Sebelumnya, gue mau kasih tau ke kalian semua bahwa ada orang ajaib di Indonesia. Ketika jadi tersangka, banyak sekali cara yang membuat dirinya agar tidak menjadi tersangka. Ajaib, hehe. Apalagi, ada kecelakaan mobil yang rusak mobil bagian depan bawah alias bemper, eh, yang luka kepalanya, malahan katanya bisa amnesia. Memang, lucu, hehe.

***

Halo semuanya, selamat malam minggu. Postingan ini dipersembahkan untuk seseorang. Seseorang yang pernah memasang sebuah tulisan “+62” di statusnya. Entah orang itu akan membaca ini atau tidak, tidak apa-apa, itu hak dia. Jika dia membacanya, semoga dia selalu bahagia seperti halnya aku yang selalu berusaha untuk bahagia. Karena malam ini adalah malam minggu, menurutku malam minggu adalah kamu.

Malam minggu, hai, apa kabar kamu?
Aku harap kamu selalu sehat dan bahagia,
seperti aku yang selalu berusaha untuk bahagia.

Malam minggu, apakah ada hal yang mengganjal pada dirimu?
Pernahkah kamu di suatu waktu  memikirkanku, lagi?
Aku tahu, mungkin tidak, karena siapa lah aku,
hanya masa lalu.

Malam minggu, apakah aku boleh jujur kepadamu?
Aku masih belum bisa melupakan dirimu.
Terkadang, ada waktu dimana kamu hadir dalam benakku.

Malam minggu, apakah kamu masih ingat sesuatu?
Hal yang pernah kita lakukan di malam minggu sampai pukul satu.
Saat dimana kamu memaksaka diri untuk berbicara denganku.
Terima kasih, kamu sudah membuatku bahagia saat itu.

Malam minggu, mengapa malam itu kamu melakukan hal itu kepadaku?
Padahal, hari itu kita sedang baik-baik saja,
tiba-tiba kamu membuat sebuah luka,
untukku dan untukmu.

Malam minggu, aku rindu.
Tapi, aku tidak ingin mengatakannya kepadamu.
Karena, percuma, bila rindu tanpa balasan,
akhirnya menjadi terlupakan.

Malam minggu, sendu. Sekian.
Image result for ngupil
Gambar dicomot, diambil, di-copas dari Google.
Setelah terdengar bunyi bel kebahagiaan bagi seluruh pelajar, yaitu bel pulang sekolah, kelas gue belum keluar dulu karena ada alumni sekolah gue yang lagi ngomong-ngomong kuliahnya seperti apa. Beberapa menit berlalu, alumni pun keluar disusul sama beberapa temen kelas gue yang keluar. Sayangnya, tangisan awan turun dengan cukup deras. Gue pun akhirnya mengurungkan niat untuk pulang ke rumah karena males basah-basahan.

Karena gabut sekali menunggu hujan reda, gue baca buku, lalu setelah baca beberapa menit, gue keluar kelas untuk membeli teh hangat karena gue butuh kehangatan. Maunya gue sih kehangatannya itu adalah sebuah pelukan, sayang seribu sayang, gak ada orang yang mau pelukan sama gue. Sedih.

Setelah menghabiskan teh, Abrian, temen kelas gue yang merangkap sebagai tukang dakwah, menyetel sebuah lagu jedagjedug, kita sebut aja nama musiknya adalah EDM. Awalnya gue hanya joget biasa saja sampai akhirnya, entah pikiran apa yang datang di kepala gue, tiba-tiba gue menaiki pundak temen gue, Dafa.

Gue pun joget-joget musik EDM dengan gaya ala nonton konser Dangdut Pantura yang jogetnya itu pecah banget, deh. Tiba-tiba, hal yang tak diinginkan terjadi. Gue terjatuh dan terjatuh dan terjatuh. Pertama sih cuma jatuh kecil, yaitu hanya jatuh dari pundak lalu seperti digendong tetapi tangan gue gak pegangan ke badan Dafa jadinya badan gue agak ke belakang gitu. Karena Dafa gak kuat sama berat badan gue yang padahal badan gue ini gak gemuk, tiba-tiba aku terjatuh dan tak bisa bangkit lagi.

Gue jatuh dan kepala belakang gue kepentok meja. Setelah sampai di lantai, gue pun melihat ke sekitar dan ternyata hidung gue mimisan. Gue gak tahu kenapa bisa mimisan tapi bisa jadi mimisan karena terjadi tumbukan antara wajah depan gue dengan kepala belakang Dafa. Soalnya pas jatuh, Dafa menindihi tubuh gue. Tapi, gue gak inget gimana soalnya yang gue tahu, gue jatuh aja gitu ke bawah bukan ke atas.

Karena kaget, gue langsung lari keluar kelas dan tambah kaget lagi ketika gue melihat di depan pintu ada guru BK yang sedang melihat. Jauh dari yang disangka-sangka, ternyata guru BK gue gak memperdulikan gue yang mimisan. Padahal, ruang BK sama wastafel itu jaraknya gak nyampe kayak Indonesia ke Mekkah, paling cuma satu sampai dua meter.

Gue panik karena sangat sangat jarang mengalami yang namanya mimisan. Terakhir kali kalo gak salah saat SD gue mimisan. Atau kayaknya gak pernah, gue lupa. Parahnya, setelah gue basahi hidung gue darahnya gak berhenti-henti keluar. Rasanya gue mau masang kran aja gitu di hidung gue agar bisa mengontrol darah yang keluar.

Setelah beberapa menit, akhirnya darah agak tertahan dan kebetulan hujan sudah sangat reda, gue pun langsung menuju tempat parkir untuk silaturahmi sama tukang parkir, eh, maksudnya untuk ambil motor dan langsung pulang ke rumah. Untungnya, gue ke sekolah gak bawa motor karena kalo bawa motor berat, jadi di perjalanan ke rumah gue masih bisa menahan darah bila ada yang keluar dari hidung gue. Btw, di parkiran gue berpapasan dengan seseorang hehe, ya, tukang pakir.

Sesampainya di rumah, gue pun langsung ke kamar mandi dan ternyata darahnya masih keluar dengan lancar. Ah, akhirnya Nyokap pun tahu dan dia langsung panik. Gue sampe mau dibawa ke dokter. Ketika Nyokap udah siap mau jalan, gue pun menolak karena males aja ke dokter. Soalnya udah agak ketahan darahnya, jadi menurut gue gak parah banget.

Karena mimisan, hidung gue yang normal hanya lubang yang sebelah kanan saja. Yang kiri agak gimana gitu soalnya yang kiri yang mimisan. Oleh karena itu, gue libur untuk ngupil karena kalo gue ngupil, takutnya berdarah lagi. Eits, tapi libur ngupilnya untuk lubang yang kiri aja. Yang kanan, masih bisa untuk diupilin dan upilnya masih normal.

Pelajaran yang bisa gue ambil dari kejadian ini adalah ketika kalian mau joget, harus tau tempat lah. Kalo lagu dangdut, joget dangdut, kalo lagunya EDM, joget EDM, jangan sampe kebalik karena sangat fatal akibatnya. Untungnya, gue gak kenapa-kenapa walaupun kepala gue yang belakang kebentur.

Katanya kan bahaya tuh kalo kepala belakang kebentur, bisa-bisa amnesia, untungnya gue masih gak kenapa-napa, Alhamdulillah. Intinya adalah, jangan banyak bertingkah bila jadi manusia. Karena seyogyanya manusia itu adalah makhluk hidup. Sekian. Salam UPIL GAUL!
Image result for refund ticket
Pict by Google

Bagaimana Meminta Ticket Refund Pesawat—Persiapan sudah matang, tinggal berangkat saja. Eh, tahu-tahu ada hal mendadak yang membuat Anda harus membatalkan tiket pesawat. Kekecewaan tidak hanya bertumpuk pada masalah yang membuat Anda harus membatalkan penerbangan, tetapi juga karena tiket pesawat di tangan Anda sekarang adalah tiket hasil berburu promo. Sudah susah-susah melakukan penghematan, malah akhirnya tidak jadi berangkat. Tentunya ada solusi bagi Anda yang berada di posisi itu. Solusi bijaknya ialah dengan ticket refund. Apa saja prosedur yang harus dilakukan dalam ticket refund
 
Mengapa tiket harus dibatalkan

Tidak hanya Anda yang bisa melakukan pembatalan penerbangan, pihak maskapai juga bisa melakukan hal yang sama dikarenakan perubahan cuaca. Seperti adanya erupsi gunung, badai angin atau penyebab cuaca lain yang harus menghentikan penerbangan karena dirasa membahayakan awak pesawat dan calon penumpang.
Jika Anda yang membatalkan penerbangan, Anda bisa mendapatkan pengembalian uang.  Namun, tidak bisa 100% karena biasanya terkena biaya administrasi. Tetapi jika pihak maskapai penerbangan yang membatalkan, biasanya Anda akan diberikan pilihan. Mau dialihkan untuk penerbangan ulang atau tiketnya dikembalikan dalam bentuk uang.

Cara pembatalan dan meminta ticket refund pesawat

Apabila calon penumpang membeli lewat website maskapai penerbangannya langsung, berarti Anda bisa melakukan ticket refund dengan datang ke maskapai penerbangan yang ada di masing-masing kota. Selain itu, Anda juga bisa menghubungi call center maskapai penerbangan yang biasanya berada di kantor pusat Jakarta.
Namun jika Anda membeli tiket pesawat melalu agen atau jasa tiket pesawat di website tertentu, Anda tinggal menghubungi call center yang bersangkutan. Misalnya agen tiket pesawatnya, agen ini yang akan langsung mengurus dan menghubungi pihak maskapai penerbangannya.

Ketentuan yang harus dilakukan ketika ticket refund pesawat

Pembatalan tiket pesawat oleh maskapai penerbangan, penumpang akan diberikan penggantian uang secara penuh, yaitu 100% sesuai apa yang sudah dibayarkan. Namun jika Anda sendiri yang melakukan pembatalan tiket, maskapai akan menggantinya tergantung dari kapan waktu Anda membatalkan tiket. Penggantian tiket untuk pembatalan selang beberapa jamdari keberangkatan tentunya berbeda dengan pembatalan beberapa hari dari hari-H. Waktu paling aman untukticket refund ini adalah sebelum hari-H keberangkatan, misalnya 48 jam sebelumnya.
Selain waktu pembatalan, hal lain yang memengaruhi kemudahan melakukanticket refund ini adalah tergantung kelas tiket. Ticket refund untuk tiket kelas bisnis atau kelas utama lebih mudah ketimbang kelas ekonomi. Karena ada juga tiket pesawat murah atau promo yang tidak bisa dibatalkan, dengan kata lain tiketnya menjadi hangus.

Prosedur umum ticket refund

Seluruh tiket yang telah terbayarkan oleh penumpang, bisa dilakukan proses ticket refund tetapi biasanya ada syarat yang diberikan, seperti:

·      Tiket yang akan di-refund bukan tiket promo atau yang telah fixed date. Namun ada juga beberapa maskapai penerbangan yang membolehkan ticket refund dengan mengganti uang.

·       Perubahan pada tiket yang telah dibeli calon penumpang masih dalam waktu validasi tiket.

·      Bila terjadi selisih tiket harga lama dan harga yang baru, calon penumpang akan terkena selisih harga tersebut.

·   Akan dikenakan biaya administrasi, jumlahnya tergantung ketentuan maskapai penerbangan masing-masing.

·      Syarat yang lainnya tergantung kebijakan per maskapai penerbangan atau Anda bisa langsung menghubungi call center maskapai yang calon penumpang gunakan. Ada baiknya jika anda, membaca terlebih dahulu ketentuan yang diberlakukan sebuah maskapai penerbangan, agar dilain waktu tahu bagaimana langkah yang harus diambil.


Itulah penjelasan mengenai ticket refund, semoga dapat membantu Anda. 
Selamat malam. Kalo kalian bacanya siang, tetep selamat malam karena tulisan ini muncul di blog gue pas malam. Jadi, kemarin adalah hari dimana rapot bayangan diambil. Bukan, rapotnya bukan dalam bentuk bayangan, tetapi dalam bentu kertas tetapi disebutnya rapot bayangan karena rapotnya masih belum pasti. Masih bisa berubah. Tapi, gak bisa berubah buat jadi superhero.

Ketika ambil rapot bayangan, bukan gue yang ambil tetapi nyokap gue. Sesampainya di kelas gue, nyokap gue antri buat beli minyak, eh, salah, maksudnya buat nungguin ambil rapot ke wali kelas gue. Gue pun menunggu nyokap gue di depan kelas bersama teman-teman sekolah gue.

Waktu nyokap gue berhadapan dengan wali kelas untuk mengambil rapot, gue pun agak nguping sedikit sama apa yang mereka bicarakan. Ternyata, ada juga orang tua murid dari temen gue yang ambilnya berbarengan sama nyokap gue.

Yang gue denger sedikit adalah ucapan wali kelas gue yang bertanya ke kedua orang tua murid yang ada di depannya, “Apakah anak Ibu pacaran?”

Gue pun langsung menjauh, maksudnya gak nguping lagi gitu karena kuping gue gatel. Tak berapa lama kemudian, nyokap gue pun keluar dan gue langsung pulang. Di perjalanan, gue pun bertanya ke nyokap apa yang mereka obrolkan tadi di kelas.

“Bu, tadi ngobrolin apaan? Kok ada pacaran-pacarannya?” tanya gue penasaran.
“Enggak, tadi wali kelas nanya. Terus kata wali kelas, pacaran di SMA itu gak penting. Gak butuh banget. Pokoknya, pacaran di SMA itu sia-sia. Pelajaran di sekolah yang awalnya cuma 14 bisa jadi 18,” jawab nyokap.
“Maksudnya?”
“Ya, contohnya kayak baru ngerjain PR (Pekerjaan Rumah) sebentar, ada chat dari pacar, ‘Udah makan belum?’ atau ‘Lagi ngapain?’ Gitu.”

Setelah itu, gue pun langsung berfikir dan menyadari. ‘Emang bener, sih,’ gumam gue dalam hati. Kemarin-kemarin, ketika gue pacaran, pasti gue jadi sibuk banget. Bukan sibuk dengan hal yang berguna tetapi gak ada gunanya. Kayak misalnya sibuk begadang cuma buat telponan sama pacar. Daripada begadang untuk melakukan itu kan lebih baik begadang untuk belajar atau baca sesuatu atau nonton video di YouTube yang berguna.

Sumber gambar: Pinterest.

Btw, untuk youtube, sekarang gue lebih suka menonton video yang bermanfaat seperti channel-nya Kok Bisa?, National Geographic, Ruangguru, dan yang menurut gue bermanfaat lainnya. Apalagi, karena gue masih kurang dalam berbahasa Inggris, gue jadi lebih suka nonton video Bahasa Inggris. Bagi kalian yang ada rekomendasi channel Youtube yang bermanfaat bisa langsung komentar aja di bawah. :)

Beberapa waktu yang lalu, aslinya gue udah menyadari tentang apa yang gue lakukan sekarang. Karena gue sekarang udah kelas 3 SMA, udah mau memasuki tahapan yang namanya real life atau kehidupan yang sebenarnya. Gue pun gak mau menyesal di belakang. Maka dari itu, akhir-akhir ini gue mau mencoba membuat perubahan di diri gue.

Apalagi, setelah melihat nilai rapot bayangan yang diambil kemarin, gue jadi semakin mau fokus untuk akademik gue. Dan jika ingin berkarya, gue mau fokus di salah satu tempat untuk gue berkarya. Jadi, gue mau fokus sama satu hal yang menurut gue gampang untuk dilakukan dan itu passion gue.

Kalian lah yang membaca ini akan menjadi saksi perubahan gue. Gue sekarang jadi mau memperdalam ilmu agama dan gue sekarang gak tau kenapa tiba-tiba gak mau pacaran dulu. Pokoknya mau bertaubat. Sekarang gue udah punya tujuan mau kemana nanti setelah SMA dan mau ngapain. Gue juga udah punya satu wanita idaman gue, bisa jadi secret admirer yang gue tulis di postingan sebelum ini, bisa jadi tidak. Pokoknya gue gak terlalu fokus dulu buat cari cewek hihi. :D

Selain dalam diri gue, gue cuma mau fokus untuk blog gue ini. Mulai minggu depan, kalian akan membaca cerita kehidupan gue di blog ini dari gue kecil sampai sekarang. Kenapa gue mau nulis itu? Karena awalnya itu adalah ide buku gue tetapi karena nulis di buku itu belum tentu dibaca dan dibeli lebih baik gue gratisin aja tulisan gue supaya kalian bisa baca di waktu luang dan bisa baca sebebas-bebasnya tanpa harus mengeluarkan biaya.

Bismillahirahmanirohim, gue mau taubat, berubah dan fokus dengan apa yang gue mau di masa depan. Semoga aja gak ada hambatan atau hal yang menghalangi perubahan gue ini. Aamiin.

Buat kalian, apakah ada rencanya untuk berubah juga? Apa sih perbuahan yang mau kalian lakukan? Yuk silahkan cerita-cerita aja di kolom komentar di bawah postingan ini. Terima kasih dan semangat! Semoga kalian sukses! Aamiin.
Ya, aslinya ini gue udah lama gak nulis. Tapi, gak apa-apa, lah, ya. Yang penting sekarang nulis. Sayangnya, sekarang gue gak tahu mau nulis apa. Gak kayak blogger lain yang lancar ketika lagi nulis. Jadi, gue gak tahu mau nulis apa. Jujur, ini sih cuma basa-basi di paragraf awal aja. Nanti juga bisa nulis, hehe.
Image result for malas
Sumber gambar: Google tepatnya dari website Youthmanual

Beberapa waktu yang lalu, banyak banget hal-hal yang terjadi di kehidupan gue. Akan tetapi ketika gue mau nulis, ada something, yaitu musuh gue yang datang buat ganggu gue. Musuh gue itu adalah seekor kemalasan atau seorang kemalasan atau sebuah kemalasan. Tapi, sebenci-bencinya gue sama kemalasan, tetep aja dia datang-datang lagi. Maka dari itu jangan pernah ngebenci sesuatu karena itu gak bagus.

Hal yang pertama yang menurut gue gak akan pernah gue lupakan adalah gue menjadi panitia bagian table alias bagian meja dimana di situ lah tempat mengatur pertandingan. Pertandingannya adalah basket. Jadi, di sekolah gue ada kayak cup gitu. Nah, demi membantu jalannya sebuah perlombaan itu, gue pun dengan sukarela membantu.

Hari-hari sebelumnya, gue menjadi komentator karena gue suka ngomong-ngomong. Bukan ngomong dari belakang doang tapi. Nah, hari-hari esoknya gue bukan komentator tetapi menjadi panitia di bagian meja. Di situ, gue mendapat tugas untuk mengatur waktu.

Dan saat itu lah gue melakukan kesalahan. Singkat ceritanya adalah seharusnya itu waktu bersih, dimana ketika ada bola keluar atau ada pelanggaran, waktu dimatikan. Akan tetapi, gue lupa untuk mematikan waktunya. Dan parahnya lagi, yang lagi main adalah sekolah gue dan lagi masuk di semifinal. Ada rasa bersalah dalam diri gue kepada sekolah terutama tim basket karena tidak bisa mendapatkan juara 1 atau 2 melainkan juara 3.

Gue pun langsung meminta maaf kepada pelatih basket sekolah gue dan kepada temen-temen gue anak basket lewat grup. Alhamdulillah, dimaafkan. Hari itu pun adalah hari yang mungkin akan selalu gue inget. Itu adalah pengalaman berharga gue. Kelupaan buat matiin waktu.

Hari berikutnya, tepatnya beberapa minggu kemudian, sekolah gue masih mengadakan lomba karena memang belum habis perlombaannya. Di hari terakhir, adalah hari dimana ada banyak perlombaan, yaitu Band, Saman dan Short Movie. Gue pun jadi keinget sama mantan gue kalo dia adalah Anak Saman. Maksudnya adalah salah satu anak yang mengikuti ekskul Saman di sekolahnya. Beberapa hari sebelum itu, gue tanya sama temen-temen gue yang di sekolah ikut ekskul Saman.

"Eh, sekolah *bippppp, sensor* ikut lomba Saman, gak?" Ya, maksudnya adalah sekolah mantan gue. Dan ternyata, the answer isssssss, "Iya, ikut." Ini adalah kesempatan gue buat ngeliat dia lagi dan mungkin kesempatan untuk ngobrol-ngobrol dikit atau ketemu sebentar.

Akhirnya, di hari perlombaan Saman tiba, gue sengaja ke sekolah padahal gue bukan peserta atau panitia. Kebetulan temen gue banyak yang panitia, sepik-sepik aja ikutan jadi panitia. Padahal aslinya sih mau liat someone yang lagi lomba.

Gue pun hanya duduk-duduk aja di ruang panitia sembari menunggu penampilan Saman dari sekolah mantan. Gue juga udah kasih pesan ke temen gue kalo SMA *bippppp, sensor* tampil untuk bilangin gue di ruang panitia. Setelah menunggu akhirnya temen gue datang dan bilang kalo sekolah mantan gue tampil.

Dengan sigap gue langsung keluar ruang panitia dan ke depan panggung. Tapi, gak depan panggung persis, sih, agak kepinggiran dikit jadi gue liat ke arah panggung agak nyerong. Gue pun langsung mencari mantan gue dimana dan akhirnya, ketemu. Ketemu karena ada salah satu ciri-ciri yang selalu gue inget. Akhirnya gue bisa liat mantan gue lagi, langsung. Ketika penampilannya selesai, ada omongan-omongan dari dalam diri gue.

"Sapa dia gak, ya?"

"Ajak ketemu sebentar gak, ya?"

"Gue keringet dingin, nih, gara-gara ngeliat mantan, jadinya mules, kan."

Dan yang lain-lain yang intinya adalah bimbang mau ketemu apa enggak. Akhirnya, gue pun memutuskan untuk gak usah ketemu karena ketika di-chat aja kalo dibales sama dia udah alhamdulillah. Jadi kalo untuk ketemu, kayaknya enggak, deh. Gue pun hanya liatin dia aja mondar-mandir di sekolah gue.

Sampai akhirnya ketika gue udah pulang, gue cek hp dan ternyata DM gue yang mengucapkan, "Goodluck!" pada pagi hari dibalas. Ah, rasanya jadi mau ngobrol dan balik lagi ke sekolah tapi itu gak mungkin karena mager juga balik lagi ke sekolah. Gue pun akhirnya bercakap-cakap di DM Instagram.

Ya, jadi panjang kan tulisan gue. Padahal mah awalnya cuma mau ngomongin kalo gue akhir-akhir ini males banget buat to do anything. Tapi, nanti kalo cuma ngomongin males tulisannya jadi gak panjang. Biar gak panjang tulisannya tetapi komentarnya juga panjang, gue mau tanya, deh, sama kalian. Apa sih yang biasanya kalian lakukan untuk melawan rasa malas? Masalahnya, kalo gue malas terus bahaya, nih. Kasih jawabannya di kotak komentar bawah, ya.

Sekian dan terima kasih. :)
Resiko. Setiap perbuatan yang kita lakukan pasti mempunyai resiko. Pasti. Contoh gampangnya adalah ketika kalian lagi makan, resiko yang akan kalian dapatkan adalah kenyang dan kalo kebanyakan nanti resikonya jadi gendut. Pokoknya semua hal yang dilakukan memiliki resiko.

Beberapa hari lalu, gue mendapatkan sebuah cerita resiko dari cerita Nyokap gue. Jadi, Nyokap gue kan seorang pedagang tas-tas ala Ibu-Ibu Gaul gitu, deh. Nah, beberapa waktu yang lalu, barang pesenannya dikirim lewat salah satu agen pengiriman, orang-orang banyak nyebutnya JNE.
Image result for jne
Sumber: Google.

Ketika barang sudah sampai dan diterima, Nyokap gak ngeh tuh kalo barang yang diterima ternyata rusak. Plastik untuk membungkus tas ternyata bolong karena kena knalpot dan tasnya pun ada sedikit warna hitam. Nyokap gue baru sadar ketika kurir sudah pergi. Ia pun langsung mengejar kurir itu dan langsung menanyakan mengapa paket yang diterimanya cacat.

“Wah, maaf, Bu. Karung motor saya emang bolong, Bu. Saya udah bilang ke kantor tapi belum diganti-ganti,” ucapnya dengan nada melas.

Nyokap pun bingung akhirnya meminta untuk diselesaikan secara baik-baik di rumah. Kurir pun ke rumah dan kebetulan di rumah gue ada Bokap. Mereka pun akhirnya berbincang-bincang sekalian nego-nego.

“Jadi, gimana, mas?” tanya Bokap gue.

“Ya sudah, pak, nanti saya ganti. Kira-kira berapa, ya, harganya?” tanya kurir itu.

Setelah disebut berapa harganya, kurir itu pun langsung berkata dan memberikan uang selembar seratus ribu rupiah, “Saya cuma bisa kasih segini, mungkin nanti akan saya kasih lagi pas saya udah gajian.”

“Aduh, saya jadi gak enak, nih, sama mas,” ucap Nyokap yang gak enakan.

“Gak apa-apa, Bu. Emang ini resiko saya. Daripada diurus ke kantor terus nama saya jadi jelek, lebih baik saya selesaiin sekarang aja, Bu,” jawab kurir itu dengan tegar.

Singkat cerita, kurir itu memberikan KTP-nya sebagai jaminan agar orang tua gue percaya bahwa dia akan melunasi ganti rugi. Jujur, tahu cerita ini gue jadi kasian sama kurir JNE-nya. Setiap hari dia nganterin paket-paket, eh, ada aja apes yang diterima.

Pelajaran yang gue ambil adalah ketika lo melakukan sesuatu kesalahan atau kebenaran sekali pun lo harus bertanggung jawab dengan apa yang lo lakukan. Mungkin emang ini adalah resiko menjadi kurir, seharusnya sang kurir mengecek terlebih dahulu kendaraan dan karung yang dibawa sebelum dia pergi mengantar paket.

Intinya sih, semua yang dilakukan pasti beresiko. Kadang resikonya bisa kita hadapi kadang sulit untuk dihadapi. Walaupun sulit, kita tetap harus bertanggung jawab dengan apa yang kita lakukan dan semangat untuk menghadapi resikonya. YUK SEMANGAAATTT!!!!
Semua hal di dunia ini pasti mempunyai lawan seperti api dan air, panas dan hujan, hidup dan mati, dan seterusnya. Kalian juga pasti tahu bahwa ada lawan dari kata ‘ramai’. Ya, sepi. Mungkin sebagian dari kalian semua yang membaca tulisan ini pernah mengalami kesepian bukan?

Ada beberapa alasan mengapa kesepian itu terjadi kepada kalian semua. Ketika kalian tak ada teman, ketika teman kalian sedang pergi meninggalkan kalian, atau ketika kalian putus. Ya, semua akan terasa sepi. Oh iya, ada satu lagi, kalian akan merasakan kesepian ketika di goa sendirian. Gak ada teman, gak ada setan. Sepi.
Dan kali ini, gue mau kasih tahu kalo handphone gue yang biasanya ramai, menjadi sepi. Bukan gue yang kesepian tapi handphone gue, kasian dia kesepian. Gue aslinya udah paham gimana agar ramai. Ikut grup-grup gosip atau sering denger lagu hardcore biar ramai atau pecahin aja layarnya biar ramai. Kayaknya sih yang terakhir gak akan pernah gue lakukan. :D

iPhone X features a new all-screen design. Face ID, which makes your face your password. And the most powerful and smartest chip ever in a smartphone.
Sumber: Apple Official Website
Jawaban dari kenapa handphone gue sepi adalah karena tidak ada satu pun pesan dari kamu. Iya, jangankan pesan, DM aja juga gak ada. Karena sepi, gue pun jadi sering gabut dengan handphone. Kadang gue malah buka yang gak penting, yang membuat kuota gue seharusnya untuk mengerjakan tugas atau hal berguna lainnya malah jadi terbuang sia-sia.

Gue adalah orang yang tangannya gatel. Jadi suka buka apa aja ketika kuota lagi banyak. Entah itu instagram, facebook, twitter, blog orang-orang, dan masih banyak lagi. Kenapa gue ngelakuin itu? Karena gue mencari sesuatu agar gak kesepian di handphone.

Sampai akhirnya, gue sadar bahwa malahan kegatelan tangan gue yang membuat handphone gue jadi kesepian lagi. Ketika kuota abis, gue kesepian lagi. Mau beli kuota, pasti diomelin dulu sama nyokap karena boros.

Gue pun akhirnya sadar bahwa smartphone sekarang sudah canggih, hal apa aja bisa dilakukan di-smartphone. Mau manggil tukang pijit lah, mesen makanan lah, cari hotel lah, semua bisa. Gue pun sadar kenapa ketika sepi gue gak mengaji aja di handphone? Selain mengisi waktu luang, bisa nambah pahala juga bukan?

Jadi, buat kalian yang merasa handphone-nya sepi, mending gunakan smartphone-nya untuk melakukan hal yang berguna seperti mendekatkan diri kepada Tuhan. Buat yang muslim, kita bisa mengaji dengan smartphone daripada cuma buang-buang kuota aja.

Yuk mengaji! :)
Melihat tawamu, mendengar senandungmu..
 
Eh, kayaknya salah lagu, ya?

*nyanyi lagi*
 
Kuawali hariku dengan mendoakanmu agar kau selalu sehat dan bahagia disana.
Sebelum kau meninggalkanku lebih jauh.
Sebelum kau melupakanku lebih jauh.
Ku tak pernah berharap kau kan merindukan keberadaanku,
yang menyedihkan ini.
 
Udah deh nyanyinya. Gue tahu pasti kalian gak bakalan mau dengerin suara gue. Padahal, kalo gue ikutan kompetisi suara tingkat internasional, gue pasti gak akan menang. Jadi, gue bukan mau nyanyi karena kalo nyanyi itu pasti ada suaranya, sedangkan gue sekarang lagi nulis.

Siapa diantara kalian yang sering jatuh cinta? Jujur, jatuh cinta itu menurut gue adalah hak segala bangsa. Dalam pelajaran PKn, sepertinya guru gak pernah menjelaskan bahwa ada juga hak penting bagi kita, hak untuk mencintai dan dicintai.

Tapi, terdapat sebuah masalah ketika kalian sudah mencintai seseorang. Hak mencintai sudah terpenuhi tetapi hak dicintai belum. Akhirnya, karena kalian punya hak untuk mencintai, kalian pun asyik mencintai orang itu sebagai pengagum rahasia atau kata SO7 adalah pemuja rahasia.

Sumber gambar: Pinterest.

Kayak sekarang, nih, gue lagi jadi pemuja rahasia. Jangan kasih tahu siapa-siapa, ya, kan rahasia. Kalo misalnya orang yang gue omongin baca tulisan ini, yaudah gak apa-apa. Anggep aja masih rahasia dan semoga aja dia yang gue omongin pura-pura gak tau. Hehe.

Jadi, gue suka sama itu orang, kita panggil aja Suti, ya. Btw, Suti itu adalah sebuah suku kata pertama nama nyokap gue. Oke, jadi ini kita misalkan aja, ya, cewek yang gue sukain itu Suti. Iya, suti. Gak tau ini cuma suka atau kagum, pokoknya demen, deh. :D

Suti ini adalah adik kelas gue. Gue tau dia dari, gak tahu dari mana tiba-tiba tau aja kalo gue punya adek kelas kayak Suti. Gue kira dia bukan adek kelas gue di sekolah. Eh setelah gue stalk-stalk lebih dalam, ternyata dia adek kelas gue.

Oh iya, gue kenal Suti itu dari sosial medianya. Jadi, beberapa hari setelah putus, gue coba cari-cari adek kelas yang masuk ke dalam selera gue *anjay*. Gue pun cari cewek yang kalo bisa pesek karena pesek itu lucu. Setelah ngabisin kuota kurang lebih sebanyak 30gb untuk cari adek kelas, akhirnya gue menemukan sosial medianya Suti. Dalam hati gue, dia itu udah pas deh kayak apa yang gue cari gitu. Nah, mulai dari situ lah gue coba follow sosial medianya dan hampir setiap dia update instastory, selalu gue reply sebagai bahan omongan di DM.

Akan tetapi, semua itu gak bertahan lama aja. Setelah gue telaah lebih dalam, sepertinya dia masih jomblo tetapi dia udah demen sama orang lain. Ya, daripada gue nanti disukain karena kasihan atau terpaksa, lebih baik gue diam dulu aja. Pastinya, nanti gue akan langsung DORRR!! ketika suasananya sudah bisa dikondisikan.

Makanya, sekarang gue mau jadi secret admirer alias pemuja rahasia aja dulu. Lagi pula, walaupun gue juga punya hak untuk dicintai, selagi kita belum membutuhkan hak itu, mending kita lakuin aja dulu hak mencintai. Urusan orang yang gue suka, suka balik ke gue, itu belakangan karena sekarang gue lagi menikmati kesendirian gue setelah putus di awal tahun.

Jadi, siapa nih yang sekarang juga jadi pemuja rahasia? Santai, ada temennya, yaitu gue kalo kalian jadi pemuja rahasia. Hehe.
Selamat pagi, siang, sore, petang, malam, dini hari, dan seterusnya. Pokoknya halo buat kalian semua. Udah dua minggu gue gak ngeblog disini. Bisa dibilang lama. Ibaratnya rumah nih, ya, kalo misalkan blog gue ini kayak rumah terus ditinggalin selama dua minggu, pasti ketika balik lagi ke rumah itu, rumahnya udah kotor. Maka dari itu, sebelum gue melanjutkan tulisan ini, izinkanlah gue untuk bersih-bersih blog gue dulu biar gak kotor kayak rumah yang ditinggal dua minggu.

*nyapu*

*ngepel*

*nunggu kering lantai habis dipel*

*lantai udah kering, lanjut bersih-bersih kaca*

*mandi, soalnya gerah habis bersih-bersih*

*balik lagi ngetik*

Oke, udah selesai bersih-bersihnya. Jadi, ada alasan kenapa gue gak ngeblog selama dua minggu ini. Pertama, karena gue lagi fokus untuk ikutan lomba vlog dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. Lombanya adalah membuat sebuah video di YouTube gitu. Supaya hasilnya maksimal, maka dari itu gue fokus untuk membuat video itu dulu.

Gue bikin video yang berdurasi lima menit dengan persiapan yang sangat matang, membuat skrip, baca skrip terus diubah-ubah lagi, lalu baru shoot. Ya, seperti sebuah film yang membutuhkan persiapan matang. Alhasil, Alhamdulillah, gue bisa memenangkan lomba vlog itu menjadi pemenang mingguan. Hadiahnya juga gak nanggung-nanggung, yaitu Xiaomi Yi Cam. Itu adalah barang pertama yang menurut gue lumayan wah tetapi bisa gue dapetin secara cuma-cuma.

Setelah memenangkan itu, gue aslinya mau nulis blog lagi. Tapi, baru juga mau buka Word, gue buka email dulu, gak taunya gue diwajibkan untuk ikutan kompetisi video Grand Final dimana pemenangnya Juara 1, 2, dan 3 bisa terbang ke Raja Ampat. Gue pun ikutan dan membuat sebuah video sama dengan video sebelumnya teknik-tekniknya. Persiapan secara matang. Berikut adalah salah satu foto dalam video kompetisi vlog Grand Final.

Akan tetapi, pertama upload video gue kurang dari 3 menit. Untuk kompetisi video Grand Final, harus 3 menit dan maksimal 3 menit lewat 10 detik. Gue pun bikin video lagi untuk menambahkan durasi yang kekurangan. Buat kalian yang mau tahu video gue dalam kompetisi vlog ini kayak gimana bisa liat aja di Youtube gue, youtube.com/ilhamkape.

Hasilnya, gue gak jadi juara yang bisa pergi ke Raja Ampat. Tapi, Alhamdulillah, gue bisa jadi Juara 2 Favorit. Yang gue liat-liat, sih, dari info lombanya, juara favorit Grand Final ini akan mendapatkan Xiaomi Yi Cam. Jadi, tau lah kira-kira gue bakalan dapat apa.

Kurang lebih tiga minggu yang lalu, gue juga mencoba untuk menulis sebuah essai. Gue menulis essai itu bukan karena sedang bosan atau untuk mengisi waktu luang melainkan untuk ikutan acara Parlemen Remaja 2017. Gue pun menulis essai itu selama satu malam seperti lagu cinta. Cinta satu malam.

Singkat cerita, beberapa hari yang lalu diumumkan siapa yang lolos seleksi untuk mengikuti Parlemen Remaja 2017 ini. Dan, gue gak lolos seleksi. Ada kekecewaan pada diri gue. Dalam kompetisi vlog, gue gak bisa jadi juara 1 dan dalam seleksi Parlemen Remaja 2017 gue gak lolos.

Untuk Parlemen Remaja 2017, menurut gue sih wajar karena saingan gue cukup banyak, eh, banyak banget, deh. Sebanyak 6000 orang lebih yang mendaftar dari seluruh siswa SMA di Indonesia dan yang keterima cuma empat orang setiap provinsinya. Gue sempet down ketika tahu bahwa gue gak lolos seleksi Parlemen Remaja ini dan gue gak bisa menang juara 1 lomba vlog.

Gue akhirnya buka twitter mencari motivasi. Dan gue menemukan twit-nya @takdos, yaitu Adis. Gue tahu dia dari blognya whateverbackpacker. Ada sebuah twit tentang kegagalan. Setelah membaca twit itu, akhirnya gue pun menerima kegagalan gue ini, yaitu gagal lolos juara 1 kompetisi vlog dan gagal jadi peserta Parlemen Remaja 2017.

Dari twit Adis itu, gue menyimpulkan bahwa gak apa-apa kita gagal. Selagi muda, banyakin coba ini itu, bebas. Selama itu masih positif, lanjutin aja. Walaupun misalkan nanti lo gagal, no problem. Karena lebih baik lu pernah gagal daripada lo gak pernah nyoba sama sekali. Sekian.
Jakarta, 8 Agustus 2017

Hari ini, gue sekolah seperti biasanya. Sampai sekolah sebelum pukul setengah 7 dan mengenakan seragam. Sesampainya di sekolah pun hanya duduk-duduk saja karena sedang tidak ada tugas yang harus dikerjakan.

Jam pertama pun dimulai, pelajaran pertama adalah matematika minat. Wali kelas gue yang berperan sebagai guru matematika minat. Namanya adalah Pak Wit tapi sering dipanggil Pak Wits. Ya, tambah s karena ciri khasnya mengajar dengan bahasa yang nyeleneh, bahasanya adalah setiap ucapannya ditambahkan dengan huruf ‘s’ seperti toilets, matematiks, liats-liats dan masih banyak yang lain atau huruf j menjadi huruf z seperti zadi. Hal itu lah yang membuat pelajarannya menjadi tidak bosan.

Ketika Pak Wits sedang mendikte pelajaran, “Zadi, refleksi terhadap..” Omongannya pun terpotong oleh sebuah ketukan pintu dari luar kelas.

Sumber gambar: Google

“Assalamu’alaikum. Permisi, pak. Kami ingin merazia murid-murid,” ucap seseorang yang mengetuk pintu itu. Tak lain tak bukan itu adalah guru bidang kesiswaan.

Gue pun langsung melepas atribut yang ada di tubuh gue seperti gelang. Seragam enggak karena takutnya nanti pornografi. Semua anak laki-laki pun disuruh maju ke depan kelas.

Ternyata, razianya itu lengkap mulai dari atas tubuh sampai barang yang dibawa ketika sekolah, yaitu tas. Kalo kalian bawa hewan, gak boleh, karena sekolah itu tempat buat menuntut ilmu bukan buat berternak.

Semua anak laki-laki baris di depan kelas dan langsung pada menunduk. Ya, semuanya diperiksa rambutnya. Kebetulan rambut gue saat itu panjang. Dengan santainya saat giliran gue diperiksa, guru yang mencukur langsung memotong rambut gue bagian depan atau biasanya disebut poni tanpa pikir panjang. Alhasil, rambut gue yang panjang hanya bagian tengah, samping, dan belakang. Depannya sangat lah pendek.

Sontak seluruh anak-anak yang melihat gue pada tertawa karena rambut gue lucu. Bukan gue yang lucu, tapi rambut gue. Gue pun hanya tersenyum-senyum aja melihat mereka yang tertawa.

Tas pun juga digeledah oleh para perazia itu. Ada temen gue yang bawa langsung disita. Gelang juga disita. Untung gue menaruh gelang di kolong meja bukan di tas. Jadinya aman. Temen-temen cewek gue ada yang bawa buat warnain bibir, apa sih itu namanya, disita juga.

Bener-bener dari atas tubuh sampai barang yang dibawa. Kaos kaki yang warnanya bukan putih pun juga disita. Bener-bener razia yang amat sangat kejam tapi ada bagusnya sih, biar disiplin. Setelah razia selesai, perazia yang berjumlah kurang lebih 7 orang itu pun keluar kelas. Ya iyalah keluar kelas, masa ikut pelajaran.

Ini adalah pertama kalinya gue kena razia. Tahun lalu, ketika razia gue lagi jam pelajaran olahraga. Jadinya gak diperiksa apa-apa. Aman. Sekarang, boro-boro aman, udah di-skakmat duluan sama perazia.

Kampretnya, temen sebangku gue gak kena razia rambut. Jadi, pas pada baris dan mulai potong memotong rambut dia pindah posisi ke belakang perazia, gak keliatan deh. Hmm.. Sebuah usaha yang harus dilestarikan.

Gue pun menerima razia ini dengan ikhlas, 2 hari setelah razia, gue langsung potong rambut di pangkas rambut. Ya, pangkas rambut, masa di toko bangunan. Kan gak lucu potong rambut disitu. Kalo di tukang batagor baru lucu.

Alhasil, rambut gue sekarang menjadi seperti angkatan. Bisa dibilang cepak tetapi tengahnya gak pendek banget. Kejadian ini pun memberikan pelajaran bahwa kita harus mematuhi aturan yang ada di sekolah terutama kalo kalian yang sekolahnya negeri. Untuk yang swasta, juga harus patuh walaupun kalian sudah bayar karena kalian sekolah di swasta juga untuk dididik bukan hanya sebagai tempat untuk mendapatkan ijazah.

See you, razia, next time!

Ada yang tahu Shampoo yang bisa mempercepat pertumbuhan rambut? :D