Alhamdulillah gue ucapkan, eh, gue tulis soalnya kita bisa menghirup udara segar di tahun 2018 ini. Mungkin jika kalian sedang berada di belakang bus Mayasari Bakti atau truk Pantura yang asap kendaraannya sangat tebal, hitam dan pastinya kotor, udara kalian pasti tidak segar.

Kalian ngerasa gak, sih, kalo misalnya kayak baru beberapa bulan kemarin ada tahun baru 2017, eh, sekarang udah tahun baru 2018. Seandainya merasa, berarti banyak kegiatan yang kalian lakukan di tahun 2017. Kalian menghabiskan banyak waktu sampai tidak kerasa kalau kemarin baru ngerayain tahun baru 2017. Kayak kalian buang-buang waktu sama pacar kalian, gak kerasa kan, tiba-tiba udah putus aja. Rasanya kayak baru kemarin PDKT-Nembak-Jadian, eh, udah putus. Hehe.

Karena masih suasana tahun baru, pasti identik sama yang namanya resolusi, ya. Bener gak? Di postingan sebelum ini juga ada yang komentar untuk nulis resolusi karena kemarin gue udah nulis hal-hal yang terjadi di tahun 2017. Ngomong-ngomong soal resolusi, gue gak terlalu paham sama resolusi itu apa. Yang gue tahu secara singkat, itu adalah sebuah tuntutan gitu, kan, ya? Misalnya kayak harus kurus gitu, ya. Iya, gak, sih? Kalo kalian tahu lebih lanjut tentang resolusi, bisa komentar di bawah, ya.

Gambar dicomot dari Pinterest dan dikasih tulisan oleh gue sendiri, iya, gue sendiri, jomblo.

Yang gue tahu adalah mimpi. Gak salah kan bermimpi di awal tahun dan berharap mimpi itu terkabul di tahun yang sama? Semoga aja mimpi-mimpi kita di tahun ini tercapai. Aamiin. Gue pernah baca di blognya Alitt Susanto, yaitu www.shitlicious.com. Disana ada salah satu postingan tentang mimpi. Di postingan itu ada sebuah dream note yang ditulis sama Alitt dan hampir dari seluruh mimpinya udah tercapai.

Jadi, kesimpulan singkatnya (padahal kesimpulan itu udah singkat) adalah kalo kita punya mimpi, kita tulis aja. Jangan cuma di bayangin kayak misalnya tahun ini mau punya ini itu ini itu. Jangan. Lebih baik kita tulis. Kenapa kita tulis? Agar kita selalu ingat dengan mimpi kita itu. Catat semuanya secara detail. Saran gue, tulis mimpi kalian tuh begini: “Di tahun 2018, gue bisa punya laptop Apple keluaran terbaru atau yang lebih baik dan lebih canggih dari itu.” Ya, itu adalah salah satu mimpi gue di tahun ini. Ditambah kalimat yang lebih baik dan lebih canggih supaya ada barang lain terbaik dan lebih canggih yang bisa didapat. Tak lupa juga ditulis tahunnya supaya inget target mimpi itu.

Bukan cuma itu aja. Setelah ditulis mimpi-mimpinya, kita juga berusaha supaya mimpi itu terkabul. Inget, usaha itu gak akan pernah mengkhianati hasil. Kalo lo usahanya loyo-loyo, ya, pasti nanti dapetnya juga yang loyo-loyo. Kalo lo usahanya keras, gigih, semangat, coba aja liat deh hasilnya, pasti yang terbaik.

Ya, yang terbaik. Terkadang, kita usaha dengan sepenuh hati, semangat, kerja keras, tapi kita tidak dapat apa yang kita mau. Bukan tentang yang kita mau, tapi yang kita butuhkan dan yang terbaik untuk kita. Tuhan itu punya rencana yang paling baik untuk kita.

Tak lupa juga usaha disertai dengan doa. Banyak loh kekuatan-kekuatan doa yang manjur. Semisal ketika lo lagi dalam keadaan kepepet, misalnya ada razia gitu, tapi kalian gak bawa surat-surat, banyak-banyak berdoa aja di saat itu, dan jangan lupa buat kalian yang Muslim, banyak-banyak sholawat. InsyaAllah nanti polisi gak akan ngeberhentiin kalian. Inget, kalo kepepet banyak-banyak doa aja, insyaAllah terkabul.

Selain usaha yang banyak, doa juga yang banyak. Jangan nanggung-nanggung kalo lagi berdoa. Minta yang lebih banyak dan yang paling terbaik. Gak usah setengah-setengah biar kalian percaya kalo kekuatan doa itu besar. Percaya deh, usaha besar sama doa yang sama besarnya, mimpi kita insyaAllah terkabul. Dan Tuhan akan ngebales mimpi-mimpi kita tidak dengan kata “Tidak”. Tuhan akan membalas mimpi-mimpi kita dengan: “Ya.” Atau “Ya, belum saatnya.” atau “Aku punya yang lebih baik dari itu.”. Tidak ada kata tidak.

Buat kalian yang muslim, perbanyak sholawat juga. Gue pernah liat postingan AskFM anaknya Ustad Yusuf Mansur, Wirda Mansur. Tau gak? Kalo gak tahu, kurang gaul lo silahkan cari tahu jangan tempe. Jadi, dia itu sering dapet barang-barang yang dia mau. Ketika ada salah seorang bertanya, gimana, sih, rahasinya bisa kayak begitu. Dia pun menjawab sholawat aja, baca “Allahumma shalli ‘alaa sayyidinaa Muhammad” setiap hari 1000 kali. Ya, 1000. Kata dia begitu dan insyaAllah barang atau sesuatu yang kalian mau bisa didapat. Tuh, buat yang Muslim.

Mungkin cukup sekian yang bisa gue tulis tentang mimpi, bukan resolusi karena gue gak tahu tentang resolusi. Yuk mari kita tulis mimpi kita. Btw, gue udah nulis mimpi-mimpi gue sebagian untuk tahun ini. Gue mau foto tapi malu, jadi gak jadi, hehe. Kita doa aja bersama semoga mimpi-mimpi kita di tahun ini terkabul semuanya. Aamiin. :)

Sekian dan SALAM UPIL GAUL! :D
Yak yak yak, halo semuanyaaa. Seperti sudah lama tidak berjumpa, ya. Ya, emang kita belum pernah berjumpa. Ada yang mau gak berjumpa sama gue? Apa? Gak ada? Ya, gue memaklumi hal itu karena pasti kalian takut kalo ketemu gue nanti dikasih upil. Padahal, upil gue ini adalah UPIL GAUL, jadi seharusnya kalian santai aja.

Sekarang udah tanggal 30 Desember 2017 aja. Besok tanggal 31 dan besoknya udah tanggal 1 di bulan baru dan pastinya di tahun yang baru. Gak kerasa, ya. Padahal kayak baru kemarin gitu ngerayain tahun baru 2017. Btw, kalimat sebelum-sebelum ini adalah kalimat basi di akhir tahun. Ngerasa gak, sih?


Nah, berhubung sekarang udah ada di penghujung tahun, gue mau nyatakan cinta cerita-cerita sedikit hal yang terjadi di 2017. Bukan hal-hal di Indonesia, ya. Tapi, hal yang terjadi sama gue dan yang ada di sekeliling gue. Langsung aja, deh. Oh iya, fyi, untuk #SOTW minggu ini gak ada, ya. Soalnya gue kemarin-kemarin sakit hati, jadi cuma di rumah aja dan belum ada cerita menarik. Ada sih, tentang dokter yang meriksa gue di klinik deket rumah.

Cerita dikit, deh, sebelum nyeritain tentang tahun 2017. Jadi, dokter yang meriksa gue itu adalah dokter lulusan Universitas Indonesia. Setelah gue diperiksa, gue sama dia ngobrol sebentar gitu bareng Bokap gue juga. Ternyata, dia lulusan dari SMAN 3 Jakarta. Anak Teladan. Salah satu sekolah gaul di Jakarta. Dia cerita katanya kalo dulu dia itu lulus SBMPTN karena untung-untungan. Temennya ada yang sangat pintar tetapi gak lolos. Kalah sama dia yang katanya biasa-biasa aja. Kata dia, lulus ujian masuk PTN itu untung-untungan. Kalo emang udah rejekinya, ya, nanti juga masuk. Kalo belum rejeki, ya, mungkin ada sesuatu yang lebih baik.

Dokter itu juga memberikan beberapa tips untuk gue. Katanya kalo mau belajar itu di pagi hari. Ya, sekitar pukul 3 atau 4. Buat yang Muslim juga bisa sekalian Sholat Tahajud. Soalnya belajar di pagi hari itu membuat kita ingat sama materi karena otak masih fresh. Dan dokter juga memberikan tips, jika mau ujian, gak usah belajar, tutup bukunya. Belajar itu jauh-jauh hari. Kalo bisa seminggu sebelum ujian sudah siap mengerjakan bukan masih luntang-lantung belajar. Gitu.

Oke, itu aja sedikit cerita tentang dokter. Aslinya kalo diceritain secara detail bisa jadi satu postingan, hehe. Nah, berikut adalah hal-hal yang terjadi di tahun 2017. Yang menurut gue penting, menarik, unik, dan mungkin akan terus diingat.

Patah Hati (Bukan) Nasional
Entah ini sebuah kutukan atau bukan, semoga aja, sih, bukan. Setiap gue pacaran pasti putusnya adalah di awal tahun. Tahun kemarin gue putus, tahun ini pun juga sama, putus. Rasanya tuh kayak awal tahun adalah sebuah event buat gue untuk mengakhiri hubungan dengan seseorang.

Tahun ini, tepatnya awal tahun ini, gue putus. Kalo ditelaah, sih, kayaknya emang gue aja yang gak bakat berpacaran. Masa dua tahun berturut-turut, putusnya sama di awal tahun. Seharusnya kan putus untuk memutuskan menikah bukan untuk putus terus ngejauh. Iya gak?

Oleh sebab itu, setelah putus di awal tahun, sampai saat ini gue gak mau pacaran lagi. Bukan, bukannya gak bisa move on. Bukan juga takut untuk jatuh cinta lagi. Tapi, untuk apa kita jatuh cinta kalo cuma buat buang-buang waktu aja? #APASEH #SOKSOKANPUITIS. Intinya adalah, jangan coba jatuh cinta kalo belum siap jatuh karena cinta.

Tenang, aku tetep cinta kok sama kamu. Iya, kamu. Yang lagi baca tulisan ini. Aku cinta, deh. Soalnya cuma kamu doang yang mau baca tulisanku. Orang lain mah biasanya cuma baca tulisan di tiang listrik tentang “Sedot WC” atau “Badut Sulap”. Terima kasih, ya, kamu, udah mau baca tulisanku. Aku cinta sama kamu, hehe. Jangan kasih tahu siapa-siapa, ya, kalo aku cinta sama kamu. Nanti takutnya semua pada iri sama kamu. :D

Ngeblog Lagi Disini
Setelah setahun gak nulis sama sekali di blog ini. Di tahun ini tepatnya di bulan Mei kemarin gue memutuskan untuk menulis kembali di blog ini. Karena gue mau nulis lagi seperti dulu ketika masih ingusan, maka dari itu gue dengan cepat membeli sebuah domain untuk blog ini menjadi www.upilgaul.com. Kenapa upil? Soalnya kan dulu masih ingusan, nah, sekarang udah kering, jadinya upil, deh. Jangan jijik, ya. Kalo mau upil, bilang aja ke gue. :D

Enggak-enggak, ada kok asal-usulnya kenapa blog ini gue namakan UPIL GAUL. Tinggal kalian klik aja, nih, tulisan UPIL, nanti kalian akan langsung dibawa ke laman asal muasal namanya itu. Awalnya memang berat, bukan berat karena menggunakan nama upil, tapi berat soalnya nulis lagi disini. Apalagi gue udah lama banget gitu gak nulis bebas. Jadinya kan agak sulit-sulit. Tapi, lama kelamaan juga terbiasa, kok, kayak sekarang.

Udah Legal
Di tahun ini adalah tahun dimana gue mendapatkan sebuah kartu tanda penduduk yang sekarang belum jadi-jadi karena masih di korupsi. Ya, gue udah 17 tahun. Gak kerasa, deh, rasanya kayak baru kemarin keluar dari perut Nyokap, sekarang udah 17 tahun aja. Waktu memang begitu cepat, ya. :D

Asyiknya karena udah legal, bisa kemana-mana tanpa takut, "Aduh, masih kecil, nih. Belum boleh kesana." Tapi, sekarang kemana-mana udah bebas. Tenang, gue gak akan ke tempat-tempat dugem, kok. Kalo kalian maksa gue ke tempat begituan, oke kalo maksa. HAHAHA. Ya enggak, lah. Telat makan aja udah pusing apalagi masuk ke tempat begituan. :D

Jadi Reporter Koran
Di bulan Ramadhan tahun ini, untuk mengisi waktu kosong, kayak hati #eeehhh. Gue coba ikut-ikutan Summerclass yang diadakan oleh Zetizen. Zetizen adalah sebuah rubrik anak muda yang ada di Koran Jawa Pos. Bagi gue, ini adalah kesempatan yang besar untuk menambah pengalaman dan teman-teman baru.

Awalnya, gue kira yang ikutan ini, tuh, sedikit, gak rame-rame banget. Ternyata emang benar. Tapi, justru enaknya disini. Karena gak rame-rame banget, rame aja, sekitar 50-an orang, mengerjakan proyek yang diberikan menjadi lebih serius. Gak ada yang gak kerja. Semuanya kerja. Jadi, program ini tuh ada beberapa bagian, ada bagian fotografi, videografi, ilustrasi, sama menulis. Kalian pasti tahu, dong, gue ikut apa. Apa? Tari? Gak ada!

SIngkat cerita, dibagi kelompok dan nanti di kelompok itu akan membuat halaman Zetizen. Ya, yang nulis, fotonya, ilustrasinya, semuanya dibikin oleh kami, anak muda sekitar 50-an orang yang terpilih untuk mengikuti Summerclass.

Gue pun mendapat pengalaman baru ketika mengikuti ini, bukan hanya sekedar pengalaman. Gue jadi belajar gimana rasanya jadi penulis artikel di sebuah media terutama koran. Cukup berat tapi kalo kita lakukannya enjoy, jadinya seru dan asyik dan tidak lupa dengan target. Gue turun langsung ke lapangan supaya mendapatkan hasil kayak semacam riset gitu untuk membuat sebuah artikel. Namanya koran, ya, harus benar-benar fakta, bukan main-main kayak blog ini, hehe.

Sayangnya, ketika tulisan terbit, gue lagi di kampung. Dan di kampung gue ada Jawa Pos, ketika buka rubrik Zetizen, gue lihat ternyata malah Zetizen daerah kampung gue, Zetizen Radar Madiun, bukan Zetizen Jakarta. Jadi, gue gak bisa beli bentuk fisik hasil karya gue sama kelompok gue. Kurang lebih begini, lah, tampilan rubrik Zetizen kelompok gue:


Menang Lomba (Alhamdulillah) Banyak
Tahun ini juga bisa dibilang menjadi tahun yang membanggakan buat gue pribadi. Soalnya, gue bisa memenangkan lomba yang biasanya gue gak pernah menang tiap ikutan lomba. Mungkin karena emang lagi waktunya aja gue untuk menang, kalo kemarin-kemarin belum waktunya.

Lombanya adalah lomba membuat vlog yang diadakan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. Hadiahnya juga bagi gue, sih, lumayan. Mungkin buat kalian hadiahnya bukan apa-apa, tapi bagi gue sebagai pelajar, hadiahnya cukup menggiurkan, yaitu kamera action cam Xiaomi YI. Kalo dijual kan lumayan.

Itu gue termasuk pemenang mingguan. Gue pun disuruh untuk ikutan lagi karena nanti yang menang mingguan dikompetisikan lagi untuk mendapatkan Juara 1, Juara 2, Juara 3 dan Juara Favorit. Gue pun banyak berdoa dan agak niat untuk membuat video selanjutnya karena Juara 1 dan Juara 2 jalan-jalan ke Raja Ampat.

Akan tetapi, Tuhan berkata lain. Belum waktunya gue untuk ke Raja Ampat. Akhirnya gue hanya menjadi juara favorit aja. Gak apa-apa lah, dapet action cam lagi. So, dalam jangka waktu kurang lebih dua bulan gue dapet dua biji action cam. Alhamdulillah. Rejeki itu emang udah ada yang ngatur. Kalo dulu gak menang, sekarang menang dua kali, hehe. :)

Kehilangan Sahabat
Jadi, gue punya temen. Di pertengahan tahun lalu, dia terkena penyakit yang gak tahu penyakitnya apa, pokoknya kayak lagi sakit radang. Setelah berhari-hari, penyakit itu gak sembuh-sembuh sampai akhirnya diketahui bahwa temen gue itu mengalami penyakit kanker lambung.

Karena gue gak tahu cerita panjangnya gimana, singkat cerita, bulan lalu ia meninggal dunia. Huh, sangat disayangkan. Satu angkatan sekolah gue nyelawat ke rumahnya. Padahal, bisa dibilang temen gue ini deket banget sama gue. Setiap gue minta tolong apa pasti dengan senang hati dia mengerjakannya. Gak tahu, sih, dia seneng atau tidak, hehe.

Salah satu yang sering gue minta tolong ke dia adalah untuk bikin artwork. Itu loh, gambar yang kayak kartun gitu. Ya, terakhir kali gue minta dia lagi sakit dan gak bisa buatin. Ada rasa bersalah juga gue sama dia. Baiknya dia, setiap gue mintain tolong untuk membuat artwork, semuanya secara cuma-cuma. Jadi, sekarang gak ada lagi orang yang mau secara cuma-cuma buatin artwork buat gue. Buat kalian yang baca, bantu doa, ya teman-teman semua buat temen gue ini. Semoga diampuni segala dosa-dosanya dan semoga tenang di alam sana. Aamiin.


Lemah
Tahun ini juga gue menjadi anak yang gak kayak biasanya. Biasanya gue itu di sekolah absen gak sampe lebih dari 1 kali. Tapi, tahun ini kalo dihitung-hitung lebih dari dua kali. Gak tahu juga, sih, gue ini antara lemah atau males sekolah.

Gue juga sekarang lemah, setiap telat makan pasti badan rasanya gak enak. Kata dokter, sih, gue gak boleh tuh sama yang namanya telat makan. Soalnya takut asam lambungnya naik, jadinya gak enak di badan. Kalo dipikir-pikir asam lambung gue pinter juga, ya, bisa naik. Kalo males, gak belajar, kan gak naik. :)

***

Mungkin itu aja beberapa hal yang terjadi di tahun 2017 yang lagi keinget sama gue. Kayaknya masih banyak tetapi karena gue lupa, segitu aja. Ada juga yang menurut gue sepatutnya tidak usah ditulis, kayak mengupil tetapi yang keluar upilnya itu warna hitam karena habis mimisan. Gak usah ditulis juga, kan? Daripada nanti kalian jijik. :D

Coba ceritain juga dong, hal apa sih di tahun 2017 ini yang kalian ingat, yang menurut kalian itu mengesankan, membanggakan, atau menyedihkan. Sok atuh cerita di kolom komentar. Kalo takut identitasnya ketahuan, komentar aja pake anonym. Sekian dan Terima Kasih. SALAM UPIL GAUL! :)
Karena kemarin sibuk dan karena kemarin kepala gue pusing sampai-sampai ada koyok di kepala, akhirnya gue menulis lagi. #SOTWKAPE kali ini akan membahas classmeeting yang diadakan kemarin setelah PAS selesai. Dan jangan lupa komentar “Mantap Jiwa Postingannya!” kalo kalian bingung mau komentar apa, hehe.

Gambar diambil dari Pinterest.

Kamis, 14 Desember 2017
Hari ini adalah hari pertama diadakannya classmeeting di sekolah gue. Jadi tuh, acaranya cuma kayak lomba-lomba gitu aja. Sebelum lebih lanjut, gue mau kasih tahu bahwa lombanya itu ada lomba voli, basket, futsal, dan catur kalo gak salah.  Nah, di hari pertama ini, mungkin karena sangking banyaknya kelas yang bermain, kelas gue cuma kedapetan main voli aja.

Gue yang kejagoan untuk bermain voli pun tidak ikutan karena takut musuh-musuhnya pada kalah banyak, terus nanti nangis di rumah si musuhnya karena kalah. Supaya hal itu tidak terjadi, gue pun akhirnya gak ikutan main, biar temen-temen gue aja yang bermain.

Untungnya, kelas gue menang dan akan main lagi besok hari. Ya, gue dan temen-temen gue pada nungguin untuk bermain yang lain bukan cuma voli, tapi ternyata emang cuma voli aja. Kebetulan juga, di hari ini ada tugas fisika yang harus dikumpulkan besok pagi. Tugasnya adalah membuat sebuah alat fisika. Gue dan temen-temen sekelas gue pun pada dispen untuk pulang duluan karena mau kerja kelompok.

Karena kelompok fisika gue gak mau ribet dan no simple, eh, itu mah malah kebalikannya. Pokoknya gak mau ribet gitu deh. Jadinya kami membuat alat fisika, yaitu lampion. Jangan kasih tahu siapa-siapa, ya. Lampion gue ini beli di online shop karena gue pernah bikin gak berhasil. Supaya gak ketahuan banget kalo gue beli, kami pun mengganti kertas lampion dengan kertas yang berwarna lain. Inget, jangan kasih tahu ke orang-orang, ya. Apalagi guru fisika, nanti kalo ketahuan ribet. Makasih. :)

Jumat, 15 Desember 2017
Hari ini, kelas gue kedapetan buat main futsal. Awalnya gue mau ikutan, tapi karena gue jago, gak mau ikutan, deh. Lagian juga pas gue mau ikutan, gue tanya ke temen gue skornya berapa-berapa. Jawaban temen gue adalah, “Gak tau, pokoknya kalah, kebantai banyak.” Gue pun gak jadi ikutan. Dan ternyata kelas gue lawan anak kelas 10 yang masih cukup junior dan kelas 10 membantai kelas gue dengan skor 6 – 0. Kelas gue 0. Sangat menarik.

Tak berapa lama kemudian, ada sebuah info dari anak kelas sebelah bahwa alat fisika yang seharusnya dikumpulkan hari ini, tidak jadi dikumpulkan dan seharusnya membuat alat fisikanya dari materi kelas 12. Sedangkan kemarin dia bilang materi dari kelas 10 atau kelas 11 tidak apa-apa. Mendengar itu, anak kelas gue pun langsung pada kesal dan rasanya ingin menghancurkan alat yang dibuat, didepan wajah sang guru. Kelompok gue sih gak masalah karena…tau lah karena apa, hehe.

Padahal, pagi hari tadi gue membantu temen gue yang rumahnya gak jauh dari gue untuk membawa alat fisikanya. Dia membuat alat semacam mainan ambil boneka-bonekaan di Timezone gitu. Kebayang gak bawa alat kayak gitu tapi naik motor? Udah gak usah dibayangin, cukup ribet dan di hari itu gue menjadi artis sesaat di jalan karena diliatin orang-orang bawa alat itu. :D

Kelas gue juga kebagian main voli hari ini. Oh iya, volinya ini adalah voli campuran. Jadi, pemainnya itu ada laki-laki sama perempuan. Perempuan minimal dua orang. Untungnya di kelas gue ada dua cewek yang masih bisa main voli, jadi santai, lah. Seperti kemarin, voli untuk hari ini kelas gue menang lagi. Alhamdulillah.

Senin, 18 Desember 2017
Hari ini, katanya ada pameran alat fisika. Nyatanya, gak ada sama sekali. Jadi, alat yang gue buat sama temen-temen gue sepertinya sia-sia. Gak tahu apakah nanti di semester depan berguna atau tidak.

Seperti biasa, hari ini kelas gue mengikuti classmeeting yaitu voli. Dan seperti biasa, sampai bosan gue menulisnya, menang lagi. Kurang ajarnya, ketika detik-detik mau menang, hanya tinggal satu poin lagi, temen gue memainkan bolanya dengan cara dipegang bolanya alias kayak penjaga gawang di sepak bola. Mana ada bola voli mainnya seperti itu. Sangat-sangat kurang ajar. Seperti merendahkan si musuh. Untungnya, musuhnya adalah adik kelas, hanya ikut ketawa-ketawa aja.

Selain voli, hari ini juga ada permainan bola basket. Sebagai anak basket sejati yang gak digandrungi, gue pun ikutan bermain basket. Kali ini lawan anak kelas 10. Alhamdulillah, kelas gue menang dengan skor yang lumayan jauh. Gak jauh banget, kok, gak kayak jarak antara kamu dan aku. Eaaaa.

Selasa, 19 Desember 2017
Hujan sedari pagi membuat gue bermalas-malasan untuk berangkat ke sekolah. Rasanya mau tidur aja di rumah. Kayak mau hibernasi aja gitu di rumah karena sangat malas berangkat. Lagi pula, kalo hujan juga pasti classmeeting gak akan diadakan karena lapangan basah. Akhirnya, gue pun berangkat sekitar pukul setengah 9 pagi.

Sesampainya di sekolah, lapangan masih basah dan ternyata gak berapa lama lagi kelas gue bermain basket. Gue juga dapet info kalo kelas gue kalah di semifinal. Jadi, hanya bisa memperebutkan juara ketiga. Gue udah tahu pasti itu karena karma yang didapat oleh kelas gue karena kemarin meledeki lawan.

Lucunya, basket kali ini lawannya adalah kelas yang kemarin volinya diledekin sama kelas gue. Mengetahui hal itu, gue udah menduga bahwa pasti nanti kelas gue akan kalah. Bukan pesimis, tapi memang ini yang namanya karma. :D

Nyatanya, benar, kelas gue kalah. Selain karena mungkin karma yang didapat, ada beberapa kendala yang terjadi seperti lapangan licin. Gue aja sampai jatuh ke bawah (yaiyalah, masa ke atas) karena lapangannya yang basah. Ada juga temen gue yang kesal dan bete sendiri karena lapangannya basah. Mau lari takut jatuh, kalo gak lari udah pasti kalah. Huh.. Tak apa lah, namanya juga permainan, ada yang menang dan ada yang kalah.

Karena kalah di semifinal, kelas gue memperebutkan juara tiga. Untungnya, setelah pertarungan sengit, akhirnya kelas gue menang dan mendapatkan juara ketiga voli. Gak apalah gak menang banyak, yang penting di classmeeting tahun ini, kelas gue bisa membawa piala walaupun cuma satu dan itu juara ketiga. :)

***

Yeeaaayy, liburannnnn. Setelah classmeeting, gak ada lagi hal yang dilakukan di sekolah selain gabut-gabutan. Intinya sih, sama aja kayak udah liburan. Temen gue aja udah ada yang liburan setelah Ulangan Akhir Semester selesai. Akhirnya, setelah hampir 6 bulan sekolah, liburan juga. Oh iya, kemarin juga gue baru aja ambil rapot. Hasilnya, Alhamdulillah, akan gue ceritakan di postingan selanjutnya.


Terima kasih sudah membaca tulisan ini, pesan dari gue, jangan pernah merendahkan orang lain. Sekian dan Salam UPIL GAUL! :)

Huh, setelah berhari-hari menempuh ujian di sekolah, akhirnya gue bisa juga untuk meluangkan waktu membuat tulisan di blog ini. Supaya ada asupan-asupan dalam blog gue agar tidak terkena penyakit-penyakit seperti pengunjung sepi atau yang lain. Ya, kemarin gue lagi ujian dan ujiannya berbeda dari biasanya karena sekarang menggunakan CBT (Computer Based Test). Jadi, gue dan temen-temen gue disuruh membawa laptop untuk ujian.

Untuk menjawab rasa kangen kalian terhadap tulisan gue padahal gue gak tahu ada yang kangen atau enggak, nih, gue kasih tulisan supaya kalian baca dan ini adalah pengalaman gue selama 7 hari kemarin ujian. Silahkan dibaca dan dicatet kalo ada hal-hal penting yang berguna. Kalo gak ada, habis dibaca dikomentarin aja, “Mantap jiwa postingannya!”. :)

Senin, 4 Desember 2017
Hari ini adalah hari pertama pelaksanaan Penilaian Akhir Semester atau biasa disingkat PAS. Aslinya sih sama aja kayak UAS, cuma ganti nama, biar orang-orang ada kerjaan aja makanya ganti nama.

Biasanya kalo hari pertama waktu gue di SD sampai SMP kayaknya, mata pelajarannya adalah Bahasa Indonesia dan Pendidikan Agama. Pasti. Gak mungkin salah. Ya, kayaknya yang nyusun jadwalnya itu cewek, gak pernah salah.

Di SMA, pelajarannya bukan itu di hari pertama. Untuk kelas 12, mata pelajaran di hari pertama adalah Fisika dan Pendidikan Agama. Hmmm. Lumayan lah di fisika. Permulaan yang bagus karena sudah dimulai dengan hitung-hitungan. Menurut gue, soalnya aman-aman aja, gak ada maling, pencuri, pencopet, dan penjahat lainnya karena aman. Alhamdulillah, gue bisa mengerjakan soal fisika.

Untuk pelajaran agama, cukup mudah menjawabnya. Caranya adalah baca aja jawabannya yang baik-baik atau yang paling baik, pasti itu jawabannya. Kalo ayat, ya, itu berserah diri kepada Allah aja. :D

Untuk hari pertama, Alhamdulillah, aman.

Selasa, 5 Desember 2017
Pelajaran hari kedua adalah Matematika IPA dan PJOK. Maksudnya pelajaran Matematika IPA adalah itu hanya diperuntukkan untuk siswa yang mengemban jurusan IPA, untuk anak IPS gak ada Matematika IPA. Dan kebetulan guru Matematika IPA adalah wali kelas gue sendiri. Jadi, menurut gue walaupun soalnya sangat-sangat kampret, inshaAllah, nilai gue dan anak kelas gue aman.

Untuk pelajaran PJOK, kebetulan gue duduk sama orang yang agak ngerti sedikit sama olahraga, namanya Hafidht, namanya aneh memang, kenapa harus menggunakan T di belakang huruf H. Bentar, kenapa jadi bahas dia? Pokoknya dia udah temenan sama gue dari kelas 11 dan setiap ujian duduknya selalu deket sama gue. Kemarin-kemarin di depan gue, sekarang di sebelah gue karena untuk ujian kali ini kelas 12 ujian di kelas masing-masing. Maklum, CBT.

Alhamdulillah untuk hari ini aman terkendali dan gue pulang ke rumah cepet. Nyokap gue aja sampai bingung karena gue pulang ke rumah sekitar pukul setengah 11 siang. Sesampainya di rumah, Nyokap langsung bertanya, “Kamu ini beneran sekolah apa bohongan, sih? Kok jam segini udah pulang?” dengan bahasa Jawa nanyanya.

Rabu, 6 Desember 2017
Mata pelajaran hari ini adalah Kimia dan Pendidikan Seni. Wah, gak ada komentar panjang tentang pelajaran Kimia karena huh…sulit untuk dikatakan. HAHA. Jadi, ada 3 materi yang akan keluar dan gue cuma belajar 2 materi aja. Ibaratnya materinya itu a, b dan c, nah gue belajar a dan b doang. Dan asal kalian semua tahu bahwa kebanyakan soal yang keluar itu adalah dari materi c. Jadi, bisa gue bilang untuk pelajaran ini, kurang aman. Bukan tidak aman tetapi kurang aman. Kalo tidak aman udah fix  banget gak gue paham, kalo kurang aman masih ada beberapa yang aman.

Ketika pelajaran Pendidikan Seni, sepertinya kelas gue yang mengerjakan paling singkat karena ada yang punya soal UAS beberapa tahun lalu, pastinya akan keluar karena Pendidikan Seni pasti materinya itu-itu aja. Ternyata benar, semuanya sama. Aman deh pokoknya, Alhamdulillah.

Kamis, 7 Desember 2017
Pelajaran hari ini adalah Biologi dan Bahasa Indonesia. Biar cepet dan singkat gue bilang aman aja deh karena hari besok adalah hari dimana banyak pengalaman yang menarik. Penasaran kan? Tapi sebentar, untuk soal Bahasa Indonesia kurang aman. Walaupun gue suka baca dan nulis, gak menentukan gue bisa menjawab dengan mudah soal Bahasa Indonesia karena bahasanya ketika di sekolah itu rumit, gak kayak di blog ini. Apa adanya bukan ada apanya. Ekhem, jadi inget masa lalu kalo nulis kalimat sebelum ini. :D

Jumat, 8 Desember 2017
Menurut gue ini adalah hari PAS terakhir karena besok-besok gak ada hari dimana terdapat mata pelajaran IPA, semuanya hanya sampai hari Jumat, ya, hari ini. Ada satu, sih, yaitu Bahasa Inggris di hari terakhir PAS tapi untuk pelajaran IPA hanya sampai hari ini aja. Pelajaran hari ini adalah Matematika Wajib dan PKn.

Terdapat masalah teknis untuk hari ini karena biasanya ujian dimulai pada pukul 7 pagi, hari ini maju menjadi pukul 7 kurang 15 menit. Mungkin ini dikarenakan hari Jumat, ada sholat Jumat, biar murid-murid sholat Jumatnya gak telat. Karena banyak yang gak tau, jadi ada beberapa murid yang pelajaran Matematika Wajibnya itu kepotong 15 menit. Untungnya gue sama Hafidht duluan mengerjakan jadi sedikit aman. Tapi, untuk seluruhnya gue akan mengucapkan Matematika Wajib sangat-sangat-sangat kurang aman. Soalnya, di beberapa menit terakhir terjadi kelambatan server yang membuat loading menjadi lama kayak aku yang PDKT sama kamu. Eaaaa.

Sangking loading yang lama, akhirnya, ada sepuluh soal kira-kira yang gue jawab asal. Dan ada tiga nomor yang belum keisi karena waktunya keburu abis. Huh, Matematika Wajib, sangat-sangat-sangat kurang aman.

Untuk PKn, kebetulan ada kisi-kisi soal yang dikasih dari kelas sebelah dan karena waktunya dicepetin, jadinya sebelum pengawas masuk satu kelas gue semua pada mengerjakan duluan. Ya, pengawas tetap datang pada pukul 9 padahal ujian dimulai pukul 9 kurang 15. Alhasil, PKn bisa gue bilang aman karena, ya, aman.

Karena hari ini pulang cepet, gue pun berinisiatif untuk Sholat Jumat di Masjid Istiqlal bersama temen-temen gue. Mereka semua pun ayo-ayo dan akhirnya kami jadi. Bukan hanya laki aja yang ikut, cewek pun juga ada yang ikut. Jadi, 3 orang cowok dan 4 orang cewek. Ya, 7 orang.

Di perjalanan gue panik karena jauh dari yang gue kira, jalanan macet cet cet cet banget. Gue hanya bisa berdoa semoga aja gak telat untuk Sholat Jumat. Untungnya, gue dan temen-temen gue yang cowok gak telat untuk Sholat Jumat. Setelah selesai Sholat Jumat, gue pun mencari temen-temen cewek gue karena ketika turun dari TransJakarta, gue dan temen gue yang cowok langsung lari untuk mengejar waktu Sholat.

Ketika sedang ditelfon berada dimana, ada suara dari sebrang telefon yang berkata, “Sebentar sebentar, ini hp Elip ilang.” DEG! Mendengar itu seketika gue langsung panik. Gue pun langsung menuju ke tempat temen-temen cewek gue berada.

Jadi begini singkat ceritanya. Temen gue yang cewek, yang lagi Sholat ada tiga, satunya lagi halangan. Biar gak panjang kita panggil aja G, H, I. Ya, biar gampang. Si I ini suka buka-buka handphone dimana pun berada, berbanding terbalik dengan G dan H. Ketika mau Sholat, mereka ingin meminjam mukena dan si I tetap bermain handphone. Sejak itu, mereka bertiga merasa seperti ada yang mengikuti dan yang mengikuti adalah Ibu-Ibu Kampret.

Temen-temen gue itu pada wudhu dan Ibu Kampret ini tetap mengikuti sampai akhirnya ketika mau sholat, si I menaruh tas di depan dirinya lalu Ibu-Ibu Kampret ini menyuruh diletakan di belakang aja seperti G dan H. Entah dihipnotis apa gimana, si I mengikut apa yang dikatakan Ibu Kampret. Tasnya pun ditaruh di belakang. Ternyata, si I ini menaruh handphone dan dompetnya di tas bagian luar.

Setelah selesai Sholat, si I langsung menuju dan tasnya, ternyata tasnya tidak ada. Sudah hilang dan ternyata berada di pilar, kemudian dilihat resleting tasnya sudah terbuka. Dicek barang-barangnya ternyata benar, handphone dan dompetnya yang diambil oleh pencuri. Mereka gak tahu siapa yang mengambil tetapi mereka mencurigai Ibu Kampret yang selalu mengikuti mereka. Ditanya-tanya ke orang, ternyata gak ada yang tahu. Entah takut atau ternyata itu temen preman, tak ada yang tahu. Handphone Samsung S6 dan dompet pun hilang. Untungnya dompet itu tidak ada isinya. Hanya kartu pelajar, ATM yang tak bersaldo dan kartu-kartu lain beserta bon-bon belanjaan.

Si I ini pun langsung menangis. Ketika gue mau menemui mereka bertiga, mereka sudah menuju ke arah keluar dan melihat I yang sedang menangis tetapi tertawa sedikit. Gue langsung tanya ke mereka, “Kenapa gak lihat CCTV aja?”

Mereka menjawab kalo satpam Masjid Istiqlal tak menggrubis soalnya juga di waktu yang sama ada orang kurang waras yang berada di Masjid Istiqlal, jadi mereka malah fokus menangkap orang gila itu. Huh… Apa salahnya melihat CCTV aja sebentar.

Dari kejadian ini, menurut gue sekarang manusia sudah tidak berotak lagi. Udah tahu itu tempat ibadah, tempat suci, masih aja ada yang mau melakukan kejahatan. Goblok bukan? Atau sangat-sangat-sangat-sangat GOBLOK! Mari kita doakan semoga maling itu bertaubat dan tidak mencuri lagi. Entah Ibu Kampret itu atau bukan malingnya, semoga cepat-cepat diberi hidayah. Aamiin.

Pelajaran yang bisa diambil hari ini adalah jangan pernah menunjukkan sesuatu yang membuat kita mudah mendapatkan tindak kejahatan seperti misalnya main handphone atau mengenakan pakaian yang menarik perhatian. Dan jangan pernah jalan saat hari kerja di Jakarta jika kalian tak punya kepentingan karena macetnya ebuseetttt. Satu lagi, jangan lupa mandi biar kita gak bau dan terhindar dari kuman-kuman nakal.

Senin, 11 Desember 2017
Ya, ujian gue terpotong karena ada hari Sabtu dan Minggu. Sebelumnya, di dua hari itu, gue gak pergi kemana-mana, palingan ke tempat les karena masih dalam suasana PAS. Selain itu, biar menambah wawasan dan menghilangkan rasa bosan di rumah, makanya gue pergi les.

Untuk hari ini, mata pelajarannya adalah Lintas Minat dan Sejarah Indonesia. Kebetulan Lintas Minat gue adalah pelajaran IPS, yaitu Ekonomi dan materi di Ekonominya adalah Akuntansi. Jadi, masih berteman dengan angka. Gue masih suka sedikit, lah. Gak apa-apa sedikit yang penting suka. Soalnya suka yang banyaknya cuma sama kamu aja. Eaaa. :D

Pelajaran Ekonomi menurut gue, sih, aman-aman aja. Setelah pelajaran Ekonomi adalah pelajaran Sejarah Indonesia. Kalo udah pelajaran itu, walaupun hafalan, karena ada something udah pasti nilai gue gak remedial dan aman. Pasti. Jadi, menurut gue hari ini adalah hari aman dan mungkin besok juga karena sudah tidak ada pelajaran IPA.

Sore harinya, entah ada apa yang membisiki gue untuk pergi ke tempat les. Padahal cuaca hari itu hujan cukup deras. Ya, gue pergi ke tempat les dan sesampainya di tempat les hanya gue doang yang les. YA, GUE DOANG. RAJIN SEKALI BUKAN?

Karena hujan yang gak berhenti, gue pun melanjutkan konsul pelajaran di tempat les. Hitung-hitung sembari menunggu hujan berhenti. Alhasil, gue pulang pada pukul 8 malam lebih yang seharusnya pukul setengah 7 malam gue udah di rumah nonton Upin & Ipin.

Selasa, 12 Desember 2017
Hari yang ditunggu-tunggu tiba. Seluruh siswa di sekolah gue pasti menunggu hari ini. Ya, hari terakhir PAS. Pelajaran hari ini adalah Bahasa Inggris dan PKWU (Pendidikan Kewirausahaaan). Biar cepet karena udah hari terakhir PAS, aman aja deh. Gak peduli gimana jawabnya, soalnya hari terakhir, udah gak fokus ngerjain soalnya. Keburu mau pulang dan merasakan bahagianya selesai PAS.

Setelah selesai PAS hari ini, gue bingung mau kemana, sedangkan teman-teman gue sudah pada punya rencana, ada yang mau nonton dan lain-lain. Karena gue bosan di rumah, gue pun akhirnya menemani temen cewek gue. Ya, temen doang, kok. :D

Kita berdua mau ke salah satu mall, lalu membeli suatu barang. Dia yang mau beli bukan gue, jadinya gue cuma mau nemenin aja. Biar gue gak bosan juga di rumah, jadinya gue temenin. Sesampainya di rumah dia untuk ngambil helm dan uang, tiba-tiba pas gue cek handphone, Nyokap gue nge-WhatsApp gue yang isinya adalah disuruh pulang untuk nganterin Nyokap ke dokter.

Gue pun akhirnya pulang dan ngajak temen gue balik ke rumah gue. Ketika di rumah gue langsung anter Nyokap ke dokter dan Nyokap minta gak usah ditungguin tapi nanti gue jemput. Di perjalanan, Nyokap nanya ke gue kalo temen cewek gue yang dibawa ke rumah itu temen apa pacar. Huh.. Gue pun jawab cuma temen aja.

Baru juga habis nganter dan sampai rumah, beberapa menit kemudian nyokap bilang kalo udah selesai. Tahu gitu gue gak usah pulang dulu. Setelah bolak-balik ke rumah dan ke klinik, gue pun jalan sama temen cewek gue itu.

Sesampainya di mall tempat kami mencari suatu barang, gue bertemu sama beberapa temen gue, dan mereka langsung mengira gue sama temen gue yang cewek ini lagi nge-date. Halah. Ya, aneh, apa salah cewek sama cowok jalan berdua? Apakah itu tandanya udah pacaran? KAGAAAAKKK!

Sepulangnya dari mall, gue sama dia mampir sebentar ke salah satu warung makan di pinggir jalan namanya Ayam Gepuk Pak Gembus. Bukan promosi, tapi ketika kalian makan disana kalian akan dapet free jika kalian mau nambah nasi, sambal dan lalapan. Awalnya gue gak percaya, tapi setelah mencoba nambah nasi, ternyata benar, gratis. Ayamnya juga lumayan enak, hehe. Promosi dikit.

***

Ya, itu lah cerita gue selama menjalani PAS alias Pekan Akhir Semester. Menurut kalian, hal apa yang paling menarik selain kejadian hari Jumat? Gue tahu pasti nanti di komentar ada yang komen tentang hilangnya handphone temen gue di Masjid Istiqlal. Pasti, percaya banget gue. Kalo bisa jangan komentar tentang itu semua, ya. :D

Btw, sekarang kan udah mau akhir tahun, enaknya liburan , sekarang kan udah mau akhir tahun, enaknya liburan akhir tahun kemana, ya? Ada rekomendasi gak? Kali aja bisa menjadi referensi buat pembaca blog gue lainnya. Bukan gue yang mau jalan-jalan. HAHAHA.

Sekian dari gue, kalo kepanjangan gak apa-apa, blog-blog gue, tulisan-tulisan gue. Toh, setelah gue melakukan observasi kemarin tentang apakah panjang tulisan gue, kebanyakan bilang gak masalah. Jadi, gue lanjutkan aja tulisan seperti ini.

Sekian dan terima kasih. SALAM UPIL GAUL! *ngupil pake jempol kaki*

Senin, 27 November 2017
Beberapa hari yang lalu, adalah Hari Guru Nasional tepatnya tanggal 25 November 2017. Gue sebagai murid yang baik, merayakan hari guru itu dengan pertama-tama mengikuti upacara bendera dimana petugas upacaranya adalah guru-guru sekolah gue. Cukup unik karena biasanya guru itu hanya berkomentar tentang petugas saat jadi pembina upacara, sekarang mereka yang jadi petugas.

Ketika pembina upacara, yaitu Kepala Sekolah gue memberi amanat, semua anak-anak pada tertunduk kecewa karena yang mereka dengarkan adalah suara dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia. Ya, itu adalah hal biasa di sekolah gue. Miris memang.

Bukan hanya upacara bendera saja, sekolah gue juga mengadakan dua lomba dalam rangka merayakan Hari Guru Nasional ini, yaitu lomba menghias tumpeng dan lomba menyanyi. Setelah upacara selesai, anak-anak kelas gue langsung pada sibuk untuk menghias tumpeng.

Selain sekolah yang merayakan, angkatan gue juga membuat sebuah gebrakan di hari guru ini. Jadi, angkatan gue akan membuat sebuah kerusuhan di sekolah lalu memberi kejutan kepada guru-guru karena sedang merayakan hari guru. Ceritanya adalah awalnya anak-anak semua sedang bermain bola di lapangan. Setelah itu, akan ada keributan antara kedua tim. Kebetulan tim dibagi per jurusan. IPA VS IPS.

Ketika terjadi keributan, ada beberapa guru yang keluar untuk melihat dan berusaha menghentikan keributan tetapi anak-anak dari angkatan gue tetap membuat keributan. Sangat-sangat brutal karena ada beberapa barang yang dilempar seperti tempat sampah sampai gawang futsal. Akan tetapi rencana ini pun bocor, bahwa akan ada kejutan setelah ini.

Ada salah satu guru yang lucu, malah memberitahu guru-guru yang lain untuk ke lapangan menggunakan speaker sekolah. Kira-kira ia berbicara seperti ini, “Dimohon untuk guru-guru segera ke lapangan karena ada kejutan dari angkatan 25. Terima kasih.” Sontak beberapa siswa angkatan gue yang mendengar tertawa karena kejutannya sudah bocor.
Berbagai macam reaksi mewarnai wajah-wajah guru sekolah gue. Mayoritas sih memasang wajah bahagia. Gak tahu itu bahagia dengan ikhlas atau tidak karena ada beberapa barang sekolah yang rusak akibat kerusuhan. Acara dari angkatan gue pun ditutup dengan foto bersama satu angkatan beserta guru-guru.


Selain itu, dalam perayaan hari guru tahun ini, gue bisa menghemat uang jajan karena ada sisa nasi kuning untuk menghias tumpeng yang masih banyak. Daripada mubazir dan kebuang sia-sia, gue pun memakan itu semua. Bukan gue doang, sekelas juga. Pokoknya, kenyang, mantap!

Selasa, 28 November 2017
Seharusnya, hari ini gue dan temen-temen gue sekelas mengikut Try Out Ujina Nasional. Tapi, karena mungkin soalnya belum disusun, jadinya gak ada Try Out. Sekelas pun pada senang dengan hal ini. Padahal, sudah terjadwal bahwa hari ini adalah Try Out dan pelajarannya adalah fisika. Waktu Try Out pun diganti dengan promosi.

Seperti biasanya, ketika ujian pasti banyak sekali pihak yang datang ke sekolah-sekolah untuk mempromosikan produk mereka agar anak-anak mudah untuk belajar. Produknya itu kayak produk bimbingan belajar gitu. Ada banyak macemnya, dari bimbingan belajar offline sampai online seperti Kiper (tidak boleh sebut merk). Dan lucunya, pihak yang promosi sekarang itu menjual bahan-bahan ujian nasional dan pembahasan menggunakan kaset berserta flashdisk. Gak lucu kan? Bukan itu lucunya.

Lucunya adalah ketika pihak itu sedang berpromosi, orang itu berkata, “Saya disini tidak ingin berjualan,” tetapi setelah itu ada kalimat sambungan, “Untuk kaset kalian bisa beli seharga bla bla bla dan untuk flashdisk kalian bisa beli seharga bla bla bla.” Mendengar itu ingin ketawa dengan keras gue rasanya. Katanya gak mau jualan tapi kasih tahu harga. Secara tidak langsung juga orang-orang tahu kali dia itu berjualan. Huh, jaman now emang.

Karena sudah mengikut bimbingan belajar di sebuah tempat yang bernama SG atau Salemba Group, gue pun tidak membeli barang itu. Takutnya malah gue nanti jadi kepinteran jadinya bingung mau belajar dari mana. :D

Rabu, 29 November 2017
Sekolah gue menurut gue adalah sekolah coba-coba. Bukan, bukan dibangun karena untuk dicoba-coba atau bukan karena sebagai tester doang, eh, sama aja, ya. Maksudnya coba-coba adalah jadi ketika Ulangan Akhir Semester minggu depan atau namanya adalah PAS (Pekan Akhir Semester), untuk angkatan gue menggunakan CBT (Computer Based Test). Ini adalah percobaan pertama kali karena biasanya CBT itu cuma pas Ujian Nasional aja. Untuk adik kelas gue, masih menggunakan kertas. Jadi, bukan sekolah gue deh yang coba-coba, angkatan gue.

Sebelum menggunakan ujian dengan CBT, banyak sekali simulasi-simulasi yang dilakukan. Beberapa waktu lalu ada simulasi untuk Ujian Nasional dan hari ini adalah simulasi untuk PAS. Kemarin, sehari sebelum hari ini, panitia PAS CBT ke kelas gue dan berkata bahwa hari ini akan ada simulasi. Ketika panitia berkata seperti itu, anak kelas gue semua kompak berkata, “Habis istirahat pertama aja, Bu.”

Semua pada minta kayak gitu karena habis istirahat pertama adalah pelajaran kimia yang gurunya lumayan-lumayan galak. Banyak yang bilang, sih, killer gitu. Tapi, kalo kata gue sih biasa aja. Mau guru killer atau enggak, semua sama, orang tua gue ketika di sekolah. #ANJAY

Kampretnya anak kelas gue adalah udah beberapa pertemuan gak belajar kimia dan ini adalah pertemuan ketiga tidak belajar kimia. Untungnya, guru itu tidak tahu bahwa ini adalah strategi supaya kami tidak belajar kimia lagi. Untungnya juga dia tidak marah bahwa jam pelajarannya sering digunakan untuk hal-hal lain. Jadi, kelas gue aman tidak terkena omelan dan ocehannya. Btw, ngomongin ocehannya, ocehannya cukup berguna kalo kata gue, cuma cara penyampaiannya aja yang membuat anak-anak mengira bahwa guru itu galak. Inget, yang galak itu cuma anjing. :D

Kamis, 30 November 2017
Hari ini, mau gak mau, suka gak suka, jalanin aja karena besok libur. Ya, di minggu ini, gue hanya belajar di sekolah tiga hari, yaitu hari Selasa, Rabu dan hari ini, Kamis. Diawali dengan pelajaran olahraga yang hanya cerita-cerita aja lalu langsung ambil nilai tentang bela diri. Setelah itu pelajaran agama yang cuma ngaji dan cerita-cerita tentang ayat yang dibaca. Setelah itu fisika mengerjakan soal. Setelah itu, free class karena jamnya dipake untuk bersih-bersih. Ya, begitu lah hari Kamis gue. Random. B aja. HAHAHA.

Jumat, 1 Desember 2017
Hari yang ditunggu-tunggu oleh seluruh anak kelas gue. Setelah diundur-undur tanggalnya akhir jadi juga. Jadi, hari ini adalah hari dimana kelas gue photoshoot untuk Buku Tahunan Sekolah alias BTS. Jujur, menurut gue kelas gue cukup ribet dari pemilihan tema, tempat sampai tanggal. Pertama-tama ketika diumumkan akan ada BTS, kami pun memilih tema. Banyak sekali saran yang ditulis tapi akhirnya, dipilih lah satu tema yang gue gak tahu apa namanya. Pokoknya kayak party atau pesta mewah gitu dan mengenakan topeng. Bukan topeng monyet, ya.

Kedua, setelah tema, tempat pun dipilih dan di-voting. Karena tem ague adalah pesta, jadi tempatnya itu kayak di rumah atau dimana gitu yang tempatnya bisa dibuat pesta. Awalnya mau di Puncak tetapi karena ada sesuatu hal, gak jadi. Aslinya gue gak setuju juga kalo di Puncak karena kejauhan dan belum memikirkan hal-hal lain. Banyak anak kelas gue yang setuju ketika foto di Puncak. Untungnya gak jadi. Setelah dipilih-pilih lagi,  ada rumah yang bisa disewa dan tempatnya di Senayan. Sekitar H-10 foto, ternyata dari pihak sewa rumah di Senayan, kita harus membayar uang jaminan karena barang-barang di rumah itu mayoritas pecah belah sebesar 5 juta rupiah. Akhirnya, kami batal di tempat itu dan memutuskan di salah satu rumah di Pondok Indah, namanya The Agathon. Lokasinya di Jalan Niaga Hijau. Ya, gue hafal karena pas berangkat nyasar.

Untuk tanggal, awalnya kami memutuskan tanggal 25 November, tapi karena ada sesuatu hal mundur jadi tanggal 2 Desember tapi karena tanggal 2 kelamaan, tanggal 1 Desember lah yang dipilih.

Ketika mau berangkat foto, gue melakukan hal yang cukup rumit karena jas belum gue ambil di rumah saudara gue dan sepatu yang seharusnya pakai sepatu Bokap tetapi sepatunya gak tahunya ditinggal di kantor. Untuk sepatu, ternyata setelah gue pulang dari selesai foto, sepatunya itu ada di rumah. Bokap gak tahu seperti apakah sepatu yang gue maksud itu. Untuk menjaga nama baik Bokap, gak gue tulis jenis apa sepatunya karena pasti kalian akan tertawa.

Gue mengambil itu semua sebelum berangkat. Awalnya gue janjian sama temen gue tapi akhirnya batal karena gue belum siap. Gue pun berangkat setelah Sholat Jumat dianter Nyokap sama Bokap. Sesampainya disana, gue kira gue udah telat, tapi ternyata gak telat sama sekali karena belum pada siap dan fotografernya juga belum datang.


Daripada gabut, melamun, mikirin kapan punya pacar lagi, gue memutuskan untuk berenang. Awalnya gue berenang sendirian karena tidak ada teman yang mau diajak. Tapi, akhirnya ada temen gue yang juga mau ikut berenang, namanya Dovan. Saat fotografer sudah datang, gue pun langsung bersih-bersih berdua sama Dovan karena kamar mandi penuh, dipakai untuk ganti baju. Sekali lagi, ya, berdua di kamar mandi.

GUE BUKAN HOMO, YA!

Selesai dari situ, gue pun siap-siap dan akhirnya sudah ganteng. Tinggal nunggu di foto aja. Buat kalian yang mau tahu fotonya kayak gimana, bisa liat instagram gue @ilhamkape, hehe. Promosi dikit, kali aja dapet pacar. HAHAHA. Gak deng.


Setelah semuanya berfoto untuk BTS, kami foto bareng bersama yang punya rumah. Saat mau pulang, yang lain pada bingung untungnya gue enggak karena kebetulan Nyokap dan Bokap mampir ke PIM (Pondok Indah Mall). Awalnya gue mau main sama temen-temen gue tetapi demi menghemat uang jajan, lebih baik pergi sama orang tua aja biar duit aman. Sangat-sangat cerdas bukan? :D

Sabtu, 2 Desember 2017
Gue cuma nulis-makan-tidur-makan-nonton youtube-nulis-eek. Ya, begitu lah hari Sabtu gue. Maklum, jomblo, hehe. Btw, gimana menurut kalian kalo gue menulis diary seperti ini di blog. Apakah kepanjangan? Atau setiap hari aja gue nulisnya? Gimana? Mohon komentarnya, ya. Dan sepertinya gue akan menulis di blog ini seperti ini yang namanya adalah #SOTWKAPE, diambil dari singkatan “Story of The Week Kape”. Gimana gimana? Komentarnya, yaa. :)

Bentar, sebelum komen, jangan lupa follow Twitternya @_upilgaul biar kalian gak kalah gaul sama upil. Terima kasih, yaaaaaawww. SALAM UPIL GAUL!
“Bambang, kamu kok dari tadi sibuk banget, sih, sama HP kamu?” tanya seorang wanita yang berada di hadapan Bambang.

Bambang yang sedang sibuk dengan handphone-nya pun tak menggubris omongan wanita itu.

“Bambang, kamu dengerin aku ngomong gak, sih?” Wanita di depan Bambang semakin kesal.

Bambang pun tetap tak acuh. Wanita itu pun langsung berinisiatif mengambil handphone yang sedang digunakan oleh Bambang. Bambang bingung kenapa wanita itu mengambil handphone-nya.

“Kenapa, sih, kamu ambil HP aku?” tanya Bambang.

“Pikir aja sendiri!” Wanita itu masih kesal.

“Aku cuma main game doang, kok, Yang,” ucap Bambang dengan nada rendah.

“Kamu seharusnya tahu waktu, dong. Udah tau kita lagi pacaran, masih aja main HP.” Bambang hanya diam saja mendengar ucapan wanita itu. “Kamu dengerin aku ngomong, gak?” tanya wanita itu.

“Iya iya, aku denger. Ya audah sini balikin, kita baikan,” ajak Bambang sembari menunjukkan jari kelingkingnya tanda baikan seperti anak kecil. Mereka berdua pun balikan. Ya, drama kecil yang membuat hubungan mereka berdua awet seperti makanan yang dikasih formalin.

***

Mungkin, kalian pernah melihat kejadian seperti Bambang, kan? Dimana dua orang yang lagi berpacaran, eh, ada salah satu diantara mereka yang asyik dengan handphone-nya untuk bermain game. Atau, malah kalian sendiri yang merasakan hal itu?

Ngomong-ngomong soal game, gue adalah orang yang gak terlalu suka banget sama game tetapi gue suka untuk bermain game. Jadi, gue tuh main game ketika ada waktu luang aja atau kalo lagi gabut gabut banget. Selain itu, males untuk main game.

Seiring dengan berkembangnya zaman ditambah majunya teknologi, semakin banyak game yang bermunculan saat ini seperti di handphone maupun PC atau komputer. Indonesia adalah salah satu negara dengan pengguna game yang banyak menurut gue. Kenapa gue bisa berkata seperti itu? Karena di Indonesia cukup banyak orang-orang yang addicted sama game. Ditambah, banyak juga Youtuber-Youtuber dan Blogger yang fokus di bidang game. Siapa yang gak kenal Reza Oktovian gamers ganteng idaman f*ck pencitraan nakal tapi tampan?

Selain itu, ada juga beberapa start up game yang bermunculan di Indonesia seperti Alegrium, Kidalang, Maximize Games, Menara Games, Toge Productions dan masih banyak lagi. Apakah diantara kalian ada yang pernah nyoba game dari Indonesia? Kalo belum, yuk, bisa dicoba sekarang.

Untuk game dari Indonesia, gue pribadi, sih, pernah bermain game di saat lagi jaman-jamannya, “Om Telolet Om!!”. Itu adalah salah satu permainan Indonesia yang pernah gue mainin walaupun cuma di handphone, yaitu Bus Simulator Indonesia. Untuk game PC, belum pernah, hehe.



Dari banyaknya start up, ada juga loh start up yang baru hadir di Indonesia beberapa waktu silam. Namanya adalah GukLabs. Membaca kata itu, hal yang ada dalam benak gue adalah itu nama yang unik dan menarik. Ngomong-ngomong, Guklabs sedang memulai berkarya, loh, dengan projek pertama bernama WISGR.



Projek pertamanya ini, Guklabs mau mengajak kalian-kalian semua yang suka bermain game merasakan pengalaman bermain yang baru dan fantasi yang berbeda. WISGR juga memiliki cerita yang benar-benar original dan twist story yang sangat menarik. Penasaran kan sama game-nya? Tunggu rilisan game itu, mungkin sekitar tahun depan. Jadi, yang sabar, yaa.

Oh iya, itu adalah game PC, buat kalian para gamers atau Youtuber yang suka bermain game action adventure seperti Bastion, bisa tuh menggunakan game itu untuk dijadikan konten videonya. Genre game itu adalah action adventure tapi yang berbeda dan tidak seperti biasanya pokoknya. Kalian akan merasakan petualangan yang sangat menantang di game ini. Kalo udah jadi game itu, mungkin kita bisa bermain bareng. Oke?

Sekian dan Salam Gamers! Tak lupa juga, SALAM UPIL GAUL!