling-paling kejadian setiap hari gue nulisnya di binder rahasia gue atau di Word lalu disimpan di file rahasia negara gue kayak kejadian misalnya minjemin buku ke orang gitu atau yang lain, hehe. Sekian, semoga kalian semua sukses! Tunggu postingan #SOTWKAPE selanjutnya, yaw! SALAM UPIL GAUL! :) 
Sorry so soooorrry. Sorry kalo gue minggu kemarin gak update blog karena sibuk. #Alasan. Gue tahu, diantara kalian gak ada yang nunggu tulisan gue kok. Gue tahu, gue tahu, gue tahu, lo tempe. Jujur, gue aslinya bingung mau nulis apa sekarang. Mau nulis tentang Story of The Week Kape atau #SOTWKAPE, kayaknya kurang menarik karena kejadian sehari-hari gue cuma bangun tidur-sekolah-les-pulang-ngerjain pr-tidur-bangun tidur-dan seterusnya.

Fyi, ada alasan penting kenapa gue gak ngeblog minggu kemarin. Itu disebabkan karena sekarang laptop gue dipasang sama abang-abang tukang service komputer itu Windows 10. Sedangkan laptop gue gak kuat menggunakan Windows 10. Akhirnya, setiap mau klik apa-apa agak menunggu lama. Jadinya kesel, jadinya males deh untuk nulis. Mungkin kalo lo jadi gue akan melakukan hal yang sama. Mungkin.

Tapi, setelah tadi gue ke kamar mandi dan buang air besar, saat selesai gue pun langsung cebok, hehe. Jijik, ya? Sama, gue nulisnya juga jijik. Jadi, gue mendapatkan ide untuk menulis sebuah pengalaman gue saat menerima laporan belajar atau biasanya disebut Rapor atau Rapot. Ya, pokoknya itu lah. Gue pun mau menulisnya walaupun ditemani dengan kelemotan laptop gue setiap beberapa menit. Tak apa.



Oke, jadi gini, akhir tahun kemarin, tepatnya bulan Desember 2017, Nyokap gue ambil rapot gue. Sudah lebih dari lima kali Nyokap gue ambil rapot gue di sekolah. Kan ada  rapot tengah semester juga, jadi kalo diitung-itung bisa lebih dari lima. Setiap habis ambil rapot, pasti ada hal yang selalu dinanti-nanti. Ya, nilai.

Bukan bermaksud untuk sombong atau apa, Alhamdulillah, nilai rapot gue kemarin naik. Lumayan lah pokoknya naiknya. Sedangkan kemarin-kemarin, nilai gue itu pasti naik-turun kayak harga minyak di dunia. Usut punya usut, gue pun mulai melakukan observasi kenapa gue bisa begini. Nilainya jadi turun dan kenapa jadi naik.

Dulu, awal masuk SMA semester pertama ketika ambil rapot, gue masuk peringkat 10 besar. Tapi, semester duanya nilai gue turun cukup banyak. Gue pun akhirnya menemukan jawabannya kemarin setelah ambil rapot.

Jadi, ketika semester pertama di kelas 10, gue punya pacar. Dia selalu menyemangati gue ketika mau belajar dan melakukan segala hal, bahkan untuk ngeblog juga. Nah, karena semangat darinya itu lah gue bisa mendapatkan peringkat 10 besar di kelas 10 semester pertama. Sayangnya, eh, udah gak sayang lagi, deh, HAHAHA, ketika awal semester dua, gue putus. Gue waktu itu sempet down. Ya, selemah itu gue sama yang namanya cinta. Hasilnya, nilai semester 2 kelas 10 gue turun run run. Bukan lari.

Nah, di kelas 11 semester pertama, gue dapet gebetan baru. Sampai akhirnya berpacaran. Gue dapet semangat lagi dan akhirnya saat mengambil rapot, nilai gue naik lagi. Wah, gue sangat seneng dan bersyukur. AKAN TETAPI AKAN TETAPI AKAN TETAPI, di semester duanya gue PUTUSSS LAGIIII. Ya, kayaknya kredit motor sama lama gue pacaran itu lamaan kredit motor. Seperti yang udah kalian tebak, nilai gue turun lagi. Ya, turun cukup drastis lagi sama halnya seperti kelas 10.

Btw, kayaknya gue cupu banget, ya. Gak bakat buat pacaran, paling lama juga cuma 3 bulan habis itu putus. Atau lama saat PDKT doang, pas udah pacaran paling cuma 2-3 bulan. :D

Di kelas 12 semester pertama pun gue berusaha untuk gak pacaran lagi. Gue udah tahu siklusnya bahwa kalo gue cari pacar di semester pertama, lalu jadian di semester pertama, kemudian nilai gue naik di semester pertama dan nantinya pasti di semester kedua akan putus dan nilai gue turun. Makanya gue gak mau pacaran lagi. Selain takut nilai turun, juga takut dosa.

Walaupun begitu, tetep ada kok orang-orang yang menyemangati gue, kayak orang tua gue, sahabat gue, teman-teman gue, kamu, iyaaa kamuu, dan mungkin kalian yang tidak bisa gue ucapkan satu per satu namanya. #eaaa. Hasilnya, karena gue gak pacaran di kelas 12 semester pertama ini, nilai gue naik drastis.

Oleh karena itu, gue simpulkan bahwa gue aslinya gak butuh yang namanya pacar. Gue cuma butuh semangat dari orang-orang terdekat aja. Karena kalo dari pacar, pas udah putus pasti nanti jadinya malah sakit, gak semangat lagi. Mending cari aja semangat dari orang-orang. BUKAN PACAR! Mungin, kalian semua juga sama kayak gue, cuma butuh semangat aja. :)

Dan insyaAllah, karena sekarang gue lagi belajar untuk hijrah, gue gak akan pacaran lagi sampai menikah. Bantu doanya, ya, teman agar kita semua terhindar dari dosa-dosa. Aamiin. Apalagi, kalo gue sekarang cari pacar, gue dikit lagi mau ketemu sama ujian-ujian-ujian soalnya udah kelas 12 kayak ujian praktek, ujian sekolah, USBN, Ujian Nasional, tes masuk ke sekolah kedinasan, dan SBMPTN. Banyak juga, ya. Takutnya kalo nanti gue lagi ujian-ujian, eh, pacar ngambek, jadinya kan pusingnya ada dua, pusing ujian dan pusing mikirin pacar. Kalo gak punya pacar, insyaAllah diberi kelancaran ujiannya oleh Allah SWT. Betul kan?

Seperti judul postingan ini, gue mau kasih tips supaya nilai rapot kalian tinggi. DUIT. Doa, Usaha, Ikhtiar, Tawakkal. Udah itu aja. Gak ada tuh yang namanya pacar-pacar-pacar. Toh, mau lo punya 1000 pacar juga gak akan menunjukkan bahwa itu prestasi lo. Pacar lo juga belum tentu jodoh lo. Yang lo dapet dari pacaran juga palingan cuma sakit hati. Kenapa bisa gitu? Karena Tuhan gak setuju kalo lo itu pacaran. Makanya dia suka ngasih sakit hati ke orang-orang yang pacaran. Sekian.

SALAM UPIL GAUL! HIDUP JOMBLO!
Alhamdulillah gue ucapkan, eh, gue tulis soalnya kita bisa menghirup udara segar di tahun 2018 ini. Mungkin jika kalian sedang berada di belakang bus Mayasari Bakti atau truk Pantura yang asap kendaraannya sangat tebal, hitam dan pastinya kotor, udara kalian pasti tidak segar.

Kalian ngerasa gak, sih, kalo misalnya kayak baru beberapa bulan kemarin ada tahun baru 2017, eh, sekarang udah tahun baru 2018. Seandainya merasa, berarti banyak kegiatan yang kalian lakukan di tahun 2017. Kalian menghabiskan banyak waktu sampai tidak kerasa kalau kemarin baru ngerayain tahun baru 2017. Kayak kalian buang-buang waktu sama pacar kalian, gak kerasa kan, tiba-tiba udah putus aja. Rasanya kayak baru kemarin PDKT-Nembak-Jadian, eh, udah putus. Hehe.

Karena masih suasana tahun baru, pasti identik sama yang namanya resolusi, ya. Bener gak? Di postingan sebelum ini juga ada yang komentar untuk nulis resolusi karena kemarin gue udah nulis hal-hal yang terjadi di tahun 2017. Ngomong-ngomong soal resolusi, gue gak terlalu paham sama resolusi itu apa. Yang gue tahu secara singkat, itu adalah sebuah tuntutan gitu, kan, ya? Misalnya kayak harus kurus gitu, ya. Iya, gak, sih? Kalo kalian tahu lebih lanjut tentang resolusi, bisa komentar di bawah, ya.

Gambar dicomot dari Pinterest dan dikasih tulisan oleh gue sendiri, iya, gue sendiri, jomblo.

Yang gue tahu adalah mimpi. Gak salah kan bermimpi di awal tahun dan berharap mimpi itu terkabul di tahun yang sama? Semoga aja mimpi-mimpi kita di tahun ini tercapai. Aamiin. Gue pernah baca di blognya Alitt Susanto, yaitu www.shitlicious.com. Disana ada salah satu postingan tentang mimpi. Di postingan itu ada sebuah dream note yang ditulis sama Alitt dan hampir dari seluruh mimpinya udah tercapai.

Jadi, kesimpulan singkatnya (padahal kesimpulan itu udah singkat) adalah kalo kita punya mimpi, kita tulis aja. Jangan cuma di bayangin kayak misalnya tahun ini mau punya ini itu ini itu. Jangan. Lebih baik kita tulis. Kenapa kita tulis? Agar kita selalu ingat dengan mimpi kita itu. Catat semuanya secara detail. Saran gue, tulis mimpi kalian tuh begini: “Di tahun 2018, gue bisa punya laptop Apple keluaran terbaru atau yang lebih baik dan lebih canggih dari itu.” Ya, itu adalah salah satu mimpi gue di tahun ini. Ditambah kalimat yang lebih baik dan lebih canggih supaya ada barang lain terbaik dan lebih canggih yang bisa didapat. Tak lupa juga ditulis tahunnya supaya inget target mimpi itu.

Bukan cuma itu aja. Setelah ditulis mimpi-mimpinya, kita juga berusaha supaya mimpi itu terkabul. Inget, usaha itu gak akan pernah mengkhianati hasil. Kalo lo usahanya loyo-loyo, ya, pasti nanti dapetnya juga yang loyo-loyo. Kalo lo usahanya keras, gigih, semangat, coba aja liat deh hasilnya, pasti yang terbaik.

Ya, yang terbaik. Terkadang, kita usaha dengan sepenuh hati, semangat, kerja keras, tapi kita tidak dapat apa yang kita mau. Bukan tentang yang kita mau, tapi yang kita butuhkan dan yang terbaik untuk kita. Tuhan itu punya rencana yang paling baik untuk kita.

Tak lupa juga usaha disertai dengan doa. Banyak loh kekuatan-kekuatan doa yang manjur. Semisal ketika lo lagi dalam keadaan kepepet, misalnya ada razia gitu, tapi kalian gak bawa surat-surat, banyak-banyak berdoa aja di saat itu, dan jangan lupa buat kalian yang Muslim, banyak-banyak sholawat. InsyaAllah nanti polisi gak akan ngeberhentiin kalian. Inget, kalo kepepet banyak-banyak doa aja, insyaAllah terkabul.

Selain usaha yang banyak, doa juga yang banyak. Jangan nanggung-nanggung kalo lagi berdoa. Minta yang lebih banyak dan yang paling terbaik. Gak usah setengah-setengah biar kalian percaya kalo kekuatan doa itu besar. Percaya deh, usaha besar sama doa yang sama besarnya, mimpi kita insyaAllah terkabul. Dan Tuhan akan ngebales mimpi-mimpi kita tidak dengan kata “Tidak”. Tuhan akan membalas mimpi-mimpi kita dengan: “Ya.” Atau “Ya, belum saatnya.” atau “Aku punya yang lebih baik dari itu.”. Tidak ada kata tidak.

Buat kalian yang muslim, perbanyak sholawat juga. Gue pernah liat postingan AskFM anaknya Ustad Yusuf Mansur, Wirda Mansur. Tau gak? Kalo gak tahu, kurang gaul lo silahkan cari tahu jangan tempe. Jadi, dia itu sering dapet barang-barang yang dia mau. Ketika ada salah seorang bertanya, gimana, sih, rahasinya bisa kayak begitu. Dia pun menjawab sholawat aja, baca “Allahumma shalli ‘alaa sayyidinaa Muhammad” setiap hari 1000 kali. Ya, 1000. Kata dia begitu dan insyaAllah barang atau sesuatu yang kalian mau bisa didapat. Tuh, buat yang Muslim.

Mungkin cukup sekian yang bisa gue tulis tentang mimpi, bukan resolusi karena gue gak tahu tentang resolusi. Yuk mari kita tulis mimpi kita. Btw, gue udah nulis mimpi-mimpi gue sebagian untuk tahun ini. Gue mau foto tapi malu, jadi gak jadi, hehe. Kita doa aja bersama semoga mimpi-mimpi kita di tahun ini terkabul semuanya. Aamiin. :)

Sekian dan SALAM UPIL GAUL! :D
Yak yak yak, halo semuanyaaa. Seperti sudah lama tidak berjumpa, ya. Ya, emang kita belum pernah berjumpa. Ada yang mau gak berjumpa sama gue? Apa? Gak ada? Ya, gue memaklumi hal itu karena pasti kalian takut kalo ketemu gue nanti dikasih upil. Padahal, upil gue ini adalah UPIL GAUL, jadi seharusnya kalian santai aja.

Sekarang udah tanggal 30 Desember 2017 aja. Besok tanggal 31 dan besoknya udah tanggal 1 di bulan baru dan pastinya di tahun yang baru. Gak kerasa, ya. Padahal kayak baru kemarin gitu ngerayain tahun baru 2017. Btw, kalimat sebelum-sebelum ini adalah kalimat basi di akhir tahun. Ngerasa gak, sih?


Nah, berhubung sekarang udah ada di penghujung tahun, gue mau nyatakan cinta cerita-cerita sedikit hal yang terjadi di 2017. Bukan hal-hal di Indonesia, ya. Tapi, hal yang terjadi sama gue dan yang ada di sekeliling gue. Langsung aja, deh. Oh iya, fyi, untuk #SOTW minggu ini gak ada, ya. Soalnya gue kemarin-kemarin sakit hati, jadi cuma di rumah aja dan belum ada cerita menarik. Ada sih, tentang dokter yang meriksa gue di klinik deket rumah.

Cerita dikit, deh, sebelum nyeritain tentang tahun 2017. Jadi, dokter yang meriksa gue itu adalah dokter lulusan Universitas Indonesia. Setelah gue diperiksa, gue sama dia ngobrol sebentar gitu bareng Bokap gue juga. Ternyata, dia lulusan dari SMAN 3 Jakarta. Anak Teladan. Salah satu sekolah gaul di Jakarta. Dia cerita katanya kalo dulu dia itu lulus SBMPTN karena untung-untungan. Temennya ada yang sangat pintar tetapi gak lolos. Kalah sama dia yang katanya biasa-biasa aja. Kata dia, lulus ujian masuk PTN itu untung-untungan. Kalo emang udah rejekinya, ya, nanti juga masuk. Kalo belum rejeki, ya, mungkin ada sesuatu yang lebih baik.

Dokter itu juga memberikan beberapa tips untuk gue. Katanya kalo mau belajar itu di pagi hari. Ya, sekitar pukul 3 atau 4. Buat yang Muslim juga bisa sekalian Sholat Tahajud. Soalnya belajar di pagi hari itu membuat kita ingat sama materi karena otak masih fresh. Dan dokter juga memberikan tips, jika mau ujian, gak usah belajar, tutup bukunya. Belajar itu jauh-jauh hari. Kalo bisa seminggu sebelum ujian sudah siap mengerjakan bukan masih luntang-lantung belajar. Gitu.

Oke, itu aja sedikit cerita tentang dokter. Aslinya kalo diceritain secara detail bisa jadi satu postingan, hehe. Nah, berikut adalah hal-hal yang terjadi di tahun 2017. Yang menurut gue penting, menarik, unik, dan mungkin akan terus diingat.

Patah Hati (Bukan) Nasional
Entah ini sebuah kutukan atau bukan, semoga aja, sih, bukan. Setiap gue pacaran pasti putusnya adalah di awal tahun. Tahun kemarin gue putus, tahun ini pun juga sama, putus. Rasanya tuh kayak awal tahun adalah sebuah event buat gue untuk mengakhiri hubungan dengan seseorang.

Tahun ini, tepatnya awal tahun ini, gue putus. Kalo ditelaah, sih, kayaknya emang gue aja yang gak bakat berpacaran. Masa dua tahun berturut-turut, putusnya sama di awal tahun. Seharusnya kan putus untuk memutuskan menikah bukan untuk putus terus ngejauh. Iya gak?

Oleh sebab itu, setelah putus di awal tahun, sampai saat ini gue gak mau pacaran lagi. Bukan, bukannya gak bisa move on. Bukan juga takut untuk jatuh cinta lagi. Tapi, untuk apa kita jatuh cinta kalo cuma buat buang-buang waktu aja? #APASEH #SOKSOKANPUITIS. Intinya adalah, jangan coba jatuh cinta kalo belum siap jatuh karena cinta.

Tenang, aku tetep cinta kok sama kamu. Iya, kamu. Yang lagi baca tulisan ini. Aku cinta, deh. Soalnya cuma kamu doang yang mau baca tulisanku. Orang lain mah biasanya cuma baca tulisan di tiang listrik tentang “Sedot WC” atau “Badut Sulap”. Terima kasih, ya, kamu, udah mau baca tulisanku. Aku cinta sama kamu, hehe. Jangan kasih tahu siapa-siapa, ya, kalo aku cinta sama kamu. Nanti takutnya semua pada iri sama kamu. :D

Ngeblog Lagi Disini
Setelah setahun gak nulis sama sekali di blog ini. Di tahun ini tepatnya di bulan Mei kemarin gue memutuskan untuk menulis kembali di blog ini. Karena gue mau nulis lagi seperti dulu ketika masih ingusan, maka dari itu gue dengan cepat membeli sebuah domain untuk blog ini menjadi www.upilgaul.com. Kenapa upil? Soalnya kan dulu masih ingusan, nah, sekarang udah kering, jadinya upil, deh. Jangan jijik, ya. Kalo mau upil, bilang aja ke gue. :D

Enggak-enggak, ada kok asal-usulnya kenapa blog ini gue namakan UPIL GAUL. Tinggal kalian klik aja, nih, tulisan UPIL, nanti kalian akan langsung dibawa ke laman asal muasal namanya itu. Awalnya memang berat, bukan berat karena menggunakan nama upil, tapi berat soalnya nulis lagi disini. Apalagi gue udah lama banget gitu gak nulis bebas. Jadinya kan agak sulit-sulit. Tapi, lama kelamaan juga terbiasa, kok, kayak sekarang.

Udah Legal
Di tahun ini adalah tahun dimana gue mendapatkan sebuah kartu tanda penduduk yang sekarang belum jadi-jadi karena masih di korupsi. Ya, gue udah 17 tahun. Gak kerasa, deh, rasanya kayak baru kemarin keluar dari perut Nyokap, sekarang udah 17 tahun aja. Waktu memang begitu cepat, ya. :D

Asyiknya karena udah legal, bisa kemana-mana tanpa takut, "Aduh, masih kecil, nih. Belum boleh kesana." Tapi, sekarang kemana-mana udah bebas. Tenang, gue gak akan ke tempat-tempat dugem, kok. Kalo kalian maksa gue ke tempat begituan, oke kalo maksa. HAHAHA. Ya enggak, lah. Telat makan aja udah pusing apalagi masuk ke tempat begituan. :D

Jadi Reporter Koran
Di bulan Ramadhan tahun ini, untuk mengisi waktu kosong, kayak hati #eeehhh. Gue coba ikut-ikutan Summerclass yang diadakan oleh Zetizen. Zetizen adalah sebuah rubrik anak muda yang ada di Koran Jawa Pos. Bagi gue, ini adalah kesempatan yang besar untuk menambah pengalaman dan teman-teman baru.

Awalnya, gue kira yang ikutan ini, tuh, sedikit, gak rame-rame banget. Ternyata emang benar. Tapi, justru enaknya disini. Karena gak rame-rame banget, rame aja, sekitar 50-an orang, mengerjakan proyek yang diberikan menjadi lebih serius. Gak ada yang gak kerja. Semuanya kerja. Jadi, program ini tuh ada beberapa bagian, ada bagian fotografi, videografi, ilustrasi, sama menulis. Kalian pasti tahu, dong, gue ikut apa. Apa? Tari? Gak ada!

SIngkat cerita, dibagi kelompok dan nanti di kelompok itu akan membuat halaman Zetizen. Ya, yang nulis, fotonya, ilustrasinya, semuanya dibikin oleh kami, anak muda sekitar 50-an orang yang terpilih untuk mengikuti Summerclass.

Gue pun mendapat pengalaman baru ketika mengikuti ini, bukan hanya sekedar pengalaman. Gue jadi belajar gimana rasanya jadi penulis artikel di sebuah media terutama koran. Cukup berat tapi kalo kita lakukannya enjoy, jadinya seru dan asyik dan tidak lupa dengan target. Gue turun langsung ke lapangan supaya mendapatkan hasil kayak semacam riset gitu untuk membuat sebuah artikel. Namanya koran, ya, harus benar-benar fakta, bukan main-main kayak blog ini, hehe.

Sayangnya, ketika tulisan terbit, gue lagi di kampung. Dan di kampung gue ada Jawa Pos, ketika buka rubrik Zetizen, gue lihat ternyata malah Zetizen daerah kampung gue, Zetizen Radar Madiun, bukan Zetizen Jakarta. Jadi, gue gak bisa beli bentuk fisik hasil karya gue sama kelompok gue. Kurang lebih begini, lah, tampilan rubrik Zetizen kelompok gue:


Menang Lomba (Alhamdulillah) Banyak
Tahun ini juga bisa dibilang menjadi tahun yang membanggakan buat gue pribadi. Soalnya, gue bisa memenangkan lomba yang biasanya gue gak pernah menang tiap ikutan lomba. Mungkin karena emang lagi waktunya aja gue untuk menang, kalo kemarin-kemarin belum waktunya.

Lombanya adalah lomba membuat vlog yang diadakan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. Hadiahnya juga bagi gue, sih, lumayan. Mungkin buat kalian hadiahnya bukan apa-apa, tapi bagi gue sebagai pelajar, hadiahnya cukup menggiurkan, yaitu kamera action cam Xiaomi YI. Kalo dijual kan lumayan.

Itu gue termasuk pemenang mingguan. Gue pun disuruh untuk ikutan lagi karena nanti yang menang mingguan dikompetisikan lagi untuk mendapatkan Juara 1, Juara 2, Juara 3 dan Juara Favorit. Gue pun banyak berdoa dan agak niat untuk membuat video selanjutnya karena Juara 1 dan Juara 2 jalan-jalan ke Raja Ampat.

Akan tetapi, Tuhan berkata lain. Belum waktunya gue untuk ke Raja Ampat. Akhirnya gue hanya menjadi juara favorit aja. Gak apa-apa lah, dapet action cam lagi. So, dalam jangka waktu kurang lebih dua bulan gue dapet dua biji action cam. Alhamdulillah. Rejeki itu emang udah ada yang ngatur. Kalo dulu gak menang, sekarang menang dua kali, hehe. :)

Kehilangan Sahabat
Jadi, gue punya temen. Di pertengahan tahun lalu, dia terkena penyakit yang gak tahu penyakitnya apa, pokoknya kayak lagi sakit radang. Setelah berhari-hari, penyakit itu gak sembuh-sembuh sampai akhirnya diketahui bahwa temen gue itu mengalami penyakit kanker lambung.

Karena gue gak tahu cerita panjangnya gimana, singkat cerita, bulan lalu ia meninggal dunia. Huh, sangat disayangkan. Satu angkatan sekolah gue nyelawat ke rumahnya. Padahal, bisa dibilang temen gue ini deket banget sama gue. Setiap gue minta tolong apa pasti dengan senang hati dia mengerjakannya. Gak tahu, sih, dia seneng atau tidak, hehe.

Salah satu yang sering gue minta tolong ke dia adalah untuk bikin artwork. Itu loh, gambar yang kayak kartun gitu. Ya, terakhir kali gue minta dia lagi sakit dan gak bisa buatin. Ada rasa bersalah juga gue sama dia. Baiknya dia, setiap gue mintain tolong untuk membuat artwork, semuanya secara cuma-cuma. Jadi, sekarang gak ada lagi orang yang mau secara cuma-cuma buatin artwork buat gue. Buat kalian yang baca, bantu doa, ya teman-teman semua buat temen gue ini. Semoga diampuni segala dosa-dosanya dan semoga tenang di alam sana. Aamiin.


Lemah
Tahun ini juga gue menjadi anak yang gak kayak biasanya. Biasanya gue itu di sekolah absen gak sampe lebih dari 1 kali. Tapi, tahun ini kalo dihitung-hitung lebih dari dua kali. Gak tahu juga, sih, gue ini antara lemah atau males sekolah.

Gue juga sekarang lemah, setiap telat makan pasti badan rasanya gak enak. Kata dokter, sih, gue gak boleh tuh sama yang namanya telat makan. Soalnya takut asam lambungnya naik, jadinya gak enak di badan. Kalo dipikir-pikir asam lambung gue pinter juga, ya, bisa naik. Kalo males, gak belajar, kan gak naik. :)

***

Mungkin itu aja beberapa hal yang terjadi di tahun 2017 yang lagi keinget sama gue. Kayaknya masih banyak tetapi karena gue lupa, segitu aja. Ada juga yang menurut gue sepatutnya tidak usah ditulis, kayak mengupil tetapi yang keluar upilnya itu warna hitam karena habis mimisan. Gak usah ditulis juga, kan? Daripada nanti kalian jijik. :D

Coba ceritain juga dong, hal apa sih di tahun 2017 ini yang kalian ingat, yang menurut kalian itu mengesankan, membanggakan, atau menyedihkan. Sok atuh cerita di kolom komentar. Kalo takut identitasnya ketahuan, komentar aja pake anonym. Sekian dan Terima Kasih. SALAM UPIL GAUL! :)
Karena kemarin sibuk dan karena kemarin kepala gue pusing sampai-sampai ada koyok di kepala, akhirnya gue menulis lagi. #SOTWKAPE kali ini akan membahas classmeeting yang diadakan kemarin setelah PAS selesai. Dan jangan lupa komentar “Mantap Jiwa Postingannya!” kalo kalian bingung mau komentar apa, hehe.

Gambar diambil dari Pinterest.

Kamis, 14 Desember 2017
Hari ini adalah hari pertama diadakannya classmeeting di sekolah gue. Jadi tuh, acaranya cuma kayak lomba-lomba gitu aja. Sebelum lebih lanjut, gue mau kasih tahu bahwa lombanya itu ada lomba voli, basket, futsal, dan catur kalo gak salah.  Nah, di hari pertama ini, mungkin karena sangking banyaknya kelas yang bermain, kelas gue cuma kedapetan main voli aja.

Gue yang kejagoan untuk bermain voli pun tidak ikutan karena takut musuh-musuhnya pada kalah banyak, terus nanti nangis di rumah si musuhnya karena kalah. Supaya hal itu tidak terjadi, gue pun akhirnya gak ikutan main, biar temen-temen gue aja yang bermain.

Untungnya, kelas gue menang dan akan main lagi besok hari. Ya, gue dan temen-temen gue pada nungguin untuk bermain yang lain bukan cuma voli, tapi ternyata emang cuma voli aja. Kebetulan juga, di hari ini ada tugas fisika yang harus dikumpulkan besok pagi. Tugasnya adalah membuat sebuah alat fisika. Gue dan temen-temen sekelas gue pun pada dispen untuk pulang duluan karena mau kerja kelompok.

Karena kelompok fisika gue gak mau ribet dan no simple, eh, itu mah malah kebalikannya. Pokoknya gak mau ribet gitu deh. Jadinya kami membuat alat fisika, yaitu lampion. Jangan kasih tahu siapa-siapa, ya. Lampion gue ini beli di online shop karena gue pernah bikin gak berhasil. Supaya gak ketahuan banget kalo gue beli, kami pun mengganti kertas lampion dengan kertas yang berwarna lain. Inget, jangan kasih tahu ke orang-orang, ya. Apalagi guru fisika, nanti kalo ketahuan ribet. Makasih. :)

Jumat, 15 Desember 2017
Hari ini, kelas gue kedapetan buat main futsal. Awalnya gue mau ikutan, tapi karena gue jago, gak mau ikutan, deh. Lagian juga pas gue mau ikutan, gue tanya ke temen gue skornya berapa-berapa. Jawaban temen gue adalah, “Gak tau, pokoknya kalah, kebantai banyak.” Gue pun gak jadi ikutan. Dan ternyata kelas gue lawan anak kelas 10 yang masih cukup junior dan kelas 10 membantai kelas gue dengan skor 6 – 0. Kelas gue 0. Sangat menarik.

Tak berapa lama kemudian, ada sebuah info dari anak kelas sebelah bahwa alat fisika yang seharusnya dikumpulkan hari ini, tidak jadi dikumpulkan dan seharusnya membuat alat fisikanya dari materi kelas 12. Sedangkan kemarin dia bilang materi dari kelas 10 atau kelas 11 tidak apa-apa. Mendengar itu, anak kelas gue pun langsung pada kesal dan rasanya ingin menghancurkan alat yang dibuat, didepan wajah sang guru. Kelompok gue sih gak masalah karena…tau lah karena apa, hehe.

Padahal, pagi hari tadi gue membantu temen gue yang rumahnya gak jauh dari gue untuk membawa alat fisikanya. Dia membuat alat semacam mainan ambil boneka-bonekaan di Timezone gitu. Kebayang gak bawa alat kayak gitu tapi naik motor? Udah gak usah dibayangin, cukup ribet dan di hari itu gue menjadi artis sesaat di jalan karena diliatin orang-orang bawa alat itu. :D

Kelas gue juga kebagian main voli hari ini. Oh iya, volinya ini adalah voli campuran. Jadi, pemainnya itu ada laki-laki sama perempuan. Perempuan minimal dua orang. Untungnya di kelas gue ada dua cewek yang masih bisa main voli, jadi santai, lah. Seperti kemarin, voli untuk hari ini kelas gue menang lagi. Alhamdulillah.

Senin, 18 Desember 2017
Hari ini, katanya ada pameran alat fisika. Nyatanya, gak ada sama sekali. Jadi, alat yang gue buat sama temen-temen gue sepertinya sia-sia. Gak tahu apakah nanti di semester depan berguna atau tidak.

Seperti biasa, hari ini kelas gue mengikuti classmeeting yaitu voli. Dan seperti biasa, sampai bosan gue menulisnya, menang lagi. Kurang ajarnya, ketika detik-detik mau menang, hanya tinggal satu poin lagi, temen gue memainkan bolanya dengan cara dipegang bolanya alias kayak penjaga gawang di sepak bola. Mana ada bola voli mainnya seperti itu. Sangat-sangat kurang ajar. Seperti merendahkan si musuh. Untungnya, musuhnya adalah adik kelas, hanya ikut ketawa-ketawa aja.

Selain voli, hari ini juga ada permainan bola basket. Sebagai anak basket sejati yang gak digandrungi, gue pun ikutan bermain basket. Kali ini lawan anak kelas 10. Alhamdulillah, kelas gue menang dengan skor yang lumayan jauh. Gak jauh banget, kok, gak kayak jarak antara kamu dan aku. Eaaaa.

Selasa, 19 Desember 2017
Hujan sedari pagi membuat gue bermalas-malasan untuk berangkat ke sekolah. Rasanya mau tidur aja di rumah. Kayak mau hibernasi aja gitu di rumah karena sangat malas berangkat. Lagi pula, kalo hujan juga pasti classmeeting gak akan diadakan karena lapangan basah. Akhirnya, gue pun berangkat sekitar pukul setengah 9 pagi.

Sesampainya di sekolah, lapangan masih basah dan ternyata gak berapa lama lagi kelas gue bermain basket. Gue juga dapet info kalo kelas gue kalah di semifinal. Jadi, hanya bisa memperebutkan juara ketiga. Gue udah tahu pasti itu karena karma yang didapat oleh kelas gue karena kemarin meledeki lawan.

Lucunya, basket kali ini lawannya adalah kelas yang kemarin volinya diledekin sama kelas gue. Mengetahui hal itu, gue udah menduga bahwa pasti nanti kelas gue akan kalah. Bukan pesimis, tapi memang ini yang namanya karma. :D

Nyatanya, benar, kelas gue kalah. Selain karena mungkin karma yang didapat, ada beberapa kendala yang terjadi seperti lapangan licin. Gue aja sampai jatuh ke bawah (yaiyalah, masa ke atas) karena lapangannya yang basah. Ada juga temen gue yang kesal dan bete sendiri karena lapangannya basah. Mau lari takut jatuh, kalo gak lari udah pasti kalah. Huh.. Tak apa lah, namanya juga permainan, ada yang menang dan ada yang kalah.

Karena kalah di semifinal, kelas gue memperebutkan juara tiga. Untungnya, setelah pertarungan sengit, akhirnya kelas gue menang dan mendapatkan juara ketiga voli. Gak apalah gak menang banyak, yang penting di classmeeting tahun ini, kelas gue bisa membawa piala walaupun cuma satu dan itu juara ketiga. :)

***

Yeeaaayy, liburannnnn. Setelah classmeeting, gak ada lagi hal yang dilakukan di sekolah selain gabut-gabutan. Intinya sih, sama aja kayak udah liburan. Temen gue aja udah ada yang liburan setelah Ulangan Akhir Semester selesai. Akhirnya, setelah hampir 6 bulan sekolah, liburan juga. Oh iya, kemarin juga gue baru aja ambil rapot. Hasilnya, Alhamdulillah, akan gue ceritakan di postingan selanjutnya.


Terima kasih sudah membaca tulisan ini, pesan dari gue, jangan pernah merendahkan orang lain. Sekian dan Salam UPIL GAUL! :)